Analgesik dan Antipiretik

Melibatkan protein transmitter golongan eicosanoid. Protein transmitter itu adalah:

1. Prostaglandin

2. Prostasiklin

3. Leukotrien

4. Tromboksan

Semua protein transmitter di atas berasal dari golongan asam arachidonat.

Enzim yang terlibat dalam analgetik dan antipiretik adalah siklooksigenase dan lipooksigenase.

Prostaglandin

Apabila prostaglandin dilepaskan maka akan terjadi efek. Efek yang diakibatkan adalah:

1. Nosiseptor: pada bagian nosiseptor, prostaglandin akan meningkatkan sensitivitas saraf sensorik sehingga stimulus sakit meningkat.

2. Menstruasi: prostaglandin bertanggung jawab terhadap iskemi nekrosis endometriosis sehingga timbul rasa sakit.

3. Renal blood flow: prostaglandin akan meningkatkan vasodilatasi pembuluh darah.

4. Gastrik (saluran pencernaan): prostaglandin menyebabkan peningkatan sekresi mukus dan penurunan produksi H+ (asam lambung).

5. Uterus: prostaglandin akan meningkatan kontraksi pada dinding uterus sehingga memudahkan persalinan.

6. Termoregulasi: prostaglandin akan meningkatkan set point termoregulasi di hipotalamus sehingga suhu tubuh naik dan menyebabkan demam.

Bagaimana dapat menyebabkan demam? Demam akan menyebabkan tubuh menggigil. Menggigilnya tubuh ini diakibatkan karena suhu di tubuh tinggi sedangkan suhu di luar lebih rendah daripada suhu tubuh sehingga tubuh menggigil, maka panas dapat dikeluarkan dari dalam tubuh. Apabila suhu tubuh  kembali turun/normal, maka termoregulasi melihat suhu tubuh dingin, oleh karena itu termoregulasi akan meningktakan suhu kembali. Begitu pula apabila yang terjadi sebaliknya.

Analog prostaglandin: kerjanya agonis prostaglandin. Bagaimana telah disebutkan di atas, bahwa kerja prostaglandin, diantaranya:

  • untuk persalinan: induksi prostaglandin akan mempercepat proses persalinan.
  • untuk tukak lambung: dapat meningkatkan sekresi mukus.

Penggunaan analog prostaglandin diantaranya adalah:

  • untuk persalinan: dinoprost, dinoprostol, mifeprostol.
  • untuk tukak lambung: misoprostol.
  • untuk glaukoma (efek lokal): latanoprost.
  • sering digunakan penyalahgunaan obat mifeprostol: aborsi
  • efek samping: mual, muntah, diare, sakit kepala.

Tromboksan

Tromboksan berperan dalam proses pembekuan darah. Jika ada luka, tromboksan akan aktif sehingga mengaktifkan sel-sel darah, yaitu trombosit. Aktifnya trombosit akan menyebabkan benang fibrin aktif sehingga benang fibrin akan mengikat trombosit yang satu dengan trombosit yang lain.

Leukotrien

Leukotrien bertanggung jawab dalam reaksi imunologi.

Prostasikslin

Membantu kerja prostaglandin dan tromboksan.

Transmitter di atas berefek lokal dan sistemik.

Analgesik/Antipiretik

  • Mempunyai efek antiinflamasi.
  • merupakan NSAID (Non Steroid Anti Inflamation Drug).
  • mekanisme kerja: menghambat enzim siklooksigenase (COX 2), dapat memproduksi leukotrien, sehingga produksi prostaglandin turun, jumlah prostaglandin turun sehingga set point mengatur suhu tubuh.
  • Obat: paracetamol, peroksikam, fenilbutazon, diklofenak, ibuprofen (neoremasil), metamizol (antalgin), asetosal (aspirin), indometasin, dan naproxen.

Kenapa punya efek terhadap terhadap lambung? karena dapat menurunkan jumlah prostaglandin sehingga menurunkan sekresi mukus. Yang mempunyai masalah dengan lambung sebaiknya minum obat parasetamol saja.

Hal-hal penting yang terkait dengan obat analgetik/antipiretik adalah:

1. Efek samping penggunaan NSAID: gangguan lambung, gangguan kulit, dan gangguan darah pada pembekuan darah.

2. Penggunaan paracetamol yang lama/berlebih dapat menyebabkan hepatotoksik.

3. Efek antiagregasi pada penggunaan aspirin dapat dipakai sebagai obat kardiovaskular.

4. Pada asetosal dapat menyebabkan pseudoalergi (aspirin asma).

5. Hati-hati penggunaan NSAID yang lama karena dapat menyebabkan penurunan renal blood flow, menyebabkan gagal ginjal.

Asam arachidonat apabila dihambat oleh siklooksigenase, akan melewati jalur lipooksigenase sehingga mempengaruhi leukotrien. Apabila mempengaruhi pada saluran nafas akan menyebabkan asma.

Inhibitor siklooksigenase (COX 2)

  • 2 jenis isoenzim siklooksigenase: COX 1 dan COX 2.
  • COX 1: ada di seluruh tubuh. COX 2: hanya terdapat di daerah inflamasi. Di induksi oleh enzim penyebab inflamasi.

Dampak:

  • Inhibitor COX 1: semua efek akibat hambatan prostaglandin terjadi diantaranya analgesik/antiinflamasi, tukak lambung,hipoksia ginjal, dll.
  • Inhibitor COX 2: efek hambatan prostaglandin terjadi pada daerah inflamasi.

Obat: colecoxib, rofecoxib, veldecoxib, lumiracoxib.
Informasi terbaru: hati-hati terhadap efek kardiovaskular.

Pengembangan obat: menurunkan efek samping terhadap tukak lambung dan ginjal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s