Jogja (bagian-I)

Yeaaay,ke Jogja. Setelah berkelana ke Surabaya bersama kekasih hati, akhirnya pergi juga ke salah satu kota wisata di Indonesia, yaitu Jogjakarta. Perjuangan sy merebut tiket pesawat murah ke Jogja, bahkan lebih murah daripada kereta dan bis.. menyenangkan. Akhirnya sy mendapat tiket pada pagi hari banget sehingga setelah subuh mengharuskan sy dan keluarga berangkat dari rumah. Saat ini sy sedang berada di bandara, tepatnya sedang menunggu boarding d pojokkan terminal 1 A gate A 7 bersama adik-adik dan penumpang lainnya….(Tunggu cerita selanjutny krn sy mau boarding)🙂

Halo kembali lagi🙂 Sebelum memutuskan mau naik apa ke Jogja, cobalah untuk memikirkan lebih baik naik apa, seperti pesawat, kereta, bus, atau bawa mobil sendiri.

Pertimbangan yg perlu diperhatikan adalah keselamatan, harga, season/hari2 tertentu yg berpengaruh terhadap kemacetan, harga hotel, keramaian hotel sehingga harus cepat-cepat booking. Setelah melihat promo tiket pesawat ada yg lebih murah daripada harga transportasi lainnya, maka saya memutuskan untuk memilih pesawat.

Setelah mendarat di bandara adisucipto, saya sekeluarga dijemput oleh travel hotel, yaitu Track. Saya menginap di hotel Ibis. Hotel Ibis merupakan hotel bintang 3 d kawasan Malioboro. Sebelumnya saya mencoba booking hotel di daerah kota Jogja, namun kebanyakan sudah penuh. Akhirnya yang masih kosong adalah hotel Ibis.

Saya sekeluarga dijemput oleh mobil Avanza. Pertama-tama saya sekeluarga merencanakan makan pagi di Ayam Goreng Suharti, namun karena masih terlalu pagi Ayam Goreng Suharti belum buka. Akhirnya mas Yogi (driver Tract), memberi saran untuk makan d rumah makan Miroso, rumah makan kesukaan presiden Indonesia ke-6, yaitu Susilo Bambang Yudoyono (SBY). Menu utama di Rumah Makan Miroso adalah Soto Ayam. Soto ayamnya memang enak banget. Di dinding rumah makan tersebut ada foto bersama Presiden SBY beserta Ibu Ani Yudoyono. Rumah makan Miroso ada di Jalan Adisucipto atau yang dulu dikenal dengan Jalan Solo.

Setelah makan di Rumah Makan Miroso, saya sekeluarga pergi ke Candi Prambanan. Candi Prambanan juga terletak di Jalan Adisucipto/Jalan Solo. Di sepanjang jalan dari Rumah Makan Miroso ke Candi Prambanan, ada beberapa candi yang dapat dilihat, yaitu Candi Kalasan dan Candi Sari. Dua candi tersebut tidak besar seperti Candi Prambanan.

Sesampainya di Candi Prambanan, saya sekeluarga membeli tiket per orang yang dikenakan biaya sebesar Rp 23.000,- Di komplek Candi Prambanan ada beberapa Candi lagi, antara lain adalah Candi Sewu. Untuk berjalan-jalan di sekitar Candi Prambanan terdapat pilihan transportasi, harganya tentu lebih mahal, tetapi ga begitu jauh, yaitu Rp 30.000,- Saya sekeluarga memilih yg 23rb karena sudah ada yang mengantar dan menjemput. Di dalam komplek Candi Prambanan pemandangan yang dapat dilihat adalah bunga yang indah, kuda, 1000 candi; diantaranya candi yang besar adalah Candi Siwa, Ganesha, Angsa..yang terbesar adalah Candi Siwa. Untuk yang senang berfoto-foto akan banyak pemandangan foto yg bagus yang dapat diambil gambarnya. Jalan dari Candi ke luar (exit) lumayan jauh. Di sepanjang jalan tersebut dapat dijumpai Museum Prambanan dan Taman Rusa. Di Museum Prambanan ada alat-alat musik tradisional Jawa, salah satunya adalah Gamelan, Gong, dll, foto-foto, patung miniatur, benda2 peninggalan bersejarah lainnya. Menuju pintu keluar akan dijumpai pedagang-pedagang khas Jogja yang dapat dibeli.

