Vitamin dan Mineral

Tentunya beberapa dari kita sudah mengetahui berbagai macam zat yang dibutuhkan oleh tubuh, atau bisa disebut juga sebagai nutrisi. Banyak industri farmasi yang telah membuat berbagai macam sediaan yang berfungsi sebagai nutrisi, baik dalam bentuk makanan, suplemen, susu, dll. Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba menuliskan tentang nutrisi yang saya tahu.

Nutrisi dibutuhkan oleh tubuh sebagai pembentukan energi sehingga kita dapat melakukan aktivitas, pertumbuhan badan, menjaga kelangsungan homesostatis dan fisiologis tubuh.

Nutrisi dikelompokkan menjadi 2 macam, yaitu mikronutrisi dan makronutrisi.

Makronutrisi adalah nutrisi yang dapat menghasilkan energi dan berfungsi sebagai pertumbuhan badan sehingga diperlukan dalam jumlah banyak. Makronutrisi biasanya sering dikonsumsi, misalnya lemak, karbohidrat, dan protein.

Mikronutrisi adalah jenis nutrisi yang tidak mempunyai fungsi sebagai energi maupun pertumbuhan tubuh secara langsung tetapi mikronutrisi ini berfungsi sebagai katalisator metabolisme atau homeostatis tubuh. Bisa dibilang sebagai koenzim. Yang termasuk dalam minronutrisi ini adalah vitamin dan mineral.

Untuk memperoleh vitamin, maka diperlukan konsumsi makanan yang bergizi cukup, bersih, dan seimbang. Vitamin dapat diperoleh dari makanan (sebagian besar) dan disintesis oleh tubuk kita sendiri (misalnya vitamin D dan vitamin B12).

Berikut ini adalah beberapa keadaan dimana vitamin dan mineral dibutuhkan dalam jumlah yang lebih besar daripada normalnya:

Bayi dan anak-anak (untuk masa pertumbuhan), wanita hamil (kebutuhan vitamin dan mineralnya meningkat), dan olahragawan.

Berkurangnya absorpsi vitamin dan mineral, disebabkan karena patologi/seseorang menderita sakit dan dalam penggunaan obat.

Asupan vitamin dan mineral berkurang, karena pola makan yang salah.

Meningkatnya biotransformasi vitamin pada perokok dan pengonsumsi alkohol.

Sintesis vitamin D berkurang pada penderita gagal ginjal.

 

Vitamin dikelompokkan menjadi vitamin larut air dan vitamin larut lemak.

Vitamin larut lemak, terdiri dari:

1. Vitamin A (retinol)

2. Vitamin D (kalsiferol)

3. Vitamin E (tokoferol)

4. Vitamin K

Vitamin larut air, terdiri dari:

1. Vitamin B1 (Thiamin) 5. Vitamin C (asam askorbat)

2. Vitamin B2 (Riboflavin) 6. Asam folat

3. Vitamin B6 (Piridoksin) 7. Nicotinamid

4. Vitamin B12 (Sianokobalamin)

 

Vitamin A

Sifatnya:

· Peka terhadap cahaya dan oksidasi

· Terbentuk dari provitamin karoten menjadi ester retinil

· Β karoten yang terdapat dalam nutrisi berperan penting dalam fungsi penglihatan

Indikasi: kekurangan vitamin A, karena : gangguan penglihatan, rabun senja, kulit kering, dan hiperkeratosis

Overdosis: menyebabkan mual, muntah, pusing.

Sumber: vitamin A dapat diperoleh dari telur& daging sedangkan β karoten dapat diperoleh dari sayur dan buah terutama sayuran berwarna.

 

Vitamin D

Sifatnya:

· Turunan/derivat dari vitamin D3 (kolekalsiferol) yang terdapat dalam tubuh

· Disintesis di kulit dengan bantuan sinar UV

· Berperan dalam metabolisme kalsium untuk pembentukan tulang dan gigi

Sumber: dari dalam tubuh (endogen) sedangkan asupan dari luar dapat diperoleh dari minyak ikan.

Kekurangan: dapat menyebabkan rakhitis dan osteomalasi.

Mekanisme sintesis vitamin D:

Matahari mengenai kulit membentuk 7-dehidrokolesterol. Di hati, 7-dehidrokolesterol (turunan kalsiferol) diubah menjadi 25-hidroksivitamin D3. Lalu, di ginjal, 25-hidroksivitamin D3 diubah menjadi 1,25-dihidroksivitamin D3. 1,25-dihidroksivitamin D3 inilah yang dapat menjaga keseimbangan kalsium dalam tubuh.

