Manajemen Waktu

Assalamu’alaykum,

Tulisan ini saya buat atas permintaan Vina teman saya yang ingin membuat buku ke-2-nya untuk orangtua terutama Ibu-Ibu Indonesia. Saya diminta untuk membagikan pengalaman bagaimana memanajemen waktu saya.

Saya selalu berusaha membangun konsistensi untuk manajemen waktu saya. Saya membagi waktu saya, merencanakan apa yang akan saya lakukan untuk esok hari. Ada saat dimana saya menemukan diri saya kembali melewati hari dengan tidak sesuai dengan yang saya rencanakan.

Hal sederhana yang saya lakukan sampai akhirnya saya menemukan cara yang sesuai buat saya dalam memanajemen waktu adalah membangun komitmen dengan hal yang sederhana, dijalani secara konsisten satu demi satu hingga menjadi kebiasaan baik yang menetap.

Komitmen sederhana tersebut adalah menuliskan apa yang akan dan mampu dijalani.

Buku “Eat That Frog” karangan Brian Tracy mengatakan bahwa jika kita melakukan hal yang paling tidak kita sukai di awal hari, maka sisa hari kita akan terasa ringan dan menyenangkan. Saya mengutip perkataan Mark Twain, yaitu “Makanlah katak hidup di pagi hari dan tidak ada yang paling buruk akan terjadi padamu di sisa harimu.”

Memanajemen waktu adalah tantangan buat saya, apalagi saya di tanah rantau yang tidak mempunyai asisten rumah tangga ataupun orangtua serta saudara yang membantu. Saya selalu berusaha agar bisa mengelola hari-hari saya bisa berjalan optimal dan maksimal. Saya juga bukan tipe orang yang anti asisten rumah tangga. Tentunya apabila ada asisten rumah tangga yang bisa membantu visi dan misi saya dalam mengurus rumah tangga dan membantu meringankan pekerjaan memberikan pendidikan di rumah kepada anak saya, tentunya saya pekerjakan. Hanya ada 3 orang selama baru 5 tahun saya di tanah rantau, ada asisten rumah tangga yang sesuai visi dan misi saya. Namun, 2 orang itu nikah dan tidak boleh bekerja oleh suaminya serta 1 orang lagi ibunya sakit izin terlebih dahulu namun akhirnya minta izin untuk mengurus ibunya karena hanya tersisa mereka berdua. Ayahnya sudah meninggal dunia.

Contoh hal yang terjadi pada saya sebagai berikut: Hal yang paling berat untuk emulai hari menurut saya adalah menghabiskan 1 juz Al-Qur’an sebelum panggilan adzan subuh serta olahraga. Maka, hal pertama jatah untuk memulai hari adalah menghabiskan 1 juz Al-Qur’an sebelum subuh serta olahraga setelah shalat subuh sebelum mengerjakan hal lainnya. Tentu saja di luar 2 hal di atas, masih banyak pekerjaan lain. Namun, setiap kali berhasil mengalahkan rasa malas dengan menghabiskan 1 juz Al-Qur’an dan olahraga, rasanya ada energi ekstra dan motivasi yang luar biasa untuk mengerjakan pekerjaan lainnya sehingga bisa berjalan lebih mudah. Frog menurut Brian Tracy atau katak menurut Mark Twain disini berarti hal yang paling penting yang ada dalam daftar kegiatan (to do list) .

Ada beberapa pantangan yang harus dilakukan sebelum target harian / “frog” itu dilakukan, misalnya katika bangun pagi dan semangat melakukan banyak kegiatan, namun tanpa disadari saya membuka media sosial. Waktu berjalan cepat, anak mulai bangun, dan saya pun terkekeh-kekeh menyelesaikan banyak hal dengan hati yang sedih. Waktu yang berharga yang seharusnya bisa dipakai untuk melakukan banyak hal pun hilang. Lebih buruk lagi, jika hal tersebut berulang esok harinya.

Kesimpulannya, cara memanajemen waktu saya adalah seperti berikut:1. Saya membuat Daftar Kegiatan Harian2. Saya memilih 3 hal penting (prioritas) yang akan dilakukan3. Dari 3 hal tersebut, saya memilih hal yang paling berat saya lakukan. Itu bisa menjadi “katak/ frog” yang harus dimulai awal4. Saya menjadikan “makan kodok” menjadi hal rutin dalam keseharian saya.

Saya berusaha komit dengan waktu yang saya buat. Jatuh bangun biasa, namun bagaimana saya bisa selalu bangkit dari jatuh. Semoga bermanfaat.

20170228_174600.jpg

Salah Satu Contoh Target Harian

Wassalamu’alaykum.

Membangun Keluarga Menghadapi Fitnah Akhir Zaman

Assalamu’alaykum…

Materinya sepertinya berat banget yak. Iya sih, saya juga beranggapan seperti itu. Hihihi. Tulisan ini saya buat untuk Mba Betty, karena Mba Betty ingin sekali mendengar ceramah Ustadz Salim Al. Fillah dengan tema Membangun Keluarga Menghadapi Fitnah Akhir Zaman yang berlangsung di Lombok beberapa bulan yang lalu, namun tidak bisa dikarenakan Mba Betty tinggal di Jambi. Berikut penjelasan Ustadz Salim A. Fillah.

Surat Al-Kahfi diturunkan sebelum Hijrah, setelah turunnyaSurat Al-Ghasiyyah. Dalam urutan Mushaf setelah Surat Al-Isra’. Jumlah ayatnya 110.

Keutamaan Surat Al-Kahfi

Rasulullah SAW bersabda,

“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi mulai hari Jumat atau pada hari Jumat, maka Allah memberikan cahaya kepadanya dari bawah mata kakinya hingga kolong langit.”

“Barangsiapa membaca sepuluh terakhir surat Al-Kahfi, maka ia terjaga dari Dajjal.”

“Siapa diantara kamu yang menjumpai Dajjal, maka hendaklah membacakan ayat-ayat pembuka surat Al-Kahfi.”

(HR. Muslim)

Apa hubungan surat Al-Kahfi dengan Dajjal? Mari menelaah sekilas terhadap masing-masing kisah dalam surat Al-Kahfi.

Kisah Ashabul Kahfi

Kisah ini adalah kisah beberapa pemuda yang beriman kepada Allah SWT dan menyeru manusia agar beriman kepada-Nya. Meski negeri mereka tengah dikuasai oleh penguasa/raja zhalim yang tidak beriman.

وَرَبَطْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ إِذْ قَامُوا فَقَالُوا رَبُّنَا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَنْ نَدْعُوَ مِنْ دُونِهِ إِلَٰهًا ۖ لَقَدْ قُلْنَا إِذًا شَطَطًا

“Dan Kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata: Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran.” (Al-kahfi:14)

هَٰؤُلَاءِ قَوْمُنَا اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ آلِهَةً ۖ لَوْلَا يَأْتُونَ عَلَيْهِمْ بِسُلْطَانٍ بَيِّنٍ ۖ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا

“Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka)? Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?” (Al-Kahfi:15)

Mereka memulai dakwah, namun didustakan dan ditindas oleh kaumnya. Oleh karena itu, Allah swt. memerintahkan kepada mereka agar bersembunyi di gua.

فَأْوُوا إِلَى الْكَهْفِ يَنْشُرْ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ رَحْمَتِهِ وَيُهَيِّئْ لَكُمْ مِنْ أَمْرِكُمْ مِرْفَقًا

“…maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu.” (Al-KAhfi: 16)

Allah swt. memberikan dukungan kepada mereka dengan menganugerahkan beberapa mukjizat agung.

وَلَبِثُوا فِي كَهْفِهِمْ ثَلَاثَ مِائَةٍ سِنِينَ وَازْدَادُوا تِسْعًا

“Dan mereka tinggal dalam gua mereka (tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun).”

  ۚوَتَرَى الشَّمْسَ إِذَا طَلَعَتْ تَزَاوَرُ عَنْ كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَإِذَا غَرَبَتْ تَقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ وَهُمْ فِي فَجْوَةٍ مِنْهُ ۞

“Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu.” (Al-Kahfi:17)

وَتَحْسَبُهُمْ أَيْقَاظًا وَهُمْ رُقُودٌ ۚ وَنُقَلِّبُهُمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَذَاتَ الشِّمَال

“Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; Dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri.” (Al-Kahfi:18)

Mukjizat-mukjizat itu diturunkan untuk menjaga para pemuda tersebut,hingga mereka bangun setelah berlalu 309 tahun. Saat itu merka menyaksikan bahea kaumnya telah beriman dan akhirnya mereka hidup di tengah masyarakat baru, di mana seluruh penduduknya mukmin.

