Tips Mengurus Anak

Assalamu’alaykum…

Bagaimana agar bisa membagi waktu mengurus anak, bisnis, travelling, dan rumah tanpa pake ribet? Ada kendala ga dalam semua itu? Kalau udah siapin mainan untuk anak terus si anak ga mau gimana? Berikut Tips Mengurus Anak ala Lala. Pastinya ini kebiasaan saya ya..ga berarti mutlak. Karena setiap Ibu, Anak, Ayah berbeda-beda kebiasaannya. Kalaupun bermanfaat senang banget deh.

Saya terbiasa untuk membuat jadwal harian, target bulanan (bisa baca di postingan saya di blog ini yg berjudul Resolusi 2017: .https://ladytulipe.wordpress.com/2017/01/15/resolusi-2017/). Biasanya jadwal harian saya tulis pada hari sebelumnya besok mau apa saja. Jadwal harian saya seperti ini:

Pukul o3.3o : Bangun, mandi, tahajud, baca Qur’an (sesuai target 1 hari 1 juz) sampai panggilan adzan subuh.

Panggilan Adzan Subuh: Shalat Qabliyah Subuh, Shalat Subuh, Dzikir setelah shalat dan pagi. Dilanjutkan dengan siapin makan pagi dan bekal anak ke sekolah. Semua ini saya usahakan selesai pukul o6.oo. Di sela-sela kegiatan ini, saya sering pakai untuk setoran hapalan juz-30 anak.

Pukul o6.oo – o7.oo: Beres-beres rumah. Saya sering sekali tidak mempunyai asisten rumah tangga jadi semuanya pekerjaan rumah saya urus. Tapi saya tidak anti asisten rumah tangga. Karena terus terang asisten rumah tangga sangat membantu sekali. Saya tidak capek, saya bisa mempunyai ‘me time’, selagi ke luar kota/luar negeri ada yg membereskan rumah sehingga pas balik pulang rumah bersih (kan enak ya). Tapi semua tidak semudah yg dibayangkan. Ada kalanya ada asisten rumah tangga, ada saatnya tidak mempunyai asisten rumah tangga. Lagipula, apabila sedang tidak ada asisten rumah tangga, anak saya terbiasa membantu saya. Misalnya selagi saya menjemur, anak saya memasukkan baju yang mau dicuci ke dalam mesin cuci; sebelum tidur anak saya terbiasa mengecek kembali apakan semua pintu rumah sudah dikunci; menjelang maghrib anak saya terbiasa untuk menyalakan lampu rumah, makan sendiri, membantu saya menyedot debu menggunakan vaccum cleaner, merapihkan mainan sendiri, dll. Semua kegiatan anak saya, saya dokumentasikan dalam instagram saya di @lala.amalia.1. Jadi di jam-jam ini anak saya jg sedang sibuk membantu saya atau sibuk sendiri seperti bermain dan berolahraga (apabila ayahnya sedang di rumah). Pada akhir tulisan ini, saya akan membagikan beberapa foto aktivitas anak saya dalam membantu saya.

Pukul 07.oo-07.3o: memandikan anak

Pukul o7.30 : anak berangkat sekolah. Saya memasukkan anak ke PAUD Abata di Mataram. Alasan saya memasukkan anak ke PAUD adalah agar saya bisa sambil mengurus usaha saya. Saya baru mempunyai 64 karyawan sehingga saya harus mengurus nasib 64 kepala keluarga juga. Sebelum masuk PAUD, anak saya berkegiatan bersama sy, sy biasa membawa anak saya dg gendongan ergo. Gendongan ergo bermanfaat banget, dari lahiran sampai anak sy umur 2 tahun saya gendong terus untuk beraktivitas. Selepas 18 bulan saat anak saya udah bs jalan, dia udah ga mau digendong lagi dan saya mulai keteteran mengurus anak, rumah, dan usaha sehingga umur 3 tahun 5 bulan saya dan suami putuskan untuk memasukkan anak ke PAUD. PAUD tersebut sudah kami survey sebelumnya. Kami memasukkan anak kami ke PAUD yang sesuai dengan cita-cita pendidikan anak kami, yaitu menjadikan anak kami anak yang shaleh dan berpendidikan sebagai bekal hidup di dunia dan di akhiratnya.

Pukul 08.oo – 11.3o : saya berada di toko untuk mengurus usaha.

Pukul 11.3o: saya menjemput anak pulang sekolah.

Pukul 12.oo – 15.3o: sesampainya di rumah saya, saya menyiapkan makan siang, beribadah, bermain bersama anak, dan menidurkan anak.