Penggunaan terapi: penyakit hati, ginjal, bayi dan anak-anak, serta untuk orang-orang yangg tinggal di daerah yang sedikit terkena UV.

Overdosis: dapat menyebabkan hiperkalsemia.

 

Vitamin E

Peranan:

· Sebagai antioksidan yang dapat mencegah oksidasi LDL dan proses oksidasi lainnya

· Membran fluiditas dan ektivitas beberapa enzim

Sumber: kacang-kacangan, minyak ikan, sayur, dan jagung.

Kekurangan: tidak ada suati kondisi yang spesifik.

 

Vitamin K

Peranan: berperan dalam proses pembekuan darah.

Kekurangan: dapat mengganggu proses pembekuan darah.

Penggunaan terapi: sebegai suplemen apabila digunakan bersama vitamin lain dan dalam bentuk tunggal dapat digunakan untuk gangguan pembekuan darah.

Vitamin B1

Bersama vitamin B lainnya berfungsi sebagai koenzim reaksi metabolisme tubuh.

Kekurangan: dapat menyebabkan penyakit beri-beri yang dikarakterisasi oleh polineuritis, parastesia, dan disertai udem; menyebabkan lemah dan lesu, nafsu makan berkurang, pegal-pegal, dan perubahan EKG (parah).

Sumber: roti, ikan, sereal, dan susu.

 

Vitamin B2

Diberikan bersama vitamin B lain.

Kekurangan: dapat menyebabkan dermatitis wajah, vaskularisasi kulit, dan konjungtivitis.

Sumber: roti, ikan, susu, kacang, telur, dan sayur.

 

Vitamin B6

Lebih banyak digunakan bersama vitamin B lainnya.

Dalam bentuk tunggal, biasanya diberikan kombinasi bersama INH (obat anti TBC).

Bersama dengan turunannya (piridoksal dan piridoksamin) digunakan sebagai koenzim, khususnya transaminase dan reaksi lain yang melibatkan amino.

Kekurangan: dapat menyebabkan dermatitis, neuritis perifer, dan kram.

Sumber: buncis, roti, sereal, daging, ikan, telur.

 

Vitamin B12, Asam folat, dan Zat Besi

Ketiga vitamin dan mineral di atas berperan dalam pembentukan erotrosit (eritropoesis).

Kekurangan: dapat menebabkan gangguan pembentukan eritrosit (anemia)

Penyebab anemia: gangguan eritropoisis, perdarahan, dan percepatan rusaknya eritrosit (anemia hemolitik)

Dalam eritropoisis dstimulasi oleh hormon eritropoitin, yang disekresi oleh ginjal. Jika terkena anemia nefrogenik (gagal ginjal) diberikan eritropoitin.

Gangguan eritropoisis disebabkan oleh 2 faktor, yaitu:

· Inhibisi pembelahan sel, karena DNA tidak mencukupi. Disebabkan karena kekurangan asam folat dan vitamin B12 sehingga menyebabkan anemia makrositik hiperkromik.

· Gangguan sintesa hemoglobin. Disebabkan karena kekurangan zat besi (Fe) sehingga menyebabkan anemia mikrosistik hipokromik.

 

Vitamin B12

Diproduksi oleh bakteri di bagian kolon.

Makanan yang kaya akan vitamin B12: hati, daging, ikan, dan susu.

Gangguan pada gastrointestinal menyebabkan defisiensi vitamin B12.

Defisiensi: anemia megaloblastik dan anemia pernisiosa.

 

Asam folat

Sumber: hati, susu, dan sayuran berdaun.

Defisiensi: anemia makrositik

Pada wanita hamil penting untuk mencegah anemia dan neural tube defect pada bayi lahir, karena asam folat penting untuk pembelahan sel.

 

Vitamin C

Sumber: sayur dan buah

Vitamin C disintesa di tanaman dan hewan. Hanya manusia, marmut, dan kera yang tidak dapat mensintesis vitamin C sehingga perlu asupan dari luar.

Fungsi:

· Antioksidan

· Peningkatan kolagen

· Peningkatan aktivitas trombin

· Peningkatan sisitem imun

· Penebalan pembuluh darah

· Metabolisme hormon anak ginjal, yaitu pembentukan adrenalin dan dopamin

· Penguraian asam amino siklik

· Perubahan folat menjadi tetrahidrofolat

Kekurangan:

· Kelelahan

· Perdarahan

· Gigi tanggal dini

· Skorbut

· Luka pada mulut

· Kulit kering

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s