Liburan 2 Hari di Medan

Assalamu’alaikum,

Sedikit ingin bercerita tentang liburan yg berlangsung hanya 2 hari di Medan. Lumayan dapat melepas kesibukan dr pekerjaan walaupun capek juga (krn memang weekend lebih baik d rumah,mungkin). Tujuan kami ke rumah adalah untuk melihat nenek.

Saya berangkat bersama keluarga naik pesawat Garuda. Memang kalau kemana-kemana keluarga lebih senang memakai pesawat Garuda. Alhamdulillah tidak ada penundaan keberangkatan oleh maskapai tersebut. Sesampainya di Medan, sy&
keluarga ke rumah adik papa, karena nenek ada disana.

Bertemu keluarga besar memang merupakan hal yg paling bahagia. Sy senang sekali apabila berkumpul dengan keluarga besar mama&papa. Karena keluargalah tempat kita menampung apapun (kebahagiaan,kesedihan,dll). Kami disajikan makanan kesukaan kami, yaitu ikan selar😀.

Mungkin saat ini sy lebih menceritakan tentang makanan-makanan yg menjadi tempat makan sy selama 2 hari.

Setelah itu, sy&keluarga ziarah ke makam kakek. Karena kakek kami (Syamsudin Thayeb Siregar) adalah salah satu pahlawan d Medan, maka beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Jl. Sisingamangaraja, Medan. Saat kemarin, hanya kami yg berziarah. Disana kami meminta tolong petugas makam agar makam kakek di cat agar lebih terlihat rapih.

Setelah dr Taman Makam Pahlawan, kami pergi makan duren di Ucok Durian. Medan memang terkenal dengan durennya yg enak. Di Ucok durian, kami mecoba 3 buah duren. 1 duren hargany 20rb. Durennya enak2. Ternyata dr ke-3 duren tersebut warna kulit buahnya beda2 (ada yg kuning, ad yg putih, ad yg abu2) dan ketiga rasa duren tersebut pun juga beda namun 1 yg sama, yaitu rasanya enak😀.

Setelah dr Ucok Durian, kami ingin mencoba es campur yg enak. Tante sy mengantar kami ke es campur d Pasar Petisah. D satu tempat dg es campur tersebut terdapat jualan bakso. Sy lg ingin sekali makan bakso, oleh karena itu sy dan adik sy memesan bakso. Ternyata baksonya enak sekali&es campurny juga tidak kalah enaknya. Yg berbeda dr es campur lainnya adalah, es campur tersebut memakai jagung manis yg kecil-kecil&rasa airnya seperti rasa cendol (sy bilang seperti ya bukan sama :D). Baksonya pun lezat, namun yg membedakan dg yg lainnya adalah baksonya menggunakan sambal hijau pedas. Jd terasa segar sekali. Setelah dr Pasar Petisah, kami balik ke rumah nenek.

Malamnya, kami makan di Sate Memeng di Jalan Bandung. Selain sate, kami juga makan mie rebus. Mie rebusnya juga beda dg mie rebus di Jkt, krn kuahnya kental&dipadukan dg bumbu sate. Lezat sekali lah pokonya. Daging satenya juga lembut. Daging sate ada 3 macam, daging ayam, kambing&lembu. Sate&mie rebus di Hj. Memeng ini adalah kesukaan almarhum kakek. Dulu kakek (dr cerita2 anaknya) suka beli&dbungkus unt makan bersama istri&anak2ny. Setelah dr Sate&Mie rebus H.Memeng, kami pulang k rumah nenek.

Keesokan paginya, kami semua tidur sangat lelap. Untungnya waktu d Medan lebih lambat jadi subuhnya juga lebih lama. Waktu subuh di kota Medan adalah pukul 05.10. Setelah selesai solat subuh berjamaah, kami semua tidur kembali🙂 (karena lelah sekali).

Pukul 08.00 tante sy membangunkan kami semua untuk makan lontong. Lontong disini juga lain, karena memakai kuah tauco dan sangat pedas sekali. Herannya keluarga kami di Medan tidak merasakan pedasny makanan ini. Mereka tertawa karena kami kepedasan. Akibat kepedasan, sy, papa, dan adik saya, ga lama setelah makan makanan yg pedas, kami bertiga ke WC yg berbeda.

Siang harinya kami sekeluarga sedang😀 makan siang di Soto Medan Sinar Pagi. Di tempat makan ini ramai sekali orang-orang yang makan. Sotonya memang enak dan lagi2 sambalnya pedas. Soto Medan ini berisi daging seperti Soto Padang, namun menggunakan kuah santan (Soto Padang kuahnya bening).

Setelah dari makan siang, kami membeli oleh2 untuk keluarga di Jakarta. Oleh2 yg kami beli antara lain adalah Manisan jambu&kedondong, Bolu Meranti, Bika Ambon Zulaikha, duren Ucok. Manisan jambu&kedondong terdapat di Bika Ambon Zulaikha, Bolu Meranti terletak d Jalan Kriung. Alhamdulillah semua makanan terebut telah memiliki sertifikat Halal dr MUI.

Ada yg menarik dr pengemasan durian untuk dibawa di Jakarta. Ada kemasan kecil, sedang, dan besar. Kemasan kecil memuat kira2 7-9 durian. Kemasan besar memuat kira2 16-19 durian. Dikemasny pun berlapis-lapis&dilapisi dengan daun. Hal ini mungkin dikarenakan agar wangi durian tidak tercium oleh penumpang2 lain di pesawat.

Setelah selesai semua perjalanan liburan sy&keluarga di Medan. Kami pulang dg menggunakan penerbangan terakhir pesawat Garuda. Kali ini kami terlalu cepat sampai di bandara Polonia, sehingga sy&keluarga singgah d lounge terlebih dahulu. Lounge disini tidak kalah seperti lounge di bandara Soekarno-Hatta.

Yg tidak kalah mengesankan adalah pemandangan alam Indonesia di luar pesawat. Sungguh indah&mengagumkan ciptaan Allah SWT. Subhanallah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s