Modus Kejahatan

Assalamu’alaikum…

Akhir-akhir ini kekerasan di berbagai kota sudah sangat keterlaluan. Tidak lagi laki-laki sebagai korban, bahkan wanita dan anak-anak pun banyak sekali yang menjadi korban. Sang pelaku kejahatan pun tidak lagi segan-segan untuk membunuh dan memperkosa. Sudah saatnya, sebagai pengguna jalan, mari kita lebih berhati-hati dan tidak memancing penjahat untuk menjahati kita.

Modus kejahatan yang pernah saya alami (karena sy pernah menjadi korban kecopetan) adalah beberapa pelaku pura-pura muntah di angkot. Hari itu hari Jumat, saya bersama teman saya Ina sedang menjalani tes kerja di suatu perusahaan obat asing. Selesainya kami tes, saya dan Ina mau menuju Cibubur Junction dari arah Gunung Putri, Bogor. Saya ingin pulang ke Jakarta dan Ina ingin pulang ke Sumedang. Saya ingin pulang ke Jakarta naik taksi, karena pikir saya, saya belum mengetahui daerah ini jadi amannya saya naik taksi. Namun, teman saya Ina bilang ke saya. Berapa banyak uang yg harus saya keluarkan dari Cibubur Junction ke Jakarta kalau saya naik taksi. Sebelumnya tekad sy sudah bulat ingin naik taksi, tapi entah kenapa tekad sy pun meluntur ketika Ina bilang mengenai hal tadi. Beberapa bulan ini memang pengeluaran sy banyak, mulai dari persiapan ujian apoteker, sampai memenuhi panggilan beberapa perusahaan untuk sy bekerja. Jadilah sy memberanikan diri untuk naik angkot. Perjalanan naik angkot menuju terminal kp.rambutan sama sekali saya tidak tahu jalannya. Saya pun tanya sesama penumpang di dalam angkot. Terus terang, sy terlihat sekali sebagai penumpang yg tidak mengetahui daerah itu. Saya pikir naik turun penumpang adalah hal biasa, namum naiknya 2 penumpang yang menurut saya biasa ini menjadi musibah buat saya. Dua penumpang ini tidak naik bersamaan. Satu orang dulu yang naik, setelah itu baru satu orang berikutnya naik. Tidak lama begitu mereka naik, mereka membuat suatu hal yang tidak mengenakkan. Dua orang tadi duduk di sebelah saya. Sebut saja A dan B. Si B duduk di sebelah kanan saya, si A duduk di sebelah si B. Di sebelah kiri saya duduk seorang wanita yang sebelumnya sudah naik sebelum saya bersama penumpang lainnya. Si A muntah-muntah di dalam angkot dan muntah mengeluarkan mukanya ke kaca angkot. Siapa yang tidak jijik dengan hal tersebut. Si B pun jijik dan memalingkan mukanya ke arah saya. Saya sempat melihat mukanya, namun rasanya cuma sedetilk, karena sy jijik jadi saya memalingkan muka saya ke kiri. Saya ingat sekali, saya tutupi tas saya dengan jaket saya. Setelah kejadian muntah tersebut, A dan B turun bersamaan. Saya menjadi curiga, karena mereka tos tangan setelah turun. Saya melihat tas saya sudah kebuka. Dua handphone saya dalam 1 tempat handphone hilang, namun alhamdulillah hanya dua handphone. Dompet dan android tidak hilang. Saya ditolong oleh 3 penumpang lainnya, mencari kembali 2 orang yang mengambil Hp sy (di tempat 2 org tadi turun), namun tidak ketemu. Setelah itu, saya benar-benar memutuskan untuk naik taksi. Tidak peduli berapa pun bayarnya, asal saya aman! Modus kejahatan tersebut adalah pura-pura muntah. Hal lain yang pernah teman saya alami adalah sama seperti saya, ada 2 orang, tapi yang satu kakinya pura-pura keram. Hati-hati dengan modus kejahatan muntah dan keram oleh yang dilakukan oleh penjahat. Kalau ada penjahat yg melakukan seperti itu, segera turun dari angkot/bis dan naik taksi yg dipercaya seperti Blubird/Silverbird atau ke Pak Polisi terdekat.

Modus kejahatan lainnya adalah 2 motor memepet mobil. Hari selasa kemarin, mama saya mendapat musibah tasnya diambil di dalam mobil. Kok bisa, bagaimana ceritanya? Ketika saya di kantor, mama saya menelepon saya dengan suara panik minta saya untuk segera memblokir kartu-kartu kredit dan atm-atmnya karena mama diambil tasnya sama orang. Tanpa tanya kenapa, karena mama sedang panik, saya menyuruh mama untuk langsung ke kantor polisi terdekat dan saya akan segera menelepon bank-bank tempat mama membuat kartu kredit dan atm. Malamnya, mama saya cerita. Pagi menjelang siang, sekitar pukul 10 lewat di daerah Kemayoran ke arah PRJ, mobil mama dipepet oleh 2 motor. Motor tersebut menunjuk-nunjuk ke ban mobil mama. Karena sudah dipepet, mamapun memberhentikan mobilnya, namun satu motor di dekat pintu mobil sebelah supir, sudah membuka pintu mobil dan langsung mengambil tas mama yang mama taruh di atas jok mobil sebelah supir. Mama panik, keluar segera meminta bantuan kepada masyarakat sekitar. (Di tempat kejadian, banyak orang yg berlalu lalang). Ada satu orang Bapak yang mau menolong mama, tapi Bapak tersebut ditarik tangannya oleh istrinya, karena istrinya takut suaminya yg jadi korban. Akhirnya Bapak tersebut teriak ke mama, bilang kalau mama naik mobil saja dan lari karena ada teman penjahat yang mengambil tas mama di belakangnya. Mamapun kembali ke mobil dan mengencangkan kecepatan mobilnya.

Sebelum kejadian mama, teman kantor saya pun mengalami kejadian serupa seperti mama. Laptop, Hp, dompetnya pun diambil. Perbedaannya adalah teman saya ini benar-benar ditodong (ditodong pisau) setelah dia keluar dari mobilnya. Kejadian teman saya ini di daerah Cempaka Putih.

Korban dari ketiga cerita di atas adalah wanita. Ketiga daerah yang disebutkan di atas merupakan daerah rawan di Cibubur dan di Jakarta. Sekarang sepertinya penjahat tidak memandang korbannya lagi. Kejahatan semakin meningkat. Diperlukan kewaspadaan yang setinggi-tingginya dari pengguna jalan. Selalu ada hikmah di setiap kejadian. Semoga doa dan zikir kita selalu menyelamatkan kita.

Wassalamu’alaikum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s