Istri Ideal

Assalamu’alaykum,

Hai, sudah lama banget saya gak nulis blog. Kangen banget rasanya nulis blog lagi. Mudah-mudahan tulisan kali ini lebih baik daripada sebelumnya. Karena saya tekadkan kalau menulis blog sekarang ini, hati gak boleh galau lagi. Hehehe.

Saya pengen merangkum buku yang menurut saya bisa menjadi gambaran seperti apa sih istri ideal itu. Yah walaupun, memang tidak bisa mencapai kata ideal atau sempurna, paling engga saya sudah ada gambaran lah seperti apa istri yang ideal dari informasi dan pengetahuan yang ada di dalam Buku Wonderful Wife yang ditulis oleh Bapak Cahyadi Takariawan. Kalau pengetahuan mengenai karakter ideal saja tidak tahu, gimana mau dapet gambaran? Kalau gambaran saja tidak tahu, gimana mau jadi istri ideal?

Saya menulis tentang Istri Ideal karena dalam kajian besok rabu, di liqo, saya diamanatkan oleh teman-teman dan guru saya untuk membedah buku Wonderful Wife ini. Sebenarnya malu juga saya menyampaikan materi ini, karena saya sendiri belum bisa menjadi istri yang mengagumkan bagi suami. Namun, bisa jadi amanah ini membuat saya mau tidak mau dapet ilmu dari buku ini sehingga mau tidak mau saya harus praktekkan. Hahaha.

Mari dimulai…

Istri tidak akan mudah untuk menjadi shalihah dengan sendirinya. Diperlukan bantuan suami yang soleh untuk mewujudkan istri yang shalihah dan diperlukan waktu dan kesabaran untuk mewujudkan sejumlah karakter shalihah pada diri istri. Istri bisa menjadi salihah karena dididik dan dibina oleh suami. Istri bisa menjadi menyenangkan karena disenangkan oleh suami, istri bisa menjadi baik karena dikondisikan oleh suami. Istri bisa menjadi bahagia karena dibahagiakan oleh suami. Akan berat dan sulit bagi istri untuk menjadi salihah apabila tidak ada back up dari suami. Walaupun tidak akan mencapai kondisi ideal, namun setidaknya kita mengerti bagaimana mengusahakannya.

Para istri Nabi SAW dan para perempuan mulia yang disebutkan dalam kitab suci adalah contoh gambaran ideal tentang nilai kesalehan pribadi wanita. Semoga kita semua (para istri dan calon istri) bisa menggapai karakter sebagai istri shalihah yang selalu disayang suami sampai mati.

Dalam buku ini ada sebelas karakter istri shalihah. Tentu masih banyak karakter lain yang harus dimiliki, namun dalam pembahasan buku ini dicukupkan pada sebelas poin tersebut.

Karakter 1: Pandai Menyenangkan Suami

Karakter 2: Menaati Suami dengan Penuh Cinta di Hati

Karakter 3: Menjaga Kehormatan dan Harta Suami

Karakter 4: Melayani Suami Sepenuh Hati

Karakter 5: Memberi Inspirasi dan Motivasi bagi Suami

Karakter 6: Fokus Melihat Kebaikan Suami

Karakter 7: Menjadi Sahabat Suami

Karakter 8: Menguatkan Kebaikan Suami

Karakter 9: Menghormati dan Memuliakan Suami

Karakter 10: Melahirkan dan Mendidik Anak Sepenuh Hati

 Karakter 1: Pandai Menyenangkan Suami

Seperti apakah istri salihah itu? Rasulullah SAW telah memberikan fondasi mengenai istri salihah, salah satunya adalah “Menyenangkan Apabila Dipandang”. Hal ini sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW:

Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang sebaik-baik harta pusaka seseorang? Yaitu Wanita Salihah, yang menyenangkan jika dipandang, menaati jika diperintah suami, dan bisa menjaga (harta dan kehormatan) jika ditinggal pergi. -HR An-Nasa’i dan Imam Ahmad-

Salihahnya seorang istri salah satunya diukur dari sejauh mana mampu menyenangkan suami ketika suami memandangnya. Bukan standar lelaki lain, bukan standar orang banyak, bukan standar khalayak ramai. Sejauh tidak melanggar hukum agama dan kepatuhan sosial, tindakan untuk menyenangkan suami tentu dibolehkan. Hal yang dilarang adalah, ketika suami menghendaki istri untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan dirinya, namun hal itu melanggar agama. Tentu hukum agama harus dimenangkan di atas kemauan suami. Sebagai contoh, suami senang ketika istrinya tampil seksi dengan pakaian mini saat bepergian keluar rumah. Ini bukan saja tidak sesuai dengan ajaran agama, namun juga tidak sesuai dengan kepatuhan sosial. Fondasi agama ini mengatur suami dan istri, sehingga kesenangan suami tetap dalam koridor yang dibenarkan ajaran agama, dan kepatuhan istri tetap dalam koridor yang dibenarkan agama.

