Webinar Homeschooling Usi Dini bersama Rumah Inspirasi

Kesan Webinar Homeschooling Usia Dini yg diselenggarakan oleh Rumah Inspirasi menurut saya Luaaaar Biasaa Bagus!

Mau tau apa sih Webinar? Pertanyaan itu muncul sebelum saya mengikuti Webinar. Ternyata Webinar itu seminar di web,, bagi teman2 profesional mungkin kenalnya telecon atau teleconference, tapi ini sifatnya satu arah. Walaupun satu arah, Webinar dari Rumah Inspirasi sangat sangat membuka wawasan saya tentang Homeschooling dan menambah wawasan saya tentang Parenting. Selain 2 hal tersebut saya mendapat banyak teman dan beberapa jenis permainan yg bisa sy praktekkan ke anak sy. Permainan tersebut jg ga perlu pake mahal karena lebih ditekankan kreativitas kita sbg orangtua. Senaaaaaang banget.

Pengalaman sy di Webinar ke-4 (terakhir) kali ini adalah excited banget karena untuk pertama kalinya koneksi internet sy di awal2 kegiatan Webinar mulus kayak jalan tol di Jakarta subuh-subuh tapi di akhir parah memble koneksi internetnya. Kl Webinar ke-1 ga mulus di awal, mulus di akhir. Webinar ke-2 ga mulus dr awal-akhir. Webinar ke-3 mulus-engga mulus-mulu-engga mulus– kyk orang lg ga bagus moodnya. Tapi, Rumah Inspirasi dpt mengatasi masalah koneksi internet sy dg mengirimkan materi ke email semua peserta sebelum acara Webinar dimulai,, jadi sy bisa belajar dl sebelum acara mulai dan bisa sy pelajari lg setiap hari. Terima kasih Rumah Inspirasi.

Alasan sy mengikuti Webinar ini adalah sy dan suami sangat menikmati kebahagiaan saat melihat tumbuh kembang anak dari waktu ke waktu. Anak adalah hadiah terindah Allah buat sy dan suami sekaligus tanggung jawab kami dalam merawat titipan Allah tsb. Tentunya tantangan-tantangan harus kami jalani. Oleh karena itu, berbagai cara positif termasuk mengikuti Webinar ini merupakan salah satu jalan keluar dalam menghadapi tantangan tersebut.

Tantangan-tantangan tersebut diantaranya:
1.Apakah sy dan suami bisa menjalaninya? Kesibukan merupakan faktor utama kami dalam menjawab pertanyaan di atas.
Melalui kegiatan Webinar ini, kami semakin percaya diri kl sy dan suami bisa menjalankan tantangan tersebut. Karena kami mempunyai rasa cinta yg besar unt anak, kami mau belajar dg mengevaluasi kegiatan kami, mencari ilmu2 dr berbagai sumber, kami kerja keras untuk selalu memperbaiki diri kami.

2. Lingkungan yg tidak mendukung. Untungnya melalui rekaman dan materi2 Webinar,,sy bisa memberikan gambaran ke pihak2 yg belum mengerti ttg Homeschooling unt mau bersama mendengar apa sih homeschooling itu.

3. Menahan emosi saat anak sedang aktif. Apabila marah, Webinar mengajarkan untuk berhitung dalam hati 10 kali, baru merespon. Proses jeda itu memberikan tambahan waktu sehingga kita bisa berpikir rasional dan dapat mengurangi kemarahan. Setelah reda, sampaikan secara baik2 penyesalan kita atas kemarahan kita.

