Before I Was A Mom

I made and ate hot meals. I had unstained clothing. I had quiet conversations on the phone.

Before I was a Mom… I slept as late as I wanted and never worried about how late I got into bed. I brushed my hair and my teeth everyday.

Before I was a Mom… I cleaned my house each day. I never tripped over toys or forgot words to lullabies.

Before I was a Mom… I didn’t worry whether or not my plants were poisonous. I never thought about Immunizations.

Before I was a Mom… I had never been puked on, pooped on, spit on, chewed on, peed on or pinched by tiny fingers. I had complete control of my mind, my thoughts, and my body. I slept all night.

Before I was a Mom… I never held down a screaming child so that doctors could do tests or give shots. I never looked into teary eyes and cried. I never got gloriously happy over a simple grin. I never sat up late hours at night watching a baby sleep.

Before I was a Mom… I never held a sleeping baby just because I didn’t want to put it down. I never felt my heart break into a million pieces when I couldn’t stop the hurt. I never knew that something so small could affect my life so much. I never knew that I could love someone so much. I never knew I would love being a Mom.

Before I was a Mom… I didn’t know the feeling of having my heart outside my body. I didn’t know how special it could feel to feed a hungry baby. I didn’t know that bond between a mother and her child. I didn’t know that something so small could make me feel so important.

Before I was a Mom… I had never gotten up in the middle of the night every 10 minutes to make sure all was okay. I had never known the warmth, the joy, the love, the heartache, the wonderment, or the satisfaction of being a Mom. I didn’t know I was capable of feeling so much before I was a Mom

Surat Al-Anbiya Ayat 30

Allah سبحانه و تعالى berfirman dalam surah Al-Anbiya: ayat 30:

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Al-Anbiya: 30)

Kesesuaian yg harmoni antara Al-Qur’an dg Teori Big Bang adalah suatu hal yg tidak dapat dielakkan lg. Hal ini sudah dijelaskan Allah dalam Al-Qur’an 1.400 tahun silam.

Terciptanya alam semesta telah dijelaskan para ahli astrofisika dg fenomena yg dikenal luas dg nama ‘Big Bang’. Hal ini didukung oleh data observasi dan eksperimen yg dikumpulkan oleh para astronom dan astrofisika selama beberapa dekade.

Menurut teori ‘Big Bang’ seluruh alama semesta pada awalnya berbentuk satu massa yg besar (Nebula Primer). Kemudian terjadi ‘Big Bang’ (Ledakan Pemisah Sekunder) yg mengakibatkan pembentukan galaksi. Kemudian, terbentuk dan terbagi dalam bentuk bintang, planet, bulan, matahari, dll.

Setelah majunya ilmu sains di era modern ini, kita sekarang tahu bahwa sitoplasma, (subtansi dasar sebuah sel), 80% dari air. Penelitian modern juga mengungkapkan bahwa kebanyakan organisme, 50%-90% tubuhnya terdiri dari air dan setiap makhluk yg hidup pasti butuh air. Apakah mungkin 14 abad yg lalu manusia mengetahui bahwa setiap makhluk terbuat dr air?

Maha Benar Allah dg segala firman-Nya.

Every Leader is a Learner

Pembelajar terbaik adalah mereka yang mau *Belajar*

_Every Leader is a Learner,_ seorang pemimpin atau seorang pengusaha yang sukses adalah seorang pembelajar yang baik. Yang merasa selalu merasa bodoh dan selalu haus ilmu. Mereka tidak pernah puas dengan keadaan saat ini dan selalu mendorong dirinya untuk belajar.

_”Para pemimpin yang sukses hampir selalu memiliki kesempatan selama 20-30 tahun untuk benar-benar mencoba untuk mempimpin, mengambil risiko dan belajar keberhasilan atau kegagalan. Proses belajar menjadi sangat penting dalam mengembangkan berbagai ketrampilan dan perspektif kepemimpinan. Peluang ini juga mengajarkan orang-orang sesuatu tentang sulitnya kepemimpinan dan potensi untuk menghasilkan perubahan”_, John P.Kotter (What Leader Really Do).

Kata kunci dalam kalimat terakhir adalah *potensi untuk pertumbuhan dan perubahan*. Oleh karena itu, jika pemimpin adalah seorang pembelajar, ia akan belajar dari setiap kesempatan, dan dalam proses yang terus-menerus sehingga menjadi pemimpin yang lebih efektif. Namun, jika ia bukanlah seorang pembelajar, ia ditakdirkan untuk mengulangi kesalahan yang sama dan akan gagal untuk mengembangkannya.

Sumber: Coach Anas

Jurus Wing Chun

Anda tentu pernah mendangar beladiri “Wing Chun”, beladiri yang menggunakan dan membalik kekuatan lawan menjadi kekuatan Anda sekaligus memberikan pukulan yang bertubi-tubi.

Jurus beladiri Wing Chun ini ternyata bisa digunakan dalam berbisnis, menghadapi serangan dari pesaing bisnis Anda.

Mau tau caranya?

Langkah 1: Siapa Lawan Bertarung Anda
Tentukan Target Pasar Anda.

Langkah pertama dalam jurus Wing Chun atau strategi base on costumer adalah memahami arena pertandingan. Arena pertandingan adalah konsumen Anda yang Anda perebutkan dengan pesaing. Pahami dulu siapa konsumen yang akan Anda bidik. Jika Anda sudah tahu siapa konsumennya, Anda lebih mengetahui apa yang mereka inginkan. Jika kita gagal menentukan target pasar, kita juga akan gagal menentukan strategi marketing. Yang pasti akan berimbas pada buruknya penjualan.

Langkah 2: Jurus Yang Akan Anda Pakai
Pelajari Apa Yang Dibutuhkan Konsumen

Setelah menentukan pasar yang akan dibidik, selanjutnya adalah mempelajari apa yang mereka butuhkan. Jika tidak sesuai antara kebutuhan dan masalah di pasar dengan solusi dari produk atau jasa yang Anda siapkan, kemungkinan besar Anda akan jalan di tempat.

Langkah 3: Serap Kekuatan dan Tenaga Lawan
Analisis Siapa Kompetitor Anda

Langkah berikutnya adalah menganalisis kompetitor. Anda bisa gunakan teknik SWOT kompetitor. Jadi, evaluasinya adalah apakah Anda sudah tahu siapa 5 kompetitor terbaik Anda dan apa kelebihan dan kelemahan mereka, juga apa yang membuat mereka laris.

Langkah 4: Gunakan Kekuatan dan Tenaga untuk Menang
Ciptakan Nilai Tambah yang dibutuhkan pasar dan lebih baik dari kompetitor

Langkah keempat dalam jurus ini yaitu membuat solusi sebagai value/nilai tambah. Jika Anda sudah tahu apa yang dibutuhkan konsumen dan apa kelebihan kompetitor, langkah berikutnya adalah meracik strategi untuk membuat nilai tambah yang lebih baik dari kompetitor dan memenuhi kebutuhan konsumen. Dengan begitu, Anda bisa bersaing dan memenangkan pertandingan.

Disalin dari The Power Of Sinergi by Coach Ridwan Abadi.

Fondasi Bisnis

5 PONDASI MENJADI PENGUSAHA TANGGUH

Kita sering melihat gedung, bangunan tinggi dan menara masjid yang ada disekitar kita. Bangunan tersebut besar dan menjulang tinggi. Apakah pernah Kita bertanya bagaimana bangunan besar dan menara itu bisa berdiri kokoh?

Jawabannya adalah PONDASI! Bangunan atau menara itu bisa berdiri tegak pada tempatnya karena ditopang oleh pondasi yang kokoh.

BISNIS bisa diibaratkan sebuah MENARA, bisnis kitapun harus KOKOH, dan harus memiliki PONDASI untuk bisa menjadi bisnis yang sukses.

Untuk menjadi PEBISNIS yang SUKSES dan TANGGUH Kita harus memiliki 5 PONDASI, untuk menopang bisnis kita hingga bisa tumbuh dan berkembang.
5 PONDASI tersebut adalah :

IMAN
IMAN kepada ALLAH SWT Sang Khalik adalah KEYAKINAN TERTINGGI seorang pebisnis. Keyakinan adalah sumber Inner Spirit. Jagalah keyakinan sukses Kita 100%, Allah SWT akan mengantar sukses Kita sesuai KEYAKINAN.

KEJUJURAN
KEJUJURAN adalah pondasi seorang untuk menjadi pebisnis yang fenomenal.
KEJUJURAN adalah MODAL terbesar eorang pebisnis, dan KEJUJURAN itulah yang membuat bisnis itu menjadi LANGGENG.

MENTAL PEJUANG
BISNIS itu tidak INSTAN, sebuah bisnis membutuhkan PROSES yang panjang dan terkadang melelahkan.
SUKSES & GAGAL adalah sebuah KENISCAYAAN dalam berbisnis.Dan ketika gagal, seorang pebisnis harus memiliki MENTAL PEJUANG untuk kembali BANGKIT.

MENTAL JUARA
BISNIS itu ibarat sebuah PERTARUNGAN dan pasti akan ada PESAING.
Untuk menang dalam pertarungan (kompetisi) seorang pebisnis harus memiliki MENTAL JUARA.
Seorang juara tidak muncul tiba-tiba, tapi hasil dari PROSES panjang LATIHAN yang melelahkan.
Sebelum menjadi juara, kekalahan yang kerap dialami adalah proses yang biasa dan alami.

FOKUS
Untuk SUKSES seorang pebisnis dituntut FOKUS pada bidang usaha yang ditekuninya.
BERPETUALANG dalam bisnis, membuang modal uang, waktu dan kita tidak belajar dari kegagalan.
Kita “DIPAKSA” harus MENYUKAI usaha yang kita geluti dan “DIPAKSA BELAJAR” karena kegagalan adalah sarana terbaik untuk belajar.

MAN JADDA WA JADDA

Sumber: coach Anas.

Theraplay

Terapi Bermain, Solusi Permasalahan Anak

Tendang bolanya ke sana dan ke sini! Panjat pohon ini dan pagar itu. Mengaduk tanah, menyusun batu. Menimang dan meninabobokan boneka. Menyusun balok hingga setinggi-tingginya. Berkecipak kecipuk di air dengan ceria. Sungguh sibuk sekali kegiatan seorang anak setiap harinya!

Memang begitulah dunia anak-anak. Dengan bermain, mereka mengenal dirinya, lingkungan sekitar, dan dunia. Dengan bermain, mereka menjelajah, meneliti, menarik kesimpulan. Dengan bermain, seluruh otot dan saraf terstimulus dengan optimal. Karena itulah, manfaat dari bermain tidak hanya sebatas hiburan untuk anak. Tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan membantu tumbuh kembang anak.

Dalam psikologi, bermain dapat dijadikan bentuk terapi bagi anak. Sebutlah Theraplay yang kini naik daun di dunia psikologi anak. Theraplay adalah salah satu bentuk intervensi psikologis atau terapi bagi anak dan keluarga. Terutama orangtua untuk menguatkan hubungan antara orangtua dan anak, menumbuhkan rasa percaya diri, kepercayaan terhadap anggota keluarga dan membangun interaksi yang baik juga menyenangkan.

Riset menemukan bahwa Theraplay ini efektif dalam banyak kasus seperti permasalahan sosial; tingkah laku pemalu, menarik diri, atau ketergantungan pada orang lain, perilaku; memberontak, menantang, pemarah, tumbuh kembang: Austism Spectrum Disorders, atau bahkan masalah trauma. Riset terbaru yang dilakukan oleh Play Therapy United Kingdom menyatakan 71% anak yang mengikuti sesi play therapy memperlihatkan perubahan positif. Theraplay ini dapat dilakukan secara individual dan kelompok. Untuk sesi individual, Theraplay dapat diaplikasikan mulai dari anak bayi hingga remaja usia 13 tahun. Sedangkan sesi kelompok dapat diterapkan untuk segala usia.

Permainan dalam sesi Theraplay bersifat alami, personal, melibatkan sentuhan, dan menyenangkan. Melalui bermain, terapis dapat mengobservasi tidak hanya kepada anak, tetapi juga orangtua yang ikut dalam sesi. Karena sesi ini bersifat alami, jadi akan terlihat interaksi anak dan orangtua secara natural seperti halnya dalam keseharian. Dapat dilihat anak memiliki kedekatan dengan kedua orangtua atau salah satunya saja dan bagaimana sikap orangtua kepada anak. Melalui permainan juga, anak dapat merefleksikan perasaannya dan pengalaman yang dialami. Hal ini dapat membantu terapis dalam menggali permasalahan yang dihadapi anak.

Interaksi Theraplay memiliki empat komponen dimensi, yaitu:

1. Engagement (Ketertarikan)

Konsep dari dimensi ini ialah merasakan senangnya bersama-sama, adanya keterhubungan, momen sekarang. Pada permainan yang memiliki nilai engagement, orangtua berusaha menumbuhkan adanya keterhubungan dengan anak dan memahami respon anak. Juga melibatkan kontak mata dan sentuhan.

Sebagai contoh, sepulang kerja, orangtua menanyakan perasaan anak dan apa saja yang terjadi pada dirinya hari itu juga, mengecek kondisi fisiknya. Jika ada bentol atau luka, olesi dengan obat atau lotion. Sembari berbincang, olesi tangan anak atau bagian tubuh yang luka. Jika tidak ada luka, olesi tangan anak dengan lotion saja.

Perhatian dan sentuhan orangtua dapat membuat anak nyaman. Bagi anak, hal ini dapat membantu meregulasi kondisi fisik dan emosinya. Hal ini juga dapat melatih orangtua yang kaku atau serius saat bersama anak. Pesan dari dimensi ini ialah “Kamu itu menarik, menyenangkan apa adanya. Aku senang di dekat kamu.”

2. Structure (Struktur)

Konsep dari dimensi ini ialah aman dan terorganisir. Permainan yang memiliki nilai struktur dapat melatih anak dalam mentaati peraturan dan regulasi. Melalui interaksi bermain, diharapkan dapat merubah pandangan anak bahwa aturan itu bagus dan aman jika diikuti. Ketika orangtua membuat aturan, sebenarnya orangtua juga sedang memperkenalkan keamaan pada anak.Sebagai contoh, ketika bermain gelembung balon sabun, orangtua memberi instruksi bahwa yang meniup hanya Ibu atau Ayah. Anak hanya melihat dan memecahkan gelembung saja. Ketika anak merebut peniup balon, memperlihatkan bahwa anak mau mengambil kontrol dari orangtua. Dalam keadaan seperti ini orangtua harus bersikap tegas bukan keras. