Pedoman Penerapan Cara Produksi Makanan Yang Baik (CPMB)

I. Latar Belakang

Makanan merupakan salah satu bahan pokok dalam pertumbuhan dan kehidupan bangsa serta mempunyai peranan yang penting dalam pembangunan nasional, oleh karena itu masyarakat perlu dilindungi keselamatan dan kesehatannya terhadap produksi dan peredaran makanan yang tidak memenuhi syarat.

II. Tujuan

Tujuan dari penerapan Cara Produksi Makanan yang Baik (CPMB) adalah menghasilkan produk akhir yang Aman, Bermutu, dan Sesuai selera konsumen.

III. Ruang Lingkup

Ruang lingkup dalam penerapan CPMB adalah:

  1. Pengadaan bahan mentah
  2. Bahan
  3. Pengolahan bahan
  4. Bahan pengemas
  5. Mutu produk akhir
  6. Keterangan produk
  7. Disain dan fasilitas pabrik
  8. Penyimpanan
  9. Transportasi
  10. Higien dan kesehatan karyawan
  11. Pemeliharaan dan program sanitasi
  12. Laboratorium dan pemeriksaan
  13. Manajemen dan pengawasan
  14. Dokumentasi/pencatatan
  15. Penarikan produk
  16. Pelatihan dan pembinaan

IV. Kegunaan CPMB bagi Pemerintah

CPMB bagi pemerintah berguna sebagai dasar untuk mendorong dan menganjurkan industri makanan untuk menerapkan cara produksi makanan yang baik dalam rangka:

  1. Melindungi konsumen dari produksi makanan yang tidak memenuhi syarat
  2. Memberikan jaminan kepada konsumen bahwa makanan yang diproduksi layak dikonsumsi
  3. Mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan terhadap makanan yang diperdagangkan secara internasional
  4. Memberikan bahan acuan dalam program pendidikan di bidang makanan kepada industri dan konsumen.

V. Kegunaan CPMB bagi Industri

CPMB bagi industri berguna sebagai dasar/acuan dalam menerapkan praktek cara produksi makanan yang baik dalam rangka:

  1. Memproduksi dan menyediakan makanan yang aman dan layak unyuk dikonsumsi
  2. Memberikan informasi kepada masyarakat, seperti pelabelan, dll.
  3. Mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan dunia Internasioanl terhadap makanan yang diproduksinya.

 

 

  1. Pengadaan Bahan Mentah. Ketelitian dalam pengadaan bahan mentah diperlukan untuk mengurangi bahaya pada tahap selanjutnya dalam rantai produksi makanan.
  2. Disain dan Fasilitas Pabrik. Disain dan fasilitas pabrik perlu mendapat perhatian khusus karena disain dan kontruksi yang higienis, lokasi yang tepat, dan penyediaan fasilitas yang cukup diperlukan untuk dapat mengendalikan bahaya yang mungkin timbul.
  3. Proses Pengolahan. Untuk mengurangi risiko terhadap produksi makanan yang tidak memenuhi persyaratan mutu dan keamanan perlu dilakukan tindakan pencegahan untuk menjamin mutu dan keamanan makanan melalui pengawasan yang ketat terhadap kemungkinan bahaya yang timbul pada setiap tahap proses pengolahan.
  4. Bahan Pengemas. Penggunaan bahan pengemas yang sesuai dan memenuhi persyaratan akan mempertahankan mutu produk dan melindungi produk terhadap pengaruh dari luar.
  5. Mutu Produk Akhir. Produk akhir yang bermutu baik dan memenuhi persyaratan akan menjamin mutu dan keamanan produk dan meningkatkan kepercayaan konsumen.
  6. Keterangan Produk. Keterangan prduk mencakup label, lot/batch. Label yang jelas memudahkan konsumen dalam memilih, menangani, menyimpanm mengolahm dan mengonsumsi produk. Lot/batch diperlukan untuk dokumentasi produk.
  7. Higien dan Kesehatan Karyawan. Higien dan kesehatan karyawan diperlukan dalam memberikan jaminan bahwa pekerja yang mengalami kontak langsung atau tidak langsung dengan makanan tidak akan mencemari produk yang diolah.
  8. Pemeliharaan dan Program Sanitasi. Pemeliharaan dan program sanitasi menjamin terhindarnya kontaminasi silang terhadap makanan yang diproduksi.
  9. Penyimpanan. Cara dan keadaan lingkungan dalam penyimpanan merupakan faktor yang krusial demi menghasilkan produk makanan yang aman dan bermutu. Kesalahan dalam penyimpanan dapat berakibat penurunan mutu dan keamanan makanan.
  10. Transportasi. Transportasi produk makanan memerlukan pengawasan yang baik karena kesalahan dalam transportasi dapat mengakibatkan kerusakan makanan serta penurunan mutu dan keamanan makanan.
  11. Laboratorium dan Pemeriksaan. Adanya laboratorium dalam suatu perusahaan memudahkan pengusaha makanan mengetahui secara cepat mutu bahan baku, bahan tambahan, dan bahan penolong yang masuk ke dalam pabrik, serta mutu produk yang dihasilkan.
  12. Manajemen dan Pengawasan. Manajemen dan pengawasan diperlukan untuk memberikan jaminan bahwa semua persyaratan telah dipenuhi dan tahap-tahap dalam proses produksi telah dilaksanakan dengan baik sehingga mutu dan keamanan produk yang dihasilkan dapat dijamin.
  13. Dokumentasi/Pencacatan. Perusahaan yang baik mempunyai catatan yang lengkap dan rapih dalam endokumentasian. Pencatatan bermanfaat untuk: meningkatkan jaminan mutu dan keamanan produk, mencegah produk melampaui batas daluarsa, dan meingkatkan kredibilitas dan keefektifan sistem pengawasan makananan. Catatan yang diperlukan sebaiknya disimpan selama 1 periode melebihi masa simpan produk. Catatan yang diperlukan mencakup: jumlah dan tanggal produksi, serta distribusi yang meliputi tujuan, jumlah, dll.
  14. Penarikan Produk. Penarikan produk adalah tindakan menghentikan produk dari peredaran. Hal ini dilakukan apabila produk diduga merupakan penyebab timbulnya penyakit/keracunan makanan. Tujuan penarikan produk adalah mencegah timbulnya korban karena mengonsumsi produk yang membahayakan kesehatan. Tindakan perusahaan yang harus dilakukan apabila ada penarikan produk adalah: 1. Manager/kepala produksi menyiapkan prosedur penarikan produk dari pasaran, 2. Produk lain yang dihasilkan pada kondisi yang sama dengan produk penyebab keracunan seharusnya juga ditarik dari pasaran, 3. Masyarakat diberi peringatan tentang kemungkinan beredarnya produk berbahaya tersebut, 4. Produk yang ditarik tetap diawasi sampai saat dihancurkan/digunakan untuk keperluan lain, tetapi bukan untuk makanan manusia, 5. Produk yang terbukti berbahaya dan beracun tidak boleh diproduksi kembali.
  15. Pelatihan dan Pembinaan. Setiap karyawan perlu mendapat pelatihan dan pembinaan secara berkala. Kurangnya pelatihan dan pembinaan pada karyawan dapat menyebabkan kurangnya atau rendahnya kesadaran karyawan akan pentingnya mutu dan keamanan makanan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s