Secara teknis istri bisa menanyakan kepada suami, penampilan seperti apa yang menyenangkan saat di rumah dan di luar rumah. Pakaian seperti apa, riasan wajah seperti apa, dll.  Tentu saja istri salihah memiliki hak dan privasi, sesuatu yang “saya atau gue banget” dan sesuatu yang “enggak banget” bagi dirinya. Namun, ia tidak bisa selalu menjadi dirinya sendiri ketika sudah dihadapkan pada kesenangan suami. Nah, dalam hal yang ada perbedaan seperti ini tentu saja bisa terjadi negosiasi dengan cara yang baik dan halus. Bukan menolak keinginan suami, namun mendialogkan kesenangan suami agar lebih match dengan kesenangan dirinya.

Dengan demikian, fokus berdandan dan berhias pada istri salihah adalah untuk suami. Ia hanya perlu berhias, berdandan, dan berpenampilan yang menyenangkan hati suami. Ia hanya perlu selalu memperbaiki komunikasi, penampilan, dan pelayanan yang memikat hati suami. Ini akan menjadi imunitas di dalam kehidupan berumah tangga, yang melindungi mereka dari serangan gangguan aneka jenis “virus rumah tangga”.

Jika imunitas dalam kehidupan suami istri kuat maka sebanyak apa pun virus di luar sana tidak akan mengganggu kebahagiaan mereka. Tapi jika imunitas lemah maka terkena gangguan virus sedikit saja sudah langsung terinfeksi. Kalaupun infeksi sudah bisa disembuhkan, akan bisa terinfeksi virus yang lain lagi. Maka, sibukkan diri dengan menciptakan imunitas keluarga, jangan menyibukkan diri hanya untuk membunuh dan mengusir virus yang bertebaran di udara.

Untuk itu, Manjakan Pandangan Suami Anda

Di antara yang bisa membuat suami senang saat memandang istri adalah sebagai berikut:

  1. Penampilan fisik
  2. Sikap dan kepribadian
  3. Kondisi emosional-spiritual

1. Seperti apa tampilan fisik istri salihah?

Laki-laki itu bercorak sangat visual. Banyak hal bermula dari pandangan mata. Untuk itu, para istri hendaknya mengusahakan tampilan fisik yang menarik, baik dari segi badan, pakaian, maupun penampilan secara umum.

1. Kebersihan badan dan pakaian; untuk bisa menjaga kebersihan badan, istri salihah harus rajin mandi, menggosok gigi serta membersihkan bagian tubuh yang memerlukan perawatan khusus seperti daerah kewanitaan.

2. Pandai berhias;  perlu diperhatikan tidak semua suami senang dengan hal-hal spesifik seperti make-up. Ada suami yang lebih menghendaki istrinya cantik alami tanpa riasan muka atau riasan tubuh lainnya. Hal ini menunjukkan urusan berhias adalah situasional dan perlu komunikasi dengan suami. Termasuk kapan harus berhias.

3. Wajah yang cerah dan berseri; wajah yang cerah dan berseri muncul dari kondisi hati yang juga cerah berseri. Untuk itu, secara kondisi mental, usahakan hati yang selalu cerah. Secara penampilan fisik, usahakan untuk selalu senyum merekah untuk suami.

4. Bau yang harum dan wangi; istri salihah hendaknya selalu berusaha tampil wangi untuk suami.

5. Bentuk tubuh yang terjaga indah; cara mensyukuri bentuk tubuh yang merupakan karunia Allah SWT adalah dengan menjaga keindahan bentuknya dengan berolahraga dan memerhatikan konsumsi makanan sehari-hari.

6. Penampilan yang menarik dan seksi; penampilan seksi hanya dilakukan di depan suami karena keseksisan istri hanya layak diperlihatkan untuk suami, bukan untuk laki-laki lain atau khalayak ramai. Untuk itu perhatikan gaya mengenakan pakaian, gaya berbicara, gaya melayani suami, dll.

2. Seperti apa sikap dan kepribadian istri salihah?

Sikap dan kepribadian istri yang positif menjadi bagian yang menyenangkan pandangan suami. Di antara sikap dan kepribadian istri yang menyenangkan suami adalah:

1. Antusias dan akrab; sikap yang hangat saat menyambut suami, sikap yang akrab dan intim setiap menemani suami, sikap yang mengutamakan kebersamaan dengan suami dibanding kesibukan pribadi lainnya, antusias mendengar cerita suami, asyik dan akrab menemani suami baik di rumah maupun di perjalanan, antusias menemani dan berinteraksi dengan anak-anak, dan sebagainya.

2. Lembut dan menurut; tidak ada suami yang senang menyaksikan istrinya bersikap galak, kasar, menindas atau menguasai dirinya. Ini lebih merupakan gaya dan sikap yang tidak menyenangkan dan tidak mengenakkan, dimana istri terlalu dominan dan mengatur semua detil. Kelembutan sikap istri terhadap suami dan sikap menurut istri kepada suami akan sangat menyenangkan hati suami. Dengan cara inilah istri telah membantu suami untuk meneguhkan perasaan kemampuan dirinya dalam mengelola kehidupan rumah tangga dan memimpin istrinya.

3. Rajin dan energik; suami akan merasa senang melihat istrinya bersifat rajin dan energik, cekatan, dan bersemangat melaksanakan aktivitas termasuk aktivitas rumah tangga, mendidik anak dan aktivitas lainnya yang sudah disetujui dan disepakati antara suami dan istri.

4. Komunikasi yang menyenangkan; suami akan senang apabila istri memiliki kemampuan komunikasi yang menyenangkan, baik dalam gaya bicara, intonasi, bahasa tubuh serta mimik wajah. Termasuk dalam hal pemilihan suasana, waktu dan tempat akan ikut menentukan kenyamanan komunikasi bersama suami. Untuk itu, hendaknya istri salihah selalu menambah kemampuan dan keterampilan berkomunikasi sehingga bisa menyenangkan hati suami.

5. Humoris; yang dimaksud humoris disini tentu sekedar punya selera humor, tidak perlu sampai ke tingkat pelawak. Penting ada bagian yang bersifat senda gurau dan canda dalam batas yang wajar.

3. Kondisi Emosional-Spiritual

Kondisi emosional dan spiritual yang baik menjadi fondasi yang kokoh bagi terwujudnya berbagai sikap positif pada diri istri. Berikut hal-hal yang dapat mendukung terciptanya kondisi emosional-spiritual yang baik:

1. Ketaatan ibadah; kecintaan dan kasih sayang suami keapada istri tidak akan terjadi dari hal-hal yang bercorak fisik semata.

2. Kepatuha  kepada suami; istri yang patuh kepada suami bukanlah istri yang diperbodoh/diperbudak oleh suami. Lebih nyaman kita memandangnya dalam konteks relasi yang saling memerlukan, saling melengkapi satu dengan yang lain. Dalam suatu organisasu, selalu memerlukan pemimpin. Tidak bisa dibayangkan suatu organisasi yang berjalan tanpa pemimpin. Keluarga sebagai organisasi masyarakat terkecil, juga harus memiliki pemimpin yang jelas.

3. Tulus dalam pelayanan dan pengorbanan; istri memberikan pelayanan berdasarkan ketulusan hati, bukan keterpaksaan, bukan semata karena mengerjakan kewajiban.

5 Larangan Curhat

Agar curhat memberikan hasil seperti tang diharapkan, yaitu penyelesaian permasalahan maka lakukan secara tepat dan benar. Jangan sembarangan melakukan curhat karena bisa menimbulkan persoalan baru yang lebih kompleks.

1. Jangan curhat terbuka di sosial media

2. Jangan “curhat jalanan”; curhat jalanan adalah curhat kepada sembarangan orang yang ditemui.

3. Jangan curhat kepada “orang lain”; “orang lain” disini adalah seseorang yang berpotensi menjadi “wanita idaman lain” atau “pria idaman lain” yang berpotensi menimbulkan benih-benih kedekatan perasaan yang bisa berkembang menjadi hubungan lebih khusus.

Kepada Siapa Boleh Curhat?

Karena curhat adalah bagian dari cara meringankan beban masalah dan sekaligus mencari penyelesaian masalah maka harus dilakukan kepada pihak yang benar dengan cara yang benar pula. Untuk itu sebaiknya curhat kepada:

1. ALLAH; pada 1/3 malam yang terakhir, bangun melakukan shalat malam dan munajat memohon pertolongan kepada Allah. Mintalah kekuatan, kemudahan dan keberkahan dari Allah dalam menyelesaikan masalah keluarga.

2. Pasangan; pada prinsipnya 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s