Kebutuhan Gizi Ibu Hamil

Ibu hamil membutuhkan zat gizi lebih banyak melebihi kebutuhan ibu tidak hamil. Hampir seluruh zat gizi yang dibutuhkan ibu tidak hamil meningkat saat ibu hamil, misalnya energi, protein, vtamin A, vitamin E, asam folat, zat besi, kalsium, dll.

 

Gambar 1. Kebutuhan Tambahan Zat Gizi Ibu Hamil

Persentase Peningkatan

(Sumber: Christian and Greger (1990))

 

Vitamin A

Vitamin A diperlukan untuk melindungi struktur dan fungsi sel. Vitamin A dan karoten masuk ke dalam plasenta dan disimpan sebanyak 1000 IU perhari. Pada kehamilan trimester kedua dan ketiga vitamin A dibutuhkan untuk perkembangan paru-paru dan pengaturan sel epithelial selama pembentukan organ. Vitamin A juga membantu kekebalan tubuh dan melindungi ibu dari infeksi. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan neural tube defect (Stroberi et al, 2007)

Vitamin B1 (Thiamin)

Pada saat kehamilan ibu membutuhkan tambahan energi senyak 180-300 kal sehari (AKG 2004). Vitamin B1 berperan dalam metabolie karbohidrat menjad energi. Selain itu, vitamin B1 dibutuhkan untuk metabolisme protein dan glukosa, sintesa asetilkolin, membantu jantung memompa darah dan meningkatkan mood. Karakteristik dari vitamin B1 adalah mudah rusak oleh panas dan larut dalam air. Karena vitamin B1 larut dalam air, maka tidak membahayakan apabila dikonsumsi berlebhan karena akan dibuang melalui urin.

Vitamin B2 (Riboflavin)

Vitamin B2 dibutuhkan ibu dalam metabolisme untuk memproduksi energi.Selain itu vitamin B2 dibutuhkan untuk metabolisme protein dan lemak, perbaikan jaringan dan fungsi syaraf. Karakteristik vitamin B2 adalah tidak stabil terhadap cahaya dan alkali dan larut dalam air.

Vitamin B3 (Niasin)

Niasin dibutuhkan dalam sintesa protein tubuh dan menjaga integritas semua sel tubuh. Karakteristik dari vitamin B3 adalah larut dalam air sehingga tidak membahayakan apabila dikonsumsi berlebihan karena akan dibuang melalui urin.

Vitamin B6 (Piridoksin)

Vitamin B6 pada ibu hamil dapat menurunkan efek mual dan muntah yang dikenal dengan “morning sickness” (Vutyavanich 2001; Vutyavanich 1995; Sahakian 1991). Selain digunakan unuk mencegah mual dan muntah pada ibu hamil, vitamin B6 juga digunakan untuk pembuatan asam amino non esensial untuk pertumbuhan janin dan produksi darah merah. Karakteristik vitamin B6 adalah larut dalam air, stabil terhadap panas dan suasana asam tetapi tidak stabil tehadap alkali. Karena vitamin B6 larut dalam air tidak membahayakan apabila dikonsumsi berlebihan karena akan dibuang melalui urin.

Asam Folat (Vitamin B9)

Asam folat memegang peranan penting dalam pembentukan sel baru. Kekurangan asam folat menyebabkan pertumbuhan sel tidak normal. Pada ibu hamil dapat menyebabkan terjadinya NTD (Neural Tube Deffect) pada janin yang berakibat pada cacat lahir uang mengenai otak dan sumsum tulang belakang. Bukti terbaru yang dikonfirmasi adalah asam folat dapat menurunkan risiko bayi lahir prematur (Czeizel et al, 2010) yang mana dapat mempunyai dampak yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat jangka panjang (Callaway et al 2009, Spong 2009). Suplementasi asam folat saat kehamilan juga mempunyai dampak positif terhadap perkembangan otak pada anak-anak (Julvez et al 2009; Wehby and Murray 2008; Roza et al 2009). Asam folat larut dalam air, sensitif terhadap cahaya, namun stabil terhadap panas dalam larutan netral dan alkali. Rusak dalam suasana asam dengan pH 4, mudah hilang dalam proses pemasakan, penyimpanan, dan penanganan.

Vitamin C

Vitamin C berfungsi dalam pembentukan kolagen jaringan kulit, tendon dan tulang. Selain itu, vitamin C sangat penting dalam membantu penyerapan zat besi ibu hamil dan meningkatkan resistensi terhadap penyakit. Vitamin C juga berperan dalam sintesis karnitin yaitu yang berfungsi dalam transpot asam lemak, sintesis neurotransmitter, aktivasi hormon, detoksifikasi obat dan antioksidan. Vitamin C merupakan vitamin larut dalam air dan mempunyai komponen aktif asam askorbat. Vitamin C stabil dalam suasana asam tetapi mudah rusak oleh oksidasi, alkali, dan panas.

Kalsium

Selama kehamilan kalsium digunakan untuk mineralisasi tulang dan gigi fetus. Fetus akan menarik kalsium sebanyak 13 mg/jam atau 250-300 mg/hari dari suplai darah maternal. Kalsium disimpan juga sebagai persiapan laktasi. Jika asupan kalsium pada ibu hamil rendah maka kalsium untuk fetus akan diambil dari simpanan tulang ibu sendiri (Zeni et al 2003; Olausson et al 2008; Janakiraman 2003; Avendano-Badillo et al 2009). Liu et al (2010) menemukan bahwa suplementasi melalui susu dengan menambahkan kalsium karbonat secara signifikan dapat meningkatkan serum osteocalcin yang dapat meningkatkan pembentukan tulang, menurunkan urinary hydroxyproline dan menurunkan resorpsi tulang. Konsmsi susu yang difortifikasi kalsium bagi ibu hamil harus ditingkatkan terutama pada trimester ketiga saat pertumbuhan skeletal fetus mencapai puncaknya sehuungan dengan mencegah defisiensi kalsium pada ibu yang dapat merusak gigi dan tulang ibu.

2 thoughts on “Kebutuhan Gizi Ibu Hamil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s