Tertipu Hingga Menghina Prinsip

Kisah kedua adalah kisah seorang laki-laki yang diberi nikmat oleh Allah swt., namun ia lupa terhadap Pemberi nikmat, hingga ia berlaku sewenang-wenagn dan berani menghina prinsip-prinsip keimanan.

(الكهف:٣٢) وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلًا رَجُلَيْنِ جَعَلْنَا لِأَحَدِهِمَا جَنَّتَيْنِ مِنْ أَعْنَابٍ وَحَفَفْنَاهُمَا بِنَخْلٍ وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمَا زَرْعًا

“Dan berikanlah mereka sebuah perumpamaan dua orang laki-laki, Kami jadikan bagi seorang di antara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur dan Kami kelilingi Kedua

وَدَخَلَ جَنَّتَهُ وَهُوَ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ قَالَ مَا أَظُنُّ أَنْ تَبِيدَ هَٰذِهِ أَبَدًا

“Dan dia memasuki kebunnya sedang dia zalim terhadap dirinya sendiri; ia berkata: “Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya’.” (Al-Kahfi:35)

Maka nasib pemilik kebun yang terperdaya oleh kekayaannya adalah:

وَأُحِيطَ بِثَمَرِهِ فَأَصْبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ عَلَىٰ مَا أَنْفَقَ فِيهَا وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا وَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُشْرِكْ بِرَبِّي أَحَدًا

“Dan harta kekayaannya dibinasakan; lalu ia membulak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur itu roboh bersama para-paranya dan dia berkata: “Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku.” (Al-Kahfi:42)

Cara Berinteraksi Dengan Ketentuan Allah swt.

kisah ketiga adalah kisah nabiyullah Musa as. bersama Khidr, yaitu ketika masyarakat bertanya kepada musa as., “Siapa yang paling pandai di bumi ii?” Ia menjawab mereka dengan menyatakan dirinyalah yang paling pandai di dunia ini. Ia menyangka mempunyai ilmu yang dapat mengantarkannya menjadi manusia paling pandai, apalagi ia termasuk para rasul yang mendapat gelar ulul azmi.

Allah swt. mewahyukan kepadanya bahwa ada manusia yang lebih mengerti darinya. Karena itu Allah menyuruhnya melakukan perjalanan ke daerah tertentu, di pertemuan du alautan. Maka ia pun melakukan perjalanan jauh sampai merasa sangat lelah. Saat itu ia berkata kepada muridnya.

لَقَدْ لَقِينَا مِنْ سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا(الكهف:٦٢)

“sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini.” (Al-Kahfi:62)

Ia terus melakukan perjalanan dan benar-benar merasakan kelelahan. Hingga akhirnya, ia bertemu dengan seorang laki-laki shalih yang mempunyai ilmu penting yang tidak dimiliki oleh kebanyakan manusia, yaitu ke-istiqomahan (kepercayaan) pada ketentuan Allah swt. yang pasti mempunyai hikamh. Ilmu ini juga dinamakan ilmu pengenalan terhadap Allah swt. dengan sebenar-benarnya pengalaman

Musa as. pun bersedia belajar kepada Khidr. Namun sebelum dimulai proses belajar, khidr mengajukan kontrak belajar.

فَلَا تَسْأَلْنِي عَنْ شَيْءٍ حَتَّىٰ أُحْدِثَ لَكَ مِنْهُ ذِكْرًا

“maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu.” (Al-Kahfi:70)

Dan Musa as. menyetujui kontrak belajar tersebut,

قَالَ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ صَابِرًا وَلَا أَعْصِي لَكَ أَمْرًا

“Musa berkata: “Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun.” (Al-Kahfi:69)

Proses belajar itu menampilkan tiga perisai yang secara lahit nampak sebagai keburukan dan kezhaliman, yaitu:

  1. Perahu yang dilobangi oleh Khidr as., karena terdapat penguasa zhalim yang selalu berupaya merampas perahu baik yang dilihatnya.
  2. Anak yang dibunuh oleh Khidr karena ia akan membebani kedua orang tuanya yang mukmin dengan kedurhakaannya.
  3. Tembok di sebuah kota yang diperbaiki oleh Khidr tanpa imbalan. Padahal penduduk kota itu telah mengusir Khidr. Hal itu dikarenkan di bawah tembok terdapat kekayaan milik dua anak yatim, warisan orang tuanya yang shalih. Dan, jika tembok itu tidak di perbaiki, maka kekayaan itu tidak terjaga.

Tiga kasus di atas menggambarkan bahwa hikmahnya belum nampak, justru yang terlihat secara lahir tindakan itu tidak baik. Hal ini memberikan pelajaran kepada setiap mukmin bahwa Allah swt. menetapkan beberapa hal yang terkadang kita tidak mengetahui hikmahnya dan tidak memahami kebaikan yang ada di dalamnya. Ilmu seperti inilah yang tidak tertulis dalam Al-Qur’an. Hakikat inilah yang hendak Allah swt. ajarkan kepada Nabi Musa as. dan juga kepada kita semua.

Allah swt. Pemberi Kekuasaan di Bumi

Kisah terakhir adalah kisah Dzul Qarnain, raja adil yang menebar keberanian, keadilan, dan kebaikan di muka bumi. Ia mempunyai berbagai perangkat materi (ilmu dan teknologi) yang dapat mendukungnya untuk berkuasa dan sukses dalam kehidupan.

إِنَّا مَكَّنَّا لَهُ فِي الْأَرْضِ وَآتَيْنَاهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ سَبَبًا

“Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu.” (Al-Kahfi:84)

Ia mengelilingi dunia dari Timur hingga ke Barat untuk menebarkan hidayah kepada umat manusia dan mengisi dunia dengan keadilan serta kebaikan. Hingga akhirnya ia sampai ke suatu kaum yang hampir tidak dapat memahami ucapan.

قَالُوا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَىٰ أَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا

“Mereka berkata: “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” (Al-Kahfi:94)

 Meskipun mempunyai berbagai perangkat materi, namun Dzulkarnain tetap meminta bantuan kepada meraka, agar mereka bersikap proaktif.

فَأَعِينُونِي بِقُوَّةٍ أَجْعَلْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ رَدْمًا

“maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka.” (Al-Kahfi:95)

Akhirnya ia membangun tembok perkasa yang tetap berdiri hingga saat ini. Hingga kini, kita dapat mengetahui posisi Ya’juj dan Ma’juj sampai terjadinya hari kiamat dan mereka keluar dari tembok tersebut.

Keterkaitan Antar Empat Kisah

Kita harus ingat bahwa Al-Qur’an tidak mengungkap kisah secara terpisah-pisah, tanpa ada keterkaitan antara satu dengan yang lain. Kisah-kisah dalam Al-Qur’an merupakan satu kesatuan untuk menghadirkan makna tertentu. Misalnya, kisah Nabi Musa as. dalam surat ini tidak menyebutkan Fir’aun atau mu’jizat tongkkat, sebab penyebutan kisah dalam ayat ini mempunyai tujuan khusus. Dan, tujuan itu tidak terdapat dalam kisah Fir’aun bersama Nabi Musa as.

Jika demikian, apa benang merah yang menjadi penghubung empat kisah tersebut? Kisah-kisah tersebut memberikan gambaran mengenai bebrapa fitnah utama yang dihadapi manusia dalam menjalani kehidupan.

