Awal Pertemuan

Teringatku d depan ruangan itu. Pria berbatik yg menjaga pintu bersamaku, menendang sepatuku dan tidak mau mengambilnya. Tampak percaya diri dengan guyonan yg justru membuatku kesal, mengapa sepatuku tidak diambilnya setelah dia menendangnya. Acara terus berlangsung dan waktupun terus berlanjut. Aku bingung siapa yg akan mengantarku malam-malam di waktu itu, yang sudah jelas sekali tidak akan ada angkot. Dengan percaya diri pria tadi menawarkan tumpangan…baiklah aku menerima. Sampailah kami d depan kosanku, dia pamit dan tidak bilang apa-apa lagi. Namun, kenapa aku jadi penasaran…memang dia siapa? Sempat menyesal tidak menanyakan apa-apa sebelum dia pamitan dan pergi. Pikirku kalau jodoh tidak kemana, namun tetap berharap keesokan harinya aku bisa bertemu dengannya lagi. Ternyata Allah mempertemukan kami kembali dan ternyata aku cinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s