Pukul 15.3o: membangunkan anak untuk bersiap tahsin (belajar Al-Qur’an) dan tahfidz (menghapal Al-Qur’an), dan memandikan anak.

Pukul 16.oo: berangkat mengantar anak dan kembali ke toko untuk mengurus usaha.

Pukul 18.oo: menjemput anak.

Pukul 18.3o: sesampainya di rumah lalu menyiapkan makan malam, beribadah, lanjut membaca Al-Qur’an dan setoran hapalan anak sampai menjelang adzan isya.

Saat panggilan adzan isya: beribadah lalu bermain montessori. Sumber dari stimulasi anak rujukan saya adalah dari http://www.indonesiamontessori.com dan http://www.raisingmontessorian.com. Saya memakai rujukan ini karena metode ini ketika saya terapin ke anak, anak saya suka dan perkembangannya sangat positif banget. Yang belum tau gimana webnya mereka. Langsung aja ke webnya ya. Oia saya juga gabung di Indonesia Montessori Club bersama seluruh Ibu2 dari seluruh Indonesia. Disana setiap bulannya ada challenge dimana setiap bulan tersebut ada tema kegiatan yang bisa ikutin sehingga tiap hari saya dan anak bisa belajar bersama. Selain mempererat bonding sy, anak dan suami. Setiap hari anak terstimulasi untuk belajar. Saya kira inti dari stimulasi pada usi dini adalah bagaiman anak ada rasa selalu ingin belajar.

Pukul 21.oo: saya dan anak menuju tempat tidur. Saya kondisikan anak untuk tidur dengan membacakan cerita, selesai cerita lampu tidur dinyalakan, dan memutar murottal.

Sekian Tips Mengurus Anak ala Lala 😊.

Oia di waktu hari Sabtu, si anak juga mengurus toko loh. Misalnya membersihkan dan menyiapkan toko buka, melayani tamu yg datang, dll. Kegiatan hampir sama dengan hari kerja namun di weekend, sekolah anak saya libur.

Di hari minggu, saya benar2 libur mengurus usaha. Saya fokuskan untuk menemani anak berolahraga, berenang dan memanah; serta menyiapkan makanan untuk hari2 berikutnya. Biasanya saya siapkan makanan yg nantinya tinggal digoreng, direbus, atau dikukus seperti nugget, siomay, bakso, ayam diungkep, ingan dibumbuin, dll.

Tips mengajak travelling anak adalah:

1. Anak diberitahu terlebih dahulu kalau akan pergi kemana. Disana bagaimana kondisinya. Misalnya sedang salju, maka sy beritahukan terlebih dahulu kalau disana harus memakai baju tebal, jaket, kaos kaki, topi, sarung tangan agar badan hangat tidak kedinginan sehingga bisa selalu sehat.

2. Mencari info sumber makanan cocok ga dengan anak. Apabila tidak cocok, usahakan bawa sumber makanan yang praktis.

3. Memberitahukan tujuan pergi untuk apa: liburan, bisnis, dll.

4. Bawa mainan yg paling disukai aja, cukup 1 saja. karena biasanya di pesawat anak diberikan mainan oleh maskapai

5. Jaga selalu anak (kalau bisa apabila di tempat ramai gendong saja) dan tuliskan nama orangtua dan nomor telephone yang bisa dihubungi dan simpan di saku baju, celana, dan tas anak.

Kendala yang saya hadapi banyak banget ya terutama di awal-awal punya anak, kan semua menyesuaikan diri. Dari keadaan jomblo bisa ngapain aja terserah sendiri tapi sekarang ada suami dan anak tentunya ada pembelajaran disitu. Yang penting bagaimana solusinya dan cepat bangkit kembali. Solusi harus didiskusikan juga dengan suami.

Sebelum tidur biasanya saya menanyakan ke anak besok mau ngapain aja dan main apa saja, sehingga saya bisa menyiapkan mainannya. Kenapa harus dipersiapkan terlebih dahulu? Agar besok pas main tidak menghabiskan waktu banyak apabila ada udah siap main (apalagi sekarang waktu terasa cepat banget), dan ga bingung mainnya gimana ya. Pernah ga pas udah disiapin anak ga mau main mainnanya? Pernah banget. Kalau udah ada temannya manggil2 (anak tetangga), dia mau main jg sama temannya. Gpp sih karena kan main dengan teman palingan cuma weekend di waktu sore (mengganti waktu tahsin dan tahfidznya di hari kerja) sampai menjelang maghrib sudah harus selesai.

Semoga bermanfaat..wassalamu’alaykum.

20170211_200237.jpg

Membuat Juz Sendiri

20170118_161236.jpg

Membersihkan Peralatan Makan Sendiri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s