4.Merasa bahwa Anak biasa-biasa saja. Saya termasuk orang yg sangat menghargai setiap kemampuan orang lain. Kl orang lain lihat anak ini bicaranya lambatn tp sy lihat sbg kemampuan otak kirinya mungkin lebih dominan drpd otak kanannya. Rumput tetangga sll terlihat lebih hijau. Yg terlihat sebenarnya oleh kita adalah salah satu sisi kelebihan anak yg berhasil ditemukan dan diekspos oleh orangtuanya. Sementara, sisi-sisi lain pd anak masih berkembang dan belum matang tidak disaksikan. Jangan kuatir ketika melihat anak-anak lain lebih hebat. Setiap anak pasti punya potensi keunggulannya masing-masing. Tapi potensi itu memiliki jadwal berkembang yg beda-beda. Yg perlu dilakukan oleh orangtua adalah mematikan diri untuk menyandarkan pada penerimaan atas anak apa-adanya. Penerima apa-adanya oleh orangtua memberikan kenyamanan pd anak untuk mengeluarkan dirinya sendiri. Hal kedua yg bisa dilakukan orangtua adalah melakukan refleksi terhadap karakter dan sifat dirinya sendiri. Apakah anak mewarisi sebagian sifat ayah dan bunda? Apa potensi yg dimiliki ayah dan bunda? Dengan bercermin pd kondisi ayan dan bunda, kondisi dan stimulasi apakah yg dibutuhkan agar potensi di dlm diri itu mulai keluar?

5. Anak sy sangat tergantung pd saya. Hal ini sebenarnya wajar. Anak butuh rasa nyaman dan mengenal sekitarnya dulu, anak butuh rasa aman baik secara fisik maupun psikologis untuk keluar dari ruang nyaman (comfort zone)-nya bersama bunda. Hal yg bisa dilakukan oleh orangtua adalah mempercepat proses adaptasi anak dg lingkungan barunya. Pastikan anak merasa aman dan nyaman secara psikologis, misalnya diperlakukan menyenangkan, disambut baik dg teman-temannya.

6. Apakah sy di jalur yg benar? Jawaban sy ternyata ga jauh beda dg Rumah Inspirasi, yaitu parameter dan tujuan. Parameternya adalah kurikulum/checklist anak usia dini yg dibuat oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (bisa di cari di web Rumah Inspirasi: http://rumahinspirasi.com) dan tujuan dr masing2 keluarga.

Beberapa tantangan tsb menjawab pertanyaan-pertanyaan sy dan suami yg selalu kami diskusikan. Dan berikut Rangkuman Praktek Homeschooling Usia Dini:

Homeschooling adalah pendidikan berbasis keluarga. Untuk menjalani homeschooling, kenali tujuan dan apa yg penting ditanamkan dalam suatu keluarga. Untuk menjawab keraguan mengenai homeschooling, temukan jawabannya dengan membaca buku, bertemu praktisi, mengikuti komunitas/seminar/pelatihan yang ada. Jalani saja kegiatan homeschooling dengan mendidik anak sendiri di rumah. Mulai dengan cara yg sederhana yg bisa dilakukan, misalkan dari bayi bentuk bonding ibu dengan anak dengan cara memberikan ASI, menyanyikan lagu, membacakan cerita, mengobrol, bercanda, tertawa bersama, bermain bersama, dll. Peran orangtua adalah memberikan lingkungan yang aman dan nyaman, yang memberikan ruang bagi anak untuk bertumbuh. Peran kedua adalah memberikan stimulasi sesuai perkembangan kondisi anak. Manfaatkan keseharian sebagai saran untuk berkegiatan. Lakukan kegiatan-kegiatan bersama anak. Untuk orangtua yg keduanya berkerja, setidaknya sediakan waktu 15 menit setiap hari bersama anak. Dalam waktu khusus ini, usahakann untuk hadir secara penuh, tidak melakukan dan memikirkan kegiatan lain di luar kegiatan bersama anak. Hal terpenting bagi anak adalah bukan kecanggihan alat belajar, tetapi kehadiran dan kebahagiaan orangtua saat berkegiatan bersama mereka. Fasilitasi anak usia dini dengan memperbanyak kegiatan fisik. Kegiatan fisik bukan hanya menjaga kesehatan dan kebugaran, tetapi juga berpengaruh langsung dalam perkembangan kecerdasan anak. Ajak anak berjalan-jalan dan berolahraga. Ketika memjtuskan untuk membeli sebuah materi belajar, alat ataupun sarana belajar tertentu, pastikan bahwa membeli dan menyediakan alat itu hanyalah langkah awal untuk proses pendidikan, bukan langkah akhir. Pastikan bahwa kita menggunakannya dan melibatkan anak dalam kegiatan-kegiatan yg kontinu.

Sekian tulisan sy mengenai kesan mengikuti Webinar Homeschooling Usia Dini yg diselenggarakan oleh Rumah Inspirasi. Semoga berguna.

Wassalamu’alaikum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s