Setelah Candi Prambanan, saya sekeluarga menuju Candi Plaosan yang terletak di Jalan Plaosan. Candi Plaosan tidak begitu besar seperti Candi Prambanan.

Setelah Candi Plaosan, saya sekeluarga menuju Candi Boko. Candi Boko terletak di Jalan menuju Candi Piyungan-Wonosari, dan di bukit sehingga jalan menuju Candi Boko harus menanjak. Candi boko juga bagus, apalagi pemandangan dari atasnya. Candi lain yang ada di dalam Candi Boko adalah Candi Pembakaran, selain candi terdapat Taman Rusa dan Air Terjun Kecil. Di sepanjang jalan menuju Candi Boko dari Candi Plaosan, akan sangat terasa sekali suasana pedesaan dengan daerah persawahan yg banyak, anak-anak bersepeda, ibu-ibu dengan topi petani sambil mengobrol di atas sepeda ontelnya.

Setelah Candi Boko, saya sekeluarga pergi ke Kotagede. Di Kotagede, saya melihat pembuatan perak. Seru melihat pembuatan perak.

Setelah dari Kotagede, saya sekeluarga pergi ke Gunung Merapi..gunung yang 2 bulan yang lalu meletus. Banyak sekali orang yang melihat Gunung Merapi pasca meletus. Mobil-mobil berplat variasi meramaikan daerah Gunung Berapi. (sayang sekali sy tidak dapat meng-upload foto2 daerah merapi pasca letusan)

Setelah dari Merapi, saya sekeluarga ingin makan di Soto Ayam Pak Min, namun adik saya bilang bahwa jangan soto lagi, karena sudah makan soto tadi pagi. Maka, mas Yoga..guide saya sekeluarga menyarankan makan di Bebek Goreng H. Slamet yang berada di Jalan Affandi atau yang dulu bernama Jalan Gejayan. Bebek Goreng ini sebenarnya tidak kalah enaknya dengan Bebek Borromeus di Bandung namun yang membedakan dengan Bebek Borromeus tersebut adalah sambal koreknya. Saya ingin mencontek resep sambal koreknya, tapi apa ya resepnya, yg keliatan hanya cabe aja ^.^

Setelah dari Bebek Goreng H.Slamet, saya sekeluarga menuju Batik Rumah di Jalan Nogosari. Batik di tempat tersebut merupakan batik tulis dengan banyak variasi.

Perjalanan menuju Jalan Nogosari apabila melewati alun-alun kidul,akan terlihat 2 pohon beringin kembar yg terpisah dalam jarak beberapa meter. Terdapat mitos pada pohon beringin tersebut, yaitu apabila dapat melewati 2 pohon tersebut dengan mata tertutup, maka orang tersebut dapat dikatakan orang yg beruntung. Banyak orang yg mencoba melewati 2 pohon beringin tersebut namun jarang sekali yg berhasil. Yang tidak berhasil kejadiannya lucu-lucu, yaitu ada yg jalan belok ke kanan/kiri bahkan kembali lg ke titik awal sebelum sampai ke pohon beringin. Setelah itu, kami menuju hotel untuk beristirahat.

Di samping hotel terdapat Malioboro Mall. Malioboro Mall sama seperti mall BIP di Bandung. Malam harinya, setelah pertandingan leg ke-2 Indonesia-Malaysia saya sekeluarga melewati Jalan Malioboro sekitar Hotel dan kembali ke hotel untuk tidur.

Penjelasan cerita candi-candi,sy terusin setelah perjalanan sy di Jogja selesai ya.

Wassalam…
LP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s