Gambaran Umum Badan POM Indonesia

Latar Belakang

Kemajuan teknologi telah membawa perubahan-perubahan yang cepat dan signifikan pada industri farmasi, obat asli Indonesia, makanan, kosmetika dan alat kesehatan. Dengan menggunakan teknologi modern, industri-industri tersebut kini mampu memproduksi dalam skala yang sangat besar mencakup berbagai produk dengan “range” yang sangat luas. Dengan dukungan kemajuan teknologi transportasi dan entry barrier yang makin tipis dalam perdagangan internasional, maka produk-produk tersebut dalam waktu yang amat singkat dapat menyebar ke berbagai negara dengan jaringan distribusi yang sangat luas dan mampu menjangkau seluruh strata masyarakat. Konsumsi masyarakat terhadap produk-produk termaksud cenderung terus meningkat, seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat termasuk pola konsumsinya. Sementara itu pengetahuan masyarakat masih belum memadai untuk dapat memilih dan menggunakan produk secara tepat, benar dan aman. Di lain pihak iklan dan promosi secara gencar mendorong konsumen untuk mengkonsumsi secara berlebihan dan seringkali tidak rasional. Perubahan teknologi produksi, sistem perdagangan internasional dan gaya hidup konsumen tersebut pada realitasnya meningkatkan resiko dengan implikasi yang luas pada kesehatan dan keselamatan konsumen. Apabila terjadi produk sub standar, rusak atau terkontaminasi oleh bahan berbahaya maka risiko yang terjadi akan berskala besar dan luas serta berlangsung secara amat cepat. Untuk itu Indonesia harus memiliki Sistem Pengawasan Obat dan Makanan (SisPOM) yang efektif dan efisien yang mampu mendeteksi, mencegah dan mengawasi produk-produk termaksud untuk melindungi keamanan, keselamatan dan kesehatan konsumennya baik di dalam maupun di luar negeri. Untuk itu telah dibentuk Badan POM yang memiliki jaringan nasional dan internasional serta kewenangan penegakan hukum dan memiliki kredibilitas profesional yang tinggi.

Visi dan Misi

Visi: Menjadi institusi pengawas obat dan makanan yang inovatif, kredibel dan diakui secara internasional untuk melindungi masyarakat.

Misi:

  1. Melakukan pengawsan pre-market dan post-market berstandar internasional.
  2. Menerapkan sistem manajemen mutu secara konsisten.
  3. Mengoptimalkan kemitraan dengan pemangku kepentingan di berbagai lini.
  4. Memberdayakan masyarakat agar mampu melindungi diri dari obat dan makanan yang berisiko terhadap kesehatan.
  5. Membangun organisasi pembelajaran (learning organization).

Fungsi Badan POM

  • Pengaturan, regulasi, dan standardisasi;
  • Lisensi dan sertifikasi industri di bidang farmasi berdasarkan Cara-cara Produksi yang Baik;
  • Evaluasi produk sebelum diizinkan beredar;
  • Post marketing vigilance termasuk sampling dan pengujian laboratorium, pemeriksaan sarana produksi dan distribusi, penyidikan dan penegakan hukum.
  • Pre-audit dan pasca-audit iklan dan promosi produk;
  • Riset terhadap pelaksanaan kebijakan pengawasan obat dan makanan;
  • Komunikasi, informasi dan edukasi publik termasuk peringatan publik.

Budaya Organisasi

Untuk membangun organisasi yang efektif dan efisien, budaya organisasi Badan POM dikembangkan dengan nilai-nilai dasar sebagai berikut:

  • Profesionalisme: menegakkan profesionalisme dengan integritas, obyektivitas, ketekunan dan komitmen yang tinggi.
  • Kredibilitas: memiliki kredibilitas yang diakui masyarakat luas, nasional dan internasional.
  • Tanggap: tanggap dan cepat dalam mengatasi masalah.
  • Teamwork: mengutamakan kerjasama tim.

Kerangka Konsep Sispom

Pengawasan obat dan makanan memiliki aspek permasalahan berdimensi luas dan kompleks. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengawasan yang komprehensif semenjak awal proses suatu produk hingga produk tersebut beredar di tengah masyarakat. Untuk menekan sekecil mungkin risiko yang bisa terjadi, dilakukan SISPOM (Sistem Pengawasan Obat dan Makanan) yang mencakup 3 lapis, yaitu:

  1. Sistem Pengawasan Produsen: pengawasan terhadap Cara-Cara Produksi yang Baik agar tidak menyimpang dari standar mutu.
  2. Sistem Pengawasan Konsumen: peningkatan kesadaran dan pengetahuan mengenai kualitas produk yang digunakan dan cara-cara penggunaan produk yang rasional.
  3. Sistem Pengawasan Pemerintah: dalam hal ini Badan POM melalui pengaturan dan standardisasi, penilaian keamanan, mutu dan khasiat produk sebelum diizinkan beredar di Indonesia, pengambilan sampel dan pengujian laboratorium produk yang beredar serta peringatan kepada publik yang didukung penegakan hukum dan KIE (komunikasi, informasi dan edukasi).

Struktur Organisasi BPOM

4 thoughts on “Gambaran Umum Badan POM Indonesia

  1. mlm para pengurus2 badan POM indonesia
    saya ingin tahu ttg kosmetik yg ditarik oleh badan pom krna marraknya kosmetik mengandung mercury .dan saya salah 1 pemakai kosmetik dengan nama kosmetik KRIM ANISA kosmetik tersebut menyebutkan bahwa telah lulus badan POM dan memang dr 27kosmetik yg ditarik krim anisa tdk tertera.tetapi krna saya khawatir saya MOHON INFONYa…krna produck ini sdh produksi slama 6thn dan bukan hanya saya pemakainya ms bnyak jutaan org dsana.jd tolong infonya dan selamatkanlah kesehatan kami sebelum terlambat
    THANKS
    SILVY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s