  1. Fitnah agama, di mana seorang mendapatkan fitnah, baik siksaan atau gangguan karena berpegang teguh pada agama, sehingga ia meninggalkannya. Fitnah seperti inilah yang menimpa Ashabul Kahfi, namun mereka dapat selamat dari fitnah tersebut.
  2. Fitnah kekayaan, fitnah inilah yang menimpa pemilik kebun yang tertipu oleh kekayaannya, sehingga meyeretnya pada kufur terhadap hari akhir,
    وَمَا أَظُنُّ السَّاعَةَ قَائِمَةً وَلَئِنْ رُدِدْتُ إِلَىٰ رَبِّي لَأَجِدَنَّ خَيْرًا مِنْهَا مُنْقَلَبًا
    “Dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku kembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada kebun-kebun itu.” (Al-Kahfi:36)
  3. Fitnah  ilmu, di mana seorang terkagum dengan ilmunya dan menyangka bahwa tidak seorang pun mengetahui seperti yang ia ketahui. Akibatnya ia meupakan sikap tawadhu’ atau bersusah-susah mempelajari ilmu yang tidak bermanfaat bagi masyarakat, atau menggunakan ilmu untuk hal-hal yang membahayakan masyarakat,atau menggunakan ilmu untuk hal-hal yang membahayakan masyarakat. Fitnah seperti ini nampak jelas dalam kisah Musa as. bersama Khidr. Ia lengah dan menyangka bahwa tidak ada seorang pun yang mengungguli ilmunya. Maka ketika tersadar, ia rela menempuh perjalanan panjang untuk belajar kepada Khidr dan bersikap tawadhu’ kepadanya, sebagaiman layaknya seorang murid terhadap guru.
    قَالَ لَهُ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰ أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا
    “Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?” (Al-Kahfi :66)
  4. Fitnah kekuasaan, dimana seorang yang dikaruniai kemampuan hebat, pengaruh yang luas, dan kekuasaan yang besar tekadang dapat menagantarkan kepada kebanggaan akan kekuatannya, kufur pada Tuhan-nya, dan sewenang-wenang kepada sesama. Maka kisah Dzulkarnain memberikan gambaran yang sebaliknya. Ia adalah sosok pemimpin yang adil dan menyandarkan keutamaan serta kekuatannya hanya kepada Allah swt.,
    قَالَ أَمَّا مَنْ ظَلَمَ فَسَوْفَ نُعَذِّبُهُ ثُمَّ يُرَدُّ إِلَىٰ رَبِّهِ فَيُعَذِّبُهُ عَذَابًا نُكْرًا
    “Berkata Dzulkarnain: “Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia kembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya.” (Al-Kahfi:87)
    وَأَمَّا مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُ جَزَاءً الْحُسْنَىٰ ۖ وَسَنَقُولُ لَهُ مِنْ أَمْرِنَا يُسْرًا
    “Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami.” (Al-Kahfi:88)
    ۖ قَالَ هَٰذَا رَحْمَةٌ مِنْ رَبِّي
    “Dzulkarnain berkata: “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku,”

Penyulut Fitnah

Empat finah inilah sebagai benag merah yang menghubungkan empat kisah dalam surat Al-Kahfi. Kira-kira di bagian tengah antara dua kisah pertama dan dua kisah kedua ayat 50 yang menggambarkan pemicu utama empat fitnah tersebut, yaitu iblis yang terlaknat.

أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا
“Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.” (Al-Kahfi:50)

Mungkinkah selaras dengan akal, jika kalian menjadikan musuh Allah swt. dan musuh kalian penolong?

Menjaga Diri Dari Fitnah

Dengan demikian uasana umum surat Al-Kahfi adalah meperingati agar terpelihara dari fitnah. Dalam hadis disebutkan bahwa surat ini dapat menyelamatkan manusia dari fitnah terbesar dalam sejarah kemanusiaan, sejak Nabi Adam as. hingga terjadinya hari Kiamat, yaitu fitnah Dajjal.
Rasulullah saw. bersabda,
“Tidak ada fitnah terdahsyat menurut Allah sejak diciptakannya Adam hingga terjadinya Kiamat, yang melebihi Dajjal.” (H.R. Al-Hakim)

Apa kaitan antara fitnah Dajjal dengan empat fitnah yang telah disebutkan? Dajjal akan muncul sebelum terjadinya kiamat dengan menebarkan empat fitnah di atas.

Dia akan memfitnahmanusia dalam urusan agama mereka, dengan mengajak manusia menjadikan Tuhan lain, selain Allah swt., untuk diibadahi. Ia akan memfitnah manusia dengan keajaiban-keajaiban yang diberikan Allah swt. kepadanya (seperti menghidupkan Abu rajab dan ibunya agar kufur kepada Allah swt.,semoga allah melindungi kita dari fitnahnya). Dengan demikian, kebanyakan manusia terfitnah kecuali orang-orang yang dit=rahmati Allah dirahmati Allah swt.

Ia membawa fitnah kekayaan, di mana ia diberi kemampuan untuk memerintahkan langit agar memberikan hujan pada tanah tertentu sehingga menumbuhkan tanaman, mengubah padang pasir yang tandus menjadi kebun yang hijau.

Ia membawa fitnah ilmu, di mana ia berbangga di hadapan manusia dengan mengungkap berbagai berita dan manusia dapat mempercayainya.

Fitnah terakhir yang dibawa Dajjal adalah fitnah kekuasaan, yang dengan kekuatan dan kekuasaanny, ia menindas dan menguasai beberapa bagian bumi (kecuali Mekkah dan Madinah)

Inilah fitnah besar yang harus di waspadai oleh setiap muslim di setiap tempat dan masa. Dan, kewaspadaan itu dapat dibangun dengan membaca surat Al-kahfi serta mentadabburi maknanya, terutama yang terkait dengan empat kisah tersebut beserta komentar rabbani terhadap kisah-kisah tersebut.

Tujuan Surat: Memelihara manusia Dari Fitnah

Ketika Surat ini mengungkap empat kisah, di mana benang merahnya adalah fitnah, maka setiap kisah dihiasi pelajaran yang dapat disimpulkan dari kisah itu. Dengan demikian ini  dapat membimbing kita pada pemeliharaan diri dari fitnah tersebut.

Inilah keindahan Al-Qur’an, ia tidak hanya mengungkap kisah tanpa tujuan, tetapi ia memaparkan empat kisah tersebut dengan maksud, agar manusia terpelihara dari empat fitnah tersebut. Adapun tujuan itu ditegaskan dalam penghujung setiap kisah.

Dengan demikian kita dapat memahami dengan jelas rambu-rambu misi yang diemban oelh surat Al-Kahfi, yaitu selamat dari aneka ragam fitnah. lalu bagaiman kita daoat selamat dari fitnah yang diungkap dalam empat kisah di atas?

Bahtera Penyelamat
1. Persahabatan yang shalih
Fitnah pertama adalah fitnah agama yang disebutkan dalam kisah Ashabul Kahfi. Agar kita terpelihara dari fitnah itu, maka surat ini memberikan bimbingan kepada kita agar:

  • Menjalin persahabatan dengan orang-orang shalih
    وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا
    “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (Al-Kahfi:28)Persahabatan yang shali dan kesabaran dalam mempertahankannya adalah sebaik-baik penolong manusia untuk menjaga komitmen.
  • Meningat akhirat, terutaman yang terkait dengan nasib yang akan diterima kaum mukmin dan akibat yang akan diterima orang-orang kafir. Ini merupakan obat mujarab untuk memelihara muslim dari berbagai fitnah yang menyertai hidupnya.

    وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ ۚ إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا ۚ وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ ۚ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا
    “Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.” (Al-Kahfi:29)

2. Tidak Terikat Dengan Dunia
Agar terhindar dari fitnah harta seperti yang menimpa pemilik dua kebun, maka Al-Qur’an menyebutkan dua hal setelah pengungkapan kisah secara langsung, yaitu:

  • Memahami hakikat dunia. Inilah yang dapat kita lihat dengan jelas pada ayat pertama setelah pemaparan kisah,
    وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
    “Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia.” Perhatikanlah dunia yang kalian kejar-kejar,
    كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ
    “Sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit.” Lantas apa yang terjadi pada bumi setelah itu?
    فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ
    “Maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi.” Ini terjadi dengan amat cepat, kemudian apa yang terjadi?
    فَأَصْبَحَ هَشِيمًا تَذْرُوهُ الرِّيَاحُ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ مُقْتَدِرًا
    “Kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Al-Kahfi:45)

Ayat ini menggambarkan kepada kita tentang jeda-jeda yang singkat, dari mulai permulaan hidup, pertengahannya, hingga akhir kehidupan. Tahapan-tahapan itu sangat cepat, sehingga kata sambung yang di gunakan adalah ‘fa’ (kata sambung yang menunjukkan urutan yang cepat, tanpa jeda). Perhatikan sekali lagi, (Maka menjadi subur … maka tumbuh-tumbuhan itu menjadi…)

فَاخْتَلَطَ ….فَأَصْبَحَ
Dunia ini tidak kekal dan segera berakhir. Karena itu, wahai kaum muslimin, jangan terpenjara olehnya, agar kalian selamat dari berbagai fitnah!

  • Mengingat akhirat, terutama yang terkait dengan pemaparan amal manusia di hadapan Dat Yang Maha Perkas. Seolah-olah mengingat akhirat merupakan prinsip utama yang dapat membentengi manusia dari seluruh fitnah (fitnah agama maupun fitnah harta).
    (يَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا( ٤٧
    “Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka.:47)  
    وَعُرِضُوا عَلَىٰ رَبِّكَ صَفًّا لَقَدْ جِئْتُمُونَا كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۚ بَلْ زَعَمْتُمْ أَلَّنْ نَجْعَلَ لَكُمْ مَوْعِدًا
    “Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris. Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada kali yang pertama; bahkan kamu mengatakan bahwa Kami sekali-kali tidak akan menetapkan bagi kamu waktu (memenuhi) perjanjian.” (Al-Kahfi:48)
    وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا ۚ وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا
    “Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun.” (Al-Kahfi:49)

3. Tawadhu (rendah Hati)
Untuk menjaga dari fitnah ilmu dan ketertipuan dengannya, setiap orang harus bersikap tawadhu’ kepada Allah swt., kemudian tawadhu’ kepda ilmu. Inilah yang dapat kita pahami dari ayat,
قَالَ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ صَابِرًا وَلَا أَعْصِي لَكَ أَمْرًا
“Musa berkata: “Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun”.

Padahal Musa as. adalah seorang nabi, rasul, dan ulul azmi, bahkan dia adakah kalimullah (orang yang diajak bicara langsung oleh Allah swt.). Oleh karena itu , jangan sampai Anda terpedaya oleh berbagai ijazah perguruan tinggi, ilmu yang luas, atau bahkan hafalan Qur’an, sehingga Anda terfitnah dan tidak bersikap tawadhu’ kepada Allah swt.

4. Ikhlas 

Fitnah kekuasaan diterapi dengn keikhlasan, sikap tawadhu’ kepada Allah swt. “Dzulkarnain berkata, ‘Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku.” (Al-Kahfi:95)

Oleh karena itu, surat ini memberi peringatan tegas kepada orang-orang yang mensekutukan Allah swt. dan tidak mengikhlaskan amal kepada-Nya,
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا
“Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” (Al-Kahfi:103)
الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا
“Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (Al-Kahfi:104)
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا
“Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.” (Al-Kahfi:105)

Ayat ini berkenaan dengan orang-orang musyrik dan memperingatkan manusia dari kesyirikan. Ayat ini kemudian ditutup dengan perintah kepada kaum mukmin agar mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah swt. semata.

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
“….. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”. (Al-Kahfi:110)

Barangsiap yang ingin benar-benar diterima amalnya oleh Allah swt. dan mendapatkan ridha-Nya pada hari kiamat nanti, hendaklah ia memenuhi dua hal. Pertama, melakukan amal yang benar, yaitu yang sesuai dengan contoh Rasulullah saw. Kedua, mengikhlaskan niat hanya untuk Allah swt. Dua hal penting inilah yang menjadi penutup surat Al-Kahfi.

Keindahan Sastra Surat Al-Kahfi
Di sela-sela pembahasan ayat-ayat dalam surat Al-Kahfi, kita jumpai beragam intro yang amat indah, sehingga menambah kecintaan dan keterpurukan hati kita dengan Al-Qur’an. Semua itu dituangkan untuk mendukung tercapainya tujuan yang hendak dicapai oleh surat ini.

Banyak Gerak Dan Sikap Positif
Dalam Surat ini, kita menyaksukan banyak gerakan yang menat=rik perhatian. Sebab seluruh isi Surat menggambarkan kisah tentang beberapa manusia yang selalu bergerak secara proaktif. Mulai dari Ashabul Kahfi yang meninggalakan keluarganya dan rumah untuk berlindung ke Goa, hingga kisah Nabi Musa as. yang berjalan menuju pertemuan dua lautan sampai benar-benar lelah.
لَقَدْ لَقِينَا مِنْ سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا
“Sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”. (Al-Kahfi:62)

Dan ketika Musa as. belajar bersma Khidr, terlihat banyak pergerakan,
ۖ فَانْطَلَقَا حَتَّىٰ إِذَا رَكِبَا فِي السَّفِينَةِ خَرَقَهَا
“Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidhr melobanginya.” (Al-Kahfi:71)

فَانْطَلَقَا حَتَّىٰ إِذَا لَقِيَا غُلَامًا فَقَتَلَهُ
“Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr membunuhnya.” (Al-Kahfi:74)

 ۖ فَانْطَلَقَا حَتَّىٰ إِذَا أَتَيَا أَهْلَ قَرْيَةٍ اسْتَطْعَمَا أَهْلَهَا فَأَبَوْا أَنْ يُضَيِّفُوهُمَا فَوَجَدَا فِيهَا جِدَارًا يُرِيدُ أَنْ يَنْقَضَّ فَأَقَامَهُ
“Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhr menegakkan dinding itu.” (Al-Kahfi:77)

Dalam kisah Dzul Qarnain juga kita dapatkan pergerakan-pergerakan.

فَأَتْبَعَ سَبَبًا
“maka diapun menempuh suatu jalan.” (Al-Kahfi:85). Bukan hanya sampai di situ, ia juga menjelajah bumi dari Timur hingga ke Barat.

حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ مَطْلِعَ الشَّمْسِ وَجَدَهَا تَطْلُعُ عَلَىٰ قَوْمٍ لَمْ نَجْعَلْ لَهُمْ مِنْ دُونِهَا سِتْرًا
“Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu.” (Al-Kahfi:90)

حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ بَيْنَ السَّدَّيْنِ
“Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung.” (Al-Kahfi:95)

Maka mereka tidak boleh hanya menonton dan bertepuk tangan saat pembangunan dinding, tetapi merekan harus ikut bergerak dan berpartisipasi dalam pembangunan tersebut.

Ini semua menggambarkan bahwa menjaga diri dari fitnah hanya dapat dilakukan dengan gerak yang dinamis dan sikap proaktif, tidak dengan diam, menyerah, dan sikap pasif. Apabila seorang terganggu di suatu tempat, hendaklah bergerak ke tempat lain yang lebih kondusif untuk menegakkan syi’ar agama dan menjaga agama. Oleh karean itu, Islam mensyari’atkan hijrah untuk menyelamatkan agama. Inilah yang diisyaratkan dalam kisah hijrahnya  Ashabul Kahfi.

Sekedar rehat, ternyata surat ini dibaca pada hari Jum’at, hari libur kaum muslimin. Ini seolah membawa pesan, daripada diam dan bersantai pada hari libur, sebaiknya membaca surat Al-Kahfi dan sikap proaktif dapat mendorong manusia untuk melakukan hal-hal yang positif serta menjaga diri dari berbagai fitnah, sebab yang diam itu mudah ditangkap.

Al-Qur’an dan Penjaga Dari Fitnah
Jika diperhatikan, surat ini dimulai dengan menyebut Al-Qur’an dan ditutup dengan menyebut Al-Qur’an . Hal ini memberikna gambaran bahea Al-Qur’an adalah penjaga fitnah yang paling utama. tentu jika kita membacanya serta memahami pokok bahasan dan tujuannya.

 ۜالْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا
“Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya.” (Al-Kahfi:1)

قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا
“Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”. (Al-Kahfi:109)

artinya, kehendak Allah swt. dan hikmah-Nya tidak dapat dibatsi olej apa pun. Oleh karena itu, penolong utama untuk selamat dan terjaga dari fitnah adalah kitab Al-Qur’an. Inilah sebab Allah swt. menyebutkan sebelum menceritakan fitnah dan kembali mengungkapkannya setelah menceritakan fitnah.

Dakwah dan penjaga Dari Fitnah
Di antara catatan kecil yang tersirat dalam surat adalah bahwa empat kisah dalam surat mencakup seluruh kelompok dakwah kepada Allah swt.

  1. Pemuda yang menyeru penguasa (Ashabul Kahfi)
  2. Seorang laki-laki yang mengingatkan sahabatnya (Pemilik dua kebun)
  3. Guru yang mengajak muridnya (Khidhr dan Musa as.)
  4. Pemimpin yang menyeru rakyatnya (Dzul  Qarnain)

Ini semua memberikan makna yang amat penting, bahwa dakwah (menyeru) manusia kepada Allah swt. merupakan faktor yang amat penting untuk menjaga diri dari fitnah, di samping faktor utama, yaitu berpegang teguh pada Al-Qur’an.

Beriman Kepada Hal Gaib

Keghaiban adalah masalah yang menyelimuti sebagian besar kisah-kisah dalam Al-Qur’an. Masih banyak teka-teki dalam kisah Ashabul Kahfi, yaitu berapa lama mereka tinggal di goa? Di mana letak goa yang menjadi persembunyian mereka? Berapa jumlah mereka? Sehingga satu ayat penuh mengungkap perbedaan pendapat mengenai jumlah personil mereka, yaitu ayat ke-20. Mengapa?

Masih ada teka-teki tentang lokasi dinding yang dibangun oleh Dzul Qarnain dan tempat keberadaan Ya’juj dan Ma’juj.

Juga masih ada teka-teki mengenai tindakan Khidhr dan pertanyaan-pertanyaan Nabi Muda as. tentang tindakan tersebut.

Lalu, pelajaran apa yang dapat diambil dari semua teka-teki di atas? Seolah-olah Surat ini mengatakan kepada kita, “Pahamilah, bahwa hal ghaib itu hanya milik Allah swt.Terkadang Allah swt. menampakkan sebagian hal ghaib itu dalam realita yang bertolak belakang dengan hakikatnya. Oleh karena itu, serahkanlah urusan kepada Allah swt. dan percayalah kepada-Nya. Dengan begitu kita akan terhindar  dari fitnah, insya Allah

Goa Dakwah
Tinggal satu pertanyaan, “Mengapa Surat ini dinamai Al-Kahfi?” Pada dasarnya, ketika kita mendengar kata “Goa”, yang terbayang adalah ketakutan, kegelapan, dan kengerian. Dan, ketika ia mendengar seseorang berkata kepadanya, “Berlindunglah ke goa!” maka ia akan merasakan ketakutan terhadap suatu yang belum diketahui dan kegelapan yang menyelimuti goa. Akan tetapi, Allah swt. menjadikan goa ini aman dan penuh rahmat.

 فَأْوُوا إِلَى الْكَهْفِ يَنْشُرْ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ رَحْمَتِهِ وَيُهَيِّئْ لَكُمْ مِنْ أَمْرِكُمْ مِرْفَقًا
“…Maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu.” (Al-Kahfi:16) 

Allah swt. menetapkan urusan ghaib yang tidak diketahui manusia, (seperti goa yang dimasuki oleh para pemuda). Karena itu, surat ini dinamai Al-Kahfi untuk menyadarkan mabusia tentang ketidak tahuannya terhadap masalah ghaib. Surat ini juga mengatakan kepada setiap muslim, serahkan urusan ghaib kepada Allah swt. dan bertaqwalah kepada-Nya. Apabila mereka berlindung ke goa dan Allah swt. melimpahkan rahmat-Nya untuk mereka, hendaklah Anda berlindung ke pangkuan dakwah dan pasrahkan segala urusan kepada Allah swt. Dia akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepada Anda dan meyediakan sesuatu yang berguna bagi urusan Anda.

 Sekian,,semoga saya dapat mengamalkan membaca Surat Al-Kahfi setiap Jumat.

Wassalamu’alaykum.

Before I Was A Mom

I made and ate hot meals. I had unstained clothing. I had quiet conversations on the phone.

Before I was a Mom… I slept as late as I wanted and never worried about how late I got into bed. I brushed my hair and my teeth everyday.

Before I was a Mom… I cleaned my house each day. I never tripped over toys or forgot words to lullabies.

Before I was a Mom… I didn’t worry whether or not my plants were poisonous. I never thought about Immunizations.

Before I was a Mom… I had never been puked on, pooped on, spit on, chewed on, peed on or pinched by tiny fingers. I had complete control of my mind, my thoughts, and my body. I slept all night.

Before I was a Mom… I never held down a screaming child so that doctors could do tests or give shots. I never looked into teary eyes and cried. I never got gloriously happy over a simple grin. I never sat up late hours at night watching a baby sleep.

Before I was a Mom… I never held a sleeping baby just because I didn’t want to put it down. I never felt my heart break into a million pieces when I couldn’t stop the hurt. I never knew that something so small could affect my life so much. I never knew that I could love someone so much. I never knew I would love being a Mom.

Before I was a Mom… I didn’t know the feeling of having my heart outside my body. I didn’t know how special it could feel to feed a hungry baby. I didn’t know that bond between a mother and her child. I didn’t know that something so small could make me feel so important.

Before I was a Mom… I had never gotten up in the middle of the night every 10 minutes to make sure all was okay. I had never known the warmth, the joy, the love, the heartache, the wonderment, or the satisfaction of being a Mom. I didn’t know I was capable of feeling so much before I was a Mom

Surat Al-Anbiya Ayat 30

Allah سبحانه و تعالى berfirman dalam surah Al-Anbiya: ayat 30:

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Al-Anbiya: 30)

Kesesuaian yg harmoni antara Al-Qur’an dg Teori Big Bang adalah suatu hal yg tidak dapat dielakkan lg. Hal ini sudah dijelaskan Allah dalam Al-Qur’an 1.400 tahun silam.

Terciptanya alam semesta telah dijelaskan para ahli astrofisika dg fenomena yg dikenal luas dg nama ‘Big Bang’. Hal ini didukung oleh data observasi dan eksperimen yg dikumpulkan oleh para astronom dan astrofisika selama beberapa dekade.

Menurut teori ‘Big Bang’ seluruh alama semesta pada awalnya berbentuk satu massa yg besar (Nebula Primer). Kemudian terjadi ‘Big Bang’ (Ledakan Pemisah Sekunder) yg mengakibatkan pembentukan galaksi. Kemudian, terbentuk dan terbagi dalam bentuk bintang, planet, bulan, matahari, dll.

Setelah majunya ilmu sains di era modern ini, kita sekarang tahu bahwa sitoplasma, (subtansi dasar sebuah sel), 80% dari air. Penelitian modern juga mengungkapkan bahwa kebanyakan organisme, 50%-90% tubuhnya terdiri dari air dan setiap makhluk yg hidup pasti butuh air. Apakah mungkin 14 abad yg lalu manusia mengetahui bahwa setiap makhluk terbuat dr air?

Maha Benar Allah dg segala firman-Nya.

Every Leader is a Learner

Pembelajar terbaik adalah mereka yang mau *Belajar*

_Every Leader is a Learner,_ seorang pemimpin atau seorang pengusaha yang sukses adalah seorang pembelajar yang baik. Yang merasa selalu merasa bodoh dan selalu haus ilmu. Mereka tidak pernah puas dengan keadaan saat ini dan selalu mendorong dirinya untuk belajar.

_”Para pemimpin yang sukses hampir selalu memiliki kesempatan selama 20-30 tahun untuk benar-benar mencoba untuk mempimpin, mengambil risiko dan belajar keberhasilan atau kegagalan. Proses belajar menjadi sangat penting dalam mengembangkan berbagai ketrampilan dan perspektif kepemimpinan. Peluang ini juga mengajarkan orang-orang sesuatu tentang sulitnya kepemimpinan dan potensi untuk menghasilkan perubahan”_, John P.Kotter (What Leader Really Do).

Kata kunci dalam kalimat terakhir adalah *potensi untuk pertumbuhan dan perubahan*. Oleh karena itu, jika pemimpin adalah seorang pembelajar, ia akan belajar dari setiap kesempatan, dan dalam proses yang terus-menerus sehingga menjadi pemimpin yang lebih efektif. Namun, jika ia bukanlah seorang pembelajar, ia ditakdirkan untuk mengulangi kesalahan yang sama dan akan gagal untuk mengembangkannya.

Sumber: Coach Anas

Jurus Wing Chun

Anda tentu pernah mendangar beladiri “Wing Chun”, beladiri yang menggunakan dan membalik kekuatan lawan menjadi kekuatan Anda sekaligus memberikan pukulan yang bertubi-tubi.

Jurus beladiri Wing Chun ini ternyata bisa digunakan dalam berbisnis, menghadapi serangan dari pesaing bisnis Anda.

Mau tau caranya?

Langkah 1: Siapa Lawan Bertarung Anda
Tentukan Target Pasar Anda.

Langkah pertama dalam jurus Wing Chun atau strategi base on costumer adalah memahami arena pertandingan. Arena pertandingan adalah konsumen Anda yang Anda perebutkan dengan pesaing. Pahami dulu siapa konsumen yang akan Anda bidik. Jika Anda sudah tahu siapa konsumennya, Anda lebih mengetahui apa yang mereka inginkan. Jika kita gagal menentukan target pasar, kita juga akan gagal menentukan strategi marketing. Yang pasti akan berimbas pada buruknya penjualan.

Langkah 2: Jurus Yang Akan Anda Pakai
Pelajari Apa Yang Dibutuhkan Konsumen

Setelah menentukan pasar yang akan dibidik, selanjutnya adalah mempelajari apa yang mereka butuhkan. Jika tidak sesuai antara kebutuhan dan masalah di pasar dengan solusi dari produk atau jasa yang Anda siapkan, kemungkinan besar Anda akan jalan di tempat.

Langkah 3: Serap Kekuatan dan Tenaga Lawan
Analisis Siapa Kompetitor Anda

Langkah berikutnya adalah menganalisis kompetitor. Anda bisa gunakan teknik SWOT kompetitor. Jadi, evaluasinya adalah apakah Anda sudah tahu siapa 5 kompetitor terbaik Anda dan apa kelebihan dan kelemahan mereka, juga apa yang membuat mereka laris.

Langkah 4: Gunakan Kekuatan dan Tenaga untuk Menang
Ciptakan Nilai Tambah yang dibutuhkan pasar dan lebih baik dari kompetitor

Langkah keempat dalam jurus ini yaitu membuat solusi sebagai value/nilai tambah. Jika Anda sudah tahu apa yang dibutuhkan konsumen dan apa kelebihan kompetitor, langkah berikutnya adalah meracik strategi untuk membuat nilai tambah yang lebih baik dari kompetitor dan memenuhi kebutuhan konsumen. Dengan begitu, Anda bisa bersaing dan memenangkan pertandingan.

Disalin dari The Power Of Sinergi by Coach Ridwan Abadi.

Fondasi Bisnis

5 PONDASI MENJADI PENGUSAHA TANGGUH

Kita sering melihat gedung, bangunan tinggi dan menara masjid yang ada disekitar kita. Bangunan tersebut besar dan menjulang tinggi. Apakah pernah Kita bertanya bagaimana bangunan besar dan menara itu bisa berdiri kokoh?

Jawabannya adalah PONDASI! Bangunan atau menara itu bisa berdiri tegak pada tempatnya karena ditopang oleh pondasi yang kokoh.

BISNIS bisa diibaratkan sebuah MENARA, bisnis kitapun harus KOKOH, dan harus memiliki PONDASI untuk bisa menjadi bisnis yang sukses.

Untuk menjadi PEBISNIS yang SUKSES dan TANGGUH Kita harus memiliki 5 PONDASI, untuk menopang bisnis kita hingga bisa tumbuh dan berkembang.
5 PONDASI tersebut adalah :

IMAN
IMAN kepada ALLAH SWT Sang Khalik adalah KEYAKINAN TERTINGGI seorang pebisnis. Keyakinan adalah sumber Inner Spirit. Jagalah keyakinan sukses Kita 100%, Allah SWT akan mengantar sukses Kita sesuai KEYAKINAN.

KEJUJURAN
KEJUJURAN adalah pondasi seorang untuk menjadi pebisnis yang fenomenal.
KEJUJURAN adalah MODAL terbesar eorang pebisnis, dan KEJUJURAN itulah yang membuat bisnis itu menjadi LANGGENG.

MENTAL PEJUANG
BISNIS itu tidak INSTAN, sebuah bisnis membutuhkan PROSES yang panjang dan terkadang melelahkan.
SUKSES & GAGAL adalah sebuah KENISCAYAAN dalam berbisnis.Dan ketika gagal, seorang pebisnis harus memiliki MENTAL PEJUANG untuk kembali BANGKIT.

MENTAL JUARA
BISNIS itu ibarat sebuah PERTARUNGAN dan pasti akan ada PESAING.
Untuk menang dalam pertarungan (kompetisi) seorang pebisnis harus memiliki MENTAL JUARA.
Seorang juara tidak muncul tiba-tiba, tapi hasil dari PROSES panjang LATIHAN yang melelahkan.
Sebelum menjadi juara, kekalahan yang kerap dialami adalah proses yang biasa dan alami.

FOKUS
Untuk SUKSES seorang pebisnis dituntut FOKUS pada bidang usaha yang ditekuninya.
BERPETUALANG dalam bisnis, membuang modal uang, waktu dan kita tidak belajar dari kegagalan.
Kita “DIPAKSA” harus MENYUKAI usaha yang kita geluti dan “DIPAKSA BELAJAR” karena kegagalan adalah sarana terbaik untuk belajar.

MAN JADDA WA JADDA

Sumber: coach Anas.

Theraplay

Terapi Bermain, Solusi Permasalahan Anak

Tendang bolanya ke sana dan ke sini! Panjat pohon ini dan pagar itu. Mengaduk tanah, menyusun batu. Menimang dan meninabobokan boneka. Menyusun balok hingga setinggi-tingginya. Berkecipak kecipuk di air dengan ceria. Sungguh sibuk sekali kegiatan seorang anak setiap harinya!

Memang begitulah dunia anak-anak. Dengan bermain, mereka mengenal dirinya, lingkungan sekitar, dan dunia. Dengan bermain, mereka menjelajah, meneliti, menarik kesimpulan. Dengan bermain, seluruh otot dan saraf terstimulus dengan optimal. Karena itulah, manfaat dari bermain tidak hanya sebatas hiburan untuk anak. Tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan membantu tumbuh kembang anak.

Dalam psikologi, bermain dapat dijadikan bentuk terapi bagi anak. Sebutlah Theraplay yang kini naik daun di dunia psikologi anak. Theraplay adalah salah satu bentuk intervensi psikologis atau terapi bagi anak dan keluarga. Terutama orangtua untuk menguatkan hubungan antara orangtua dan anak, menumbuhkan rasa percaya diri, kepercayaan terhadap anggota keluarga dan membangun interaksi yang baik juga menyenangkan.

Riset menemukan bahwa Theraplay ini efektif dalam banyak kasus seperti permasalahan sosial; tingkah laku pemalu, menarik diri, atau ketergantungan pada orang lain, perilaku; memberontak, menantang, pemarah, tumbuh kembang: Austism Spectrum Disorders, atau bahkan masalah trauma. Riset terbaru yang dilakukan oleh Play Therapy United Kingdom menyatakan 71% anak yang mengikuti sesi play therapy memperlihatkan perubahan positif. Theraplay ini dapat dilakukan secara individual dan kelompok. Untuk sesi individual, Theraplay dapat diaplikasikan mulai dari anak bayi hingga remaja usia 13 tahun. Sedangkan sesi kelompok dapat diterapkan untuk segala usia.

Permainan dalam sesi Theraplay bersifat alami, personal, melibatkan sentuhan, dan menyenangkan. Melalui bermain, terapis dapat mengobservasi tidak hanya kepada anak, tetapi juga orangtua yang ikut dalam sesi. Karena sesi ini bersifat alami, jadi akan terlihat interaksi anak dan orangtua secara natural seperti halnya dalam keseharian. Dapat dilihat anak memiliki kedekatan dengan kedua orangtua atau salah satunya saja dan bagaimana sikap orangtua kepada anak. Melalui permainan juga, anak dapat merefleksikan perasaannya dan pengalaman yang dialami. Hal ini dapat membantu terapis dalam menggali permasalahan yang dihadapi anak.

Interaksi Theraplay memiliki empat komponen dimensi, yaitu:

1. Engagement (Ketertarikan)

Konsep dari dimensi ini ialah merasakan senangnya bersama-sama, adanya keterhubungan, momen sekarang. Pada permainan yang memiliki nilai engagement, orangtua berusaha menumbuhkan adanya keterhubungan dengan anak dan memahami respon anak. Juga melibatkan kontak mata dan sentuhan.

Sebagai contoh, sepulang kerja, orangtua menanyakan perasaan anak dan apa saja yang terjadi pada dirinya hari itu juga, mengecek kondisi fisiknya. Jika ada bentol atau luka, olesi dengan obat atau lotion. Sembari berbincang, olesi tangan anak atau bagian tubuh yang luka. Jika tidak ada luka, olesi tangan anak dengan lotion saja.

Perhatian dan sentuhan orangtua dapat membuat anak nyaman. Bagi anak, hal ini dapat membantu meregulasi kondisi fisik dan emosinya. Hal ini juga dapat melatih orangtua yang kaku atau serius saat bersama anak. Pesan dari dimensi ini ialah “Kamu itu menarik, menyenangkan apa adanya. Aku senang di dekat kamu.”

2. Structure (Struktur)

Konsep dari dimensi ini ialah aman dan terorganisir. Permainan yang memiliki nilai struktur dapat melatih anak dalam mentaati peraturan dan regulasi. Melalui interaksi bermain, diharapkan dapat merubah pandangan anak bahwa aturan itu bagus dan aman jika diikuti. Ketika orangtua membuat aturan, sebenarnya orangtua juga sedang memperkenalkan keamaan pada anak.Sebagai contoh, ketika bermain gelembung balon sabun, orangtua memberi instruksi bahwa yang meniup hanya Ibu atau Ayah. Anak hanya melihat dan memecahkan gelembung saja. Ketika anak merebut peniup balon, memperlihatkan bahwa anak mau mengambil kontrol dari orangtua. Dalam keadaan seperti ini orangtua harus bersikap tegas bukan keras. Peringatkan sekali lagi peraturan yang telah disebutkan diawal permainan. Anak yang dominan biasanya mau pegang kontrol.

Dimensi ini penting untuk anak yang ingin memegang kontrol, terlalu aktif, dan semacamnya. Latihlah untuk mengikuti peraturan melalu permainan. Hal ini juga dapat melatih orangtua yang menghadapi kesulitan dalam memberikan aturan dan batasan pada anak, juga yang kurang tegas. Pesan dari dimensi ini ialah “Kamu aman tumbuh bersamaku. Aku bisa menjaga kamu dengan baik.”

3. Nurture (Kasih Sayang)

Permainan yang penuh diimensi kasih sayang banyak melibatkan sentuhan yang bersifat menenangkan anak. Konsep dari dimensi ini adalah aman, berharga, dan mengurangi stress. Sebagai contoh, ambillah selembar kapas. Gunakan kapas tersebut untuk menghitung noda, titik hitam, bentol, atau jerawat yang terlihat dipermukaan kulit tangan dan wajah anak. Anak akan merasa berharga ketika orangtua memperhatikan dirinya dari hal yang terkecil.

Dimensi ini baik pagi anak yang agresif. Juga dapat melatih orangtua yang jarang atau sulit memberikan sentuhan pada anak, sering berlaku kasar dan menghukum anak. Pesan yang ingin disampaikan dari dimensi ini ialah “Cinta tanpa syarat.”

4. Challenge (Tantangan)

Dimensi tantangan memiliki konsep kompetensi dan keahlian. Permainan yang memiliki nilai tantangan membantu orangtua untuk menumbuhkan kemampuan untuk menyelesaikan suatu hal dan rasa memiliki keahlian. Melalui bermain, anak akan belajar menerima tantangan dan menghadapi pengalaman baru. Tentunya ketika bermain, orangtua memberikan tantangan yang sesuai dengan kemampuan anak. Contoh permainan yang bisa dilakukan ialah dengan menyembunyikan tiga buah bola kapas ke bagian tubuh anak yang aman. Setelah orangtua menyembunyikan, anak diminta untuk mencari bola kapas terebut. Berilah respon positif ketika anak berhasil menemukan ketiga bola kapas tersebut.

Respon positif dari orangtua memberikan pandangan pada anak bahwa ia bisa melakukannya. Permainan dengan dimensi tantangan baik bagi anak yang menarik diri dan banyak keraguan. Permainan ini juga bermanfaat bagi orangtua yang suka memasang target terlalu tinggi dari level kemampuan anak. Pesan yang tersimpan dari dimensi ini ialah “Kamu bisa melakukan tantangan yang diberikan oleh dunia lain. Kamu bisa memberikan kontribusi positif dalam dunia lain.”

Dalam sesi Theraplay, empat dimensi ini bisa dikombinasikan dalam satu permainan atau bisa juga dilakukan secara terpisah, disesuaikan dengan masalah yang dihadapi. Ternyata Theraplay bisa dipraktikkan di rumah menggunakan bahan-bahan sederhana seperti, koran, kapas, balon, ataupun kue. Permainannya pun sederhana saja dengan menambahkan empat dimensi di atas. Permainan yang digunakan untuk menyelesaikan satu masalah yang sama dapat berbeda di tiap negara. Karena masing-masing negara memiliki permainan yang familiar bagi anak (klien).

Demikianlah rangkuman dari seminar Seminar Theraplay Introduction yang diikuti tim psikologi Mungilmu. Perhatikan betapa dahsyatnya dampak bermain bagi perkembangan seorang anak. Bahkan sampai ada terapi psikologi khusus dengan cara bermain yang dipandu oleh para psikolog dan terapis terlatih. Karena itu, jangan ragu lagi untuk meluangkan waktu untuk bermain bersama Ananda di hari-hari yang ada. Kelak, manfaat dari aktivitas sederhana apa pun seperti bermain balon atau gelembung akan amat terasa. Bagi kehidupan anak, orangtua, dan masa depan bahagia.

Sumber: Mungilmu.com (Siti Hanifah Muslikhah, B.HSc)

Tips Mengurus Anak

Assalamu’alaykum…

Bagaimana agar bisa membagi waktu mengurus anak, bisnis, travelling, dan rumah tanpa pake ribet? Ada kendala ga dalam semua itu? Kalau udah siapin mainan untuk anak terus si anak ga mau gimana? Berikut Tips Mengurus Anak ala Lala. Pastinya ini kebiasaan saya ya..ga berarti mutlak. Karena setiap Ibu, Anak, Ayah berbeda-beda kebiasaannya. Kalaupun bermanfaat senang banget deh.

Saya terbiasa untuk membuat jadwal harian, target bulanan (bisa baca di postingan saya di blog ini yg berjudul Resolusi 2017: .https://ladytulipe.wordpress.com/2017/01/15/resolusi-2017/). Biasanya jadwal harian saya tulis pada hari sebelumnya besok mau apa saja. Jadwal harian saya seperti ini:

Pukul o3.3o : Bangun, mandi, tahajud, baca Qur’an (sesuai target 1 hari 1 juz) sampai panggilan adzan subuh.

Panggilan Adzan Subuh: Shalat Qabliyah Subuh, Shalat Subuh, Dzikir setelah shalat dan pagi. Dilanjutkan dengan siapin makan pagi dan bekal anak ke sekolah. Semua ini saya usahakan selesai pukul o6.oo. Di sela-sela kegiatan ini, saya sering pakai untuk setoran hapalan juz-30 anak.

Pukul o6.oo – o7.oo: Beres-beres rumah. Saya sering sekali tidak mempunyai asisten rumah tangga jadi semuanya pekerjaan rumah saya urus. Tapi saya tidak anti asisten rumah tangga. Karena terus terang asisten rumah tangga sangat membantu sekali. Saya tidak capek, saya bisa mempunyai ‘me time’, selagi ke luar kota/luar negeri ada yg membereskan rumah sehingga pas balik pulang rumah bersih (kan enak ya). Tapi semua tidak semudah yg dibayangkan. Ada kalanya ada asisten rumah tangga, ada saatnya tidak mempunyai asisten rumah tangga. Lagipula, apabila sedang tidak ada asisten rumah tangga, anak saya terbiasa membantu saya. Misalnya selagi saya menjemur, anak saya memasukkan baju yang mau dicuci ke dalam mesin cuci; sebelum tidur anak saya terbiasa mengecek kembali apakan semua pintu rumah sudah dikunci; menjelang maghrib anak saya terbiasa untuk menyalakan lampu rumah, makan sendiri, membantu saya menyedot debu menggunakan vaccum cleaner, merapihkan mainan sendiri, dll. Semua kegiatan anak saya, saya dokumentasikan dalam instagram saya di @lala.amalia.1. Jadi di jam-jam ini anak saya jg sedang sibuk membantu saya atau sibuk sendiri seperti bermain dan berolahraga (apabila ayahnya sedang di rumah). Pada akhir tulisan ini, saya akan membagikan beberapa foto aktivitas anak saya dalam membantu saya.

Pukul 07.oo-07.3o: memandikan anak

Pukul o7.30 : anak berangkat sekolah. Saya memasukkan anak ke PAUD Abata di Mataram. Alasan saya memasukkan anak ke PAUD adalah agar saya bisa sambil mengurus usaha saya. Saya baru mempunyai 64 karyawan sehingga saya harus mengurus nasib 64 kepala keluarga juga. Sebelum masuk PAUD, anak saya berkegiatan bersama sy, sy biasa membawa anak saya dg gendongan ergo. Gendongan ergo bermanfaat banget, dari lahiran sampai anak sy umur 2 tahun saya gendong terus untuk beraktivitas. Selepas 18 bulan saat anak saya udah bs jalan, dia udah ga mau digendong lagi dan saya mulai keteteran mengurus anak, rumah, dan usaha sehingga umur 3 tahun 5 bulan saya dan suami putuskan untuk memasukkan anak ke PAUD. PAUD tersebut sudah kami survey sebelumnya. Kami memasukkan anak kami ke PAUD yang sesuai dengan cita-cita pendidikan anak kami, yaitu menjadikan anak kami anak yang shaleh dan berpendidikan sebagai bekal hidup di dunia dan di akhiratnya.

Pukul 08.oo – 11.3o : saya berada di toko untuk mengurus usaha.

Pukul 11.3o: saya menjemput anak pulang sekolah.

Pukul 12.oo – 15.3o: sesampainya di rumah saya, saya menyiapkan makan siang, beribadah, bermain bersama anak, dan menidurkan anak.

Pukul 15.3o: membangunkan anak untuk bersiap tahsin (belajar Al-Qur’an) dan tahfidz (menghapal Al-Qur’an), dan memandikan anak.

Pukul 16.oo: berangkat mengantar anak dan kembali ke toko untuk mengurus usaha.

Pukul 18.oo: menjemput anak.

Pukul 18.3o: sesampainya di rumah lalu menyiapkan makan malam, beribadah, lanjut membaca Al-Qur’an dan setoran hapalan anak sampai menjelang adzan isya.

Saat panggilan adzan isya: beribadah lalu bermain montessori. Sumber dari stimulasi anak rujukan saya adalah dari http://www.indonesiamontessori.com dan http://www.raisingmontessorian.com. Saya memakai rujukan ini karena metode ini ketika saya terapin ke anak, anak saya suka dan perkembangannya sangat positif banget. Yang belum tau gimana webnya mereka. Langsung aja ke webnya ya. Oia saya juga gabung di Indonesia Montessori Club bersama seluruh Ibu2 dari seluruh Indonesia. Disana setiap bulannya ada challenge dimana setiap bulan tersebut ada tema kegiatan yang bisa ikutin sehingga tiap hari saya dan anak bisa belajar bersama. Selain mempererat bonding sy, anak dan suami. Setiap hari anak terstimulasi untuk belajar. Saya kira inti dari stimulasi pada usi dini adalah bagaiman anak ada rasa selalu ingin belajar.

Pukul 21.oo: saya dan anak menuju tempat tidur. Saya kondisikan anak untuk tidur dengan membacakan cerita, selesai cerita lampu tidur dinyalakan, dan memutar murottal.

Sekian Tips Mengurus Anak ala Lala 😊.

Oia di waktu hari Sabtu, si anak juga mengurus toko loh. Misalnya membersihkan dan menyiapkan toko buka, melayani tamu yg datang, dll. Kegiatan hampir sama dengan hari kerja namun di weekend, sekolah anak saya libur.

Di hari minggu, saya benar2 libur mengurus usaha. Saya fokuskan untuk menemani anak berolahraga, berenang dan memanah; serta menyiapkan makanan untuk hari2 berikutnya. Biasanya saya siapkan makanan yg nantinya tinggal digoreng, direbus, atau dikukus seperti nugget, siomay, bakso, ayam diungkep, ingan dibumbuin, dll.

Tips mengajak travelling anak adalah:

1. Anak diberitahu terlebih dahulu kalau akan pergi kemana. Disana bagaimana kondisinya. Misalnya sedang salju, maka sy beritahukan terlebih dahulu kalau disana harus memakai baju tebal, jaket, kaos kaki, topi, sarung tangan agar badan hangat tidak kedinginan sehingga bisa selalu sehat.

2. Mencari info sumber makanan cocok ga dengan anak. Apabila tidak cocok, usahakan bawa sumber makanan yang praktis.

3. Memberitahukan tujuan pergi untuk apa: liburan, bisnis, dll.

4. Bawa mainan yg paling disukai aja, cukup 1 saja. karena biasanya di pesawat anak diberikan mainan oleh maskapai

5. Jaga selalu anak (kalau bisa apabila di tempat ramai gendong saja) dan tuliskan nama orangtua dan nomor telephone yang bisa dihubungi dan simpan di saku baju, celana, dan tas anak.

Kendala yang saya hadapi banyak banget ya terutama di awal-awal punya anak, kan semua menyesuaikan diri. Dari keadaan jomblo bisa ngapain aja terserah sendiri tapi sekarang ada suami dan anak tentunya ada pembelajaran disitu. Yang penting bagaimana solusinya dan cepat bangkit kembali. Solusi harus didiskusikan juga dengan suami.

Sebelum tidur biasanya saya menanyakan ke anak besok mau ngapain aja dan main apa saja, sehingga saya bisa menyiapkan mainannya. Kenapa harus dipersiapkan terlebih dahulu? Agar besok pas main tidak menghabiskan waktu banyak apabila ada udah siap main (apalagi sekarang waktu terasa cepat banget), dan ga bingung mainnya gimana ya. Pernah ga pas udah disiapin anak ga mau main mainnanya? Pernah banget. Kalau udah ada temannya manggil2 (anak tetangga), dia mau main jg sama temannya. Gpp sih karena kan main dengan teman palingan cuma weekend di waktu sore (mengganti waktu tahsin dan tahfidznya di hari kerja) sampai menjelang maghrib sudah harus selesai.

Semoga bermanfaat..wassalamu’alaykum.

20170211_200237.jpg

Membuat Juz Sendiri

20170118_161236.jpg

Membersihkan Peralatan Makan Sendiri

The Dances of Indonesia

Hi! Assalamu’alaykum…

Did you know Indonesia has hundreds of traditional dances? Every culture has its own dances and every dance has a story. I will explore some of the country’s popular traditional dances and their origins.

Saman

A dance from Gayo tribe of the province of Aceh. Saman is performed by about 10 people who sit on the floor in a straight line. The dance, a UNESCO Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity, represents education, religiosity, respect, heroism, solidarity and togetherness.

Piring

Born in the Minangkabau tribe in West Sumatera, Tari Piring, or the ‘plate dance’ used to be performed as part of a thanksgiving ritual following a successful harvest.

Ramayana

One  of the must-see attraction of Yogyakarta and Central Java, the origib of the Ramayana ballet on Hindu-influenced Java is unknown. The dance is inspired by the eponymous Hindu epic which tells the struggle of Prince Rama in rescuing his wife Sita from the demon king Ravana.

Kancet Papatai

Also known as Tari Perang or ‘war dance’, this dance from East Kalimantab tells the story of the Dayak tribe warriors during war. Vibrant and dynamic, the war dance is usually performed by 10 to 20 men who carry the tribe’s traditional weapon, the mandau.

Kecak

Kecak known as the ‘fire dance’, Kecak involves a huge group of men in checked sarongs sitting on the ground around a bonfire with hands in the air chanting cak cak cak repeatedly. A sacred dance in the past, it was turned into a performing art in the village of Bona, Gianyar, in the 1930s.

Sajojo

Sajojo is performed at important events and cultural festivals to welcome guests. Originating from Papua, the dance is basically a much older version of the modern-day flashmob, as it is often performed by more than 30 people in conruent movements.

That’s some of the dances of Indonesia. You can see the dance in youtube. See you. Wassalamu’alaykum.