Model dan Metode Homeschooling Anak Usia Sekolah

Model dan metode homeschooling (HS) untuk anak usia sekolah yang sy tulis, sy dapat dari kegiatan Webinar Rumah Inspirasi (www.rumahinspirasi.com). Webinar adalah suatu kegiatan yang diadakan oleh rumah inspirasi, semacam seminar 2 arah di internet seperti teleconference, tapi tidak bisa menatap muka peserta dan pembicara seminar dan sesi tanya jawab berlangsung di ruangan chat (chat room). Mudah-mudahan kebayang🙂

Apakah definisi Homeschooling?
Homeschooling adalah model pendidikan alternatif berbasis keluarga.

Apa yg membedakan HS dengan sekolah?
Perbedaan HS dengan sekolah adalah orangtua yg menjalani HS menentukan sendiri kurikulum, peraturan, dan segala hal lain yg diperlukan sedangkan pada sekolah orangtua menitipkan anak pada guru, lembaga dan kurikulum dibuat oleh sekolah berdasarkan pedoman dari pemerintah. Kesimpulan dr paragraf ini adalah, HS bukan lembaga/sekolah.

Bagaimana kurikulum HS?
Tidak ada kurikulum/peraturan/model standar dalam menjalani HS, hal ini disebabkan karena tiap keluarga mempunyai gaya atau kebiasaan yg berbeda-beda, jadi ciptakan sendiri model HS Anda!

Secara garis besar, output/hasil pendidikan HS untuk anak antara lain akan menghasilkan anak yang berwirausaha/pengusaha (bisnis), profesional, dan akademis. Dari 3 hal output tersebut, diharapkan apapun dan bagaimanpun model yg digunakan oleh tiap keluarga, model tersebut menghasilkan keterampilan yang mumpuni.

Beberapa model yang banyak digunakan oleh para keluarga yg menjalankan HS adalah:
1. Model terstruktur (school at home)
2. Model tidak terstruktur (unschooling)
3. Model di luar terstruktur dan tidak terstruktur

School at home adalah model terstruktur dan banyak digunakan. Model ini menggunakan sekolah sebagai model utama, materi/kurikulum/mata pelajaran sebagai panduan dan proses belajar, sifatnya berjenjang (k-1 sampai k-12), ada evaluasi secara periodik, dan sifatnya teacher centre.

Panduan untuk proses belajar bisa mengikuti kurikulum yang ada di Indonesia. Selain itu beberapa kurikulum dari luar Indonesia adalah:
– ACE (accelerated christian edu) yang diakui di New Zealand.
– Lesson pathways
– Ambeside online

Keunggulan model School at Home adalah:
1. Dapat mengambil perspektif jangka panjang
2. Fleksibel dalam proses belajar
3. Kaya akan materi dan alat belajar, diantaranya: unit study (materi belajar berbasis tema tertentu, misalnya robot. Anak bisa belajar bagaimana membuat robot, kegunaan robot, bahan bakar robot, hubungan robot dg manusia, dll), multimedia, magang, proyek, dll.
4. Solusi praktis dapat menggunakan buku soal, tutor, bimbel, dan internet.
5. Menggunakan model belajar modular (bukan paket) sehingga anak dapat belajar sesuai kecepatannya. Contoh: anak bisa belajar bahasa indonesia kelas 4, b.inggris kelas 5, sains kelas 6.

Unschooling adalah model yang tidak terstruktur, artinya sesuai dengan keinginan belajar anak dan dunia nyata adalah ruang belajar paling baik. Yang perlu ditekankan pd model ini adalah tidak ada intervensi dari orangtua.

Keunggulan model unschooling adalah:
– Anak diperlakukan sebagai individu
– Belajar secara natural
– Belajar melalui kegiatan alami di dunia nyata
– Membangun koneksi orangtua dan anak
– memanfaatkan minat/kebutuhan anak
– Proses intervensi minimal

Keuntungannya adalah:
# Anak lebih cepat matang dan mengetahui apa minatnya karena anak dibiarkan memilih apa yang ingin dipelajarinya dengan belajar dr dunia nyata.
# Tidak ada pihak yg disalahkan karena orangtua sendiri yg bertanggung jawab dalam pemilihan materi belajar.

Peran orangtua adalah sebagai:
1. Inspirator kegiatan anak. Menjadi inspirator dengan memberi contoh (tidak dengan menyuruh)
2. Menyediakan lingkungan belajar yang kaya stikulus dengan mengeksplorasi dunia nyata.
3. Memberikan perspektif jangkan panjang melalui interaksi dan diskusi dg anak.
4. Membantu perencanaan dan alokasi sumber daya
5. Memperkaya proses belajar yg dijalani anak

Tips unschooling menurut tokoh unschooling (www.sandradodd.com):
1. Let go & trust, yang artinya percaya anak akan menemukan passion / minat sehingga orangtua tidak buru-buru intervensi.
2. Joy & connection, artinya menikmati proses dan membangun hubungan dg anak yg dapat dilakukan dg dialog.
3. Being a better person, artinya mengajarkan hal yang baik pada anak seperti bagaimana memperlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan.
4. Tools for daily life: creative a rich environment (kreatiflah dalam memperkaya sarana-sarana belajar), ride the waves (menunggangi apa yg disukai oleh anak,misalnya anak ingin berenang, ajarkan atau ikuti les renang), follow your heart and encourage them to folow theirs (mendorong anak untuk melakukn apa yg sesuai dg hati nurani), creative brainstorming (diskusikan ide-ide kreatif yg dapat dijadikan sbg bahan belajar).

Model di luar school at home dan unschooling adalah
1. Classical: model ini mengikuti peradaban romawi dan Yunani. Bersifat intelektual, terstruktur, logika, dan retorika.
2. Berdasat pemikir: seperti buah pikiran Charlotte Mason. Charlotte Mason menggunakan living books yang dapat membantu orangtua membuat metode/model yg disukai anak, misalnya membuat narasi yg dapat mengembangkan intelektual anak.
3. Mix and match (electric): menggabungkan model yg satu dengan yg lain.

Sy jg sedang menjalani HS usia dini. Menyenangkan banget anak terlibat dalam aktivitas sy dan sy terlibat dalam aktivitas anak. HS anak sy sifatnya masih bermain, bermain, dan bermain. Walaupun anak sy masih bayi namun sy sangat ingin mengetahui gambaran seperti apa HS usia sekolah yang dijalani oleh pasangan suami istri Mba Lala dan Mas Aar (pendiri rumah inspirasi) kepada anak-anaknya agar sy memdapatkan gambar pendidikan seperti apa yg dapat sy ambil dr pasangan yg sudah menjalani HS, tentunya yg cocok dg anak sy. Dari hal itu sy dapat belajar bagaimana gambaran kegiatan anak-anak, kl anak seperti ini sy harus seperti apa, dll.

Untuk teman-teman yg belum menjalankan HS tapi kepingin menjalankan HS, saran saya adalah banyak sabar, mau belajar, perhatikan kesehatan karena menjalankan HS sangat menguras banyak energi, hindari cepat emosi, dan happy mommie happy baby/children.

Untuk teman-teman yg sedang menjalani HS, pilih model HS yg dikuasai dan nyaman, ingat-ingat kl subjek HS adalah anak bukan kurikulum (kurikulum menyesuaikan minat anak bukan sebaliknya), gunakan cara berpikir kritis dan common sense, jaga kesehatan, dan SEMANGAAAAT!

2 thoughts on “Model dan Metode Homeschooling Anak Usia Sekolah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s