Bahagia

Awalnya saya merasa bahagia bisa bersama orang lain. Saya bahagia kalau saya jalan-jalan atau saya bahagia kalau saya bisa shopping. Namun, seseorang juga bisa bikin saya kecewa, jalan-jalan juga bisa membuat sedih; misalnya bertemu seuatu atau seseorang yg tidak menyenangkan, dan setelah shopping uang semakin menipis. Ketika perasaan mulai sedih atau gundah gulana, saya membiasakan untuk berdoa, diam sebentar atau bahkan nangis (apabila sangat sedih sekali), lalu memulai kegiatan sosial dimulai dari hal yang paling kecil, misalnya saling bertegur sapa dengan teman, saudara atau tetangga. Yang dapat membuat seseorang bahagia adalah seseorang itu sendiri.

Kesedihan itu biasa; yang merupakan bagian dari kehidupan. Janganlah terlalu larut dalam kesedihan. Apabila sangat menyakitkan dan sangat sulit dihilangkan, maka bersabarlah. Dengan doa dan adanya interaksi sosial dengan orang lain cepat atau lambat, kesedihan itu akan hilang.

Kebahagiaan yang membuat benar-benar bahagia bukanlah karena banyak uang, mendapat nilai bagus, mempunyai pekerjaan dan atau posisi yang hebat, mempunyai suami/istri yang kaya, mempunyai suami/istri yang ganteng/cantik, mempunyai tempat terhormat di masyarakat, dsb, karena hal tersebut sifatnya hanyalah sementara…namun kebahagiaan yg hakiki datangnya dari hati individu sendiri. Bagaimana agar kebahagiaan yang hakiki itu ada? Dekatkanlah diri kepada Yang Menciptakan Kita.

Berikan kebahagiaan pada diri sendiri, pada orang lain dan berdoalah memohon kebahagiaan.

Wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s