Stimulasi Bayi

Assalamu’alaikum wr.wb,

Melihat perkembangan yg luar biasa pd anak sy, sy semakin paham kenapa 10000 hari pertama seorang anak lahir ke dunia adalah masa emas pertumbuhannya. Bayi bukan anak yg ga ngerti atau bodoh atau ga paham, tapi bayi adalah anak yg paling pintar, berkemauan keras, dan sayang sekali dengan orangtuanya. Makanya kalau ada orangtua yg tega berlaku kejam kepada bayi dan anak-anak sangat disayangkan sekali, kerana sebetulnya bayi dan balita amat sangat menyayangi orangtua mereka. Hal ini bisa dilihat bagaimana mereka mencari perhatian orangtua terutama ibunya dengan mencari susu, memagang tangan  orangtua sampai maunya sama mama aja, ga mau sm orang lain yg rasanya aduh kok sy (mamanya) ga bisa ngapa-ngapain karena si bayi maunya sama kita terus. Nikmatin saja masa-masa tersebut karena ga lama lg, sekitar umur 4-5 tahun kata teman-teman sy, boro2 lengket, dicium aja udah ga mau. Bayi juga anak yg berkemauan keras. Lihat bagaimana para bayi berusaha untuk mengambil mainan, tengkurap, berjalan, meraih muka orangtuanya, dll.

Kecerdasan anak-anak dan bayi adalah majemuk, artinya banyak tidak hanya satu dua tapi yg jelas ada yg dominannya. Orangtua harus tau apa yg membuat anak tertarik dengan sesuatu yang berhubungan dengan kecerdasannya. Pengalaman sy sebagai orangtua yg baru 1 tahun belum banyak, tapi ada hal yg bisa sy ceritakan disini, yaitu mengenai stimulus. Sy memberikan stimulus kepada anak sy dari sejak anak sy dalam kandungan, ketika sy tau kl sudah ada janin dalam petut sy. Ketika masih dalam kandungan sy sering mengajak janin sy berbicara, membaca al-quran, olahraga, membaca buku. Di usia 6bl, mulai ada respon dari dalam perut yaitu dengan menendang-nendang. Ketika lahir pun, sy sering memberikan stimulus dengan hal yg sama dengan sewaktu bayi sy berada dalam kandungan. Ada hal yang berbeda juga yg saya lakukan, yaitu dengan adanya aktivitas fisik. Informasi mengenai aktifitas fisik seperti apa yg bisa dilakukan oleh bayi, sy dapatkan dengan berkonsultasi dengan suami, dokter anak, fisioterapis anak, buku, dan internet. Berikut ringkasan yg bisa sy ceritakan mengenai stimulus pd anak hasil konsultasi dan cari2 bahan dr buku dan internet. Saksikan jg mainan yg sy buat buat anak sy untuk melatih motorik kasarnya. Sejak anak sy umur 7bulan sudah bisa memasukkan sesuatu pada tempatnya, bisa dilihat di tulisan sy bermain piramida. Sekarang sy ingin memberikan tantangan kepadanya, yaitu dengan tujuan agar anak sy mengetahui benda seperti apa yg bisa dimasukkan yg bukan pd tempatnya dan menguji dia bisa tidak memasukkan benda yg tidak sesuai dengan wadahnya.

Watch “Bayi sehat (healthy baby)” on YouTube

1. Kecerdasan berbahasa verbal stimulasi dengan mengajak berbicara, bacakan cerita berulang-ulang, rangsang untuk berbicara dan bercerita, menyanyikan lagu anak-anak dll. Pada umur 3 – 6 bulan ditambah dengan bermain ‘cilukba’, melihat wajah bayi dan pengasuh di cermin, dirangsang untuk tengkurap, telentang bolak-balik, duduk. Pada usia 6 – 9 bulan distimulasi dengan memanggil namanya, mengajak bersalaman, tepuk tangan, membacakan dongeng. Umur 9 – 12 bulan ditambah dengan mengulang-ulang menyebutkan mama-papa, kakak, memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, menggelindingkan bola, dilatih berdiri, berjalan dengan berpegangan.

2.  Kecerdasan emosi inter-personal stimulasi dengan bermain bersama dengan anak yang lebih tua dan lebih muda, saling berbagi kue, meminjamkan mainan, belajar bersalaman dengan orang lain (saat usia 9-12 bulan), mengenalkan orang baru dll.

3. Kecerdasan emosi intra-personal stimulasi dengan menceritakan perasaan, keinginan, cita-cita, pengalaman, berkhayal, mengarang ceritera, mengajak selalu tersenyum dan tertawa, jauhkan kata kasar, sikap emosional, bertengkar atau adu mulut di depan atau dapat di dengar dan dilihat bayi.

4. Kecerdasan naturalis stimulasi dengan bercerita dengan gambar, benda, alam dan kegiatan sekelilingnya. Ajak bayi tertawa dan bersenang-senang dengan kejadian dan peritiwa di sekitarnya. Setiap benda yang ada dilingkungan dapat dijadikan sumber interaksi bayi untuk belajar mengenal lingkungan dan belajar berkomunikasi    

5. Kecerdasan logika-matematika stimulasi dengan bernyanyi dan bercerita dengan angka, terumatama angka satuan 1-10. Seperti menghitung benda-benda disekitarnya, bernyayi satu-satu aku sayang ibu, dll.

6. Kecerdasan visual-spatial stimulasi dengan mengamati gambar atau foto terutama bentuk wajah orang atau kartun yang lucu. Bercerita dengan kata-kata atau kalimat panjang dengan gambar yang cukup besar dilihat atau benda atau lingkungan dan peristiwa alam. Menggantung dan menggerakkan benda berwarna mencolok seperti lingkaran atau kotak-kotak hitam-putih, benda-benda berbunyi.

7. Kecerdasan gerak tubuh stimulasi (motorik kasar) pada 6-8 bulan merangsang duduk, dilatih berdiri berpegangan. Usia 9 -12 bulan ditambah stimulasi memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, menggelindingkan bola, dilatih berdiri, berjalan dengan berpegangan. Bila terjadi keterlambatan tidak bolak balik atau tidak duduk merangkak sesuai usia 6-8 bulan, menunjukkan minimal keterlambatan ringan. Dapat dilakukan stimulasi keseimbangan dan dengan berenang, terapi bola dan bermain ayunan.

8. Kecerdasan musikal stimulasi dengan mendengarkan musik, bernyanyi, memainkan alat musik, mengikuti irama dan nada. Biasakan saat berkomunikasi atau kontak dengan anak seperti saat ganti popok, mandi atau menyuap makan selalu bernyayi dan berdendang dengan lagu.

Dari beberapa poin di atas, anak sy di usia 1 tahun, masih belu, bisa merangkak dan jalan. Sy tidak sedih dengan hal ini, karena dukungan suami, beberapa ahli spt dokter dan terapis mengatakan wajar karena dari umur 6bl sampai sekarang, berat anak sy 12kg. Sy juga tidak mau membanding-bandingkan dengan anak lain, karena anak sy sudah sangat pintar dalam hal lain, hanya di aktivitas fisik seperti merangkak dan jalan yg masih lambat. Terima kasih untuk waktunya. Wassalamu’alaikum.

Sumber:
1. Woolfson, Dr. Richard C. 2001. Bayi yang Cerdas. Kharisma Publishinh Group.
2. Bukun Bermain dengan Bayi Anda yg kebetulan sedang dipinjam teman.
3. Koran Kompas
4. Konsultasi dengan suami, dokter anak, dan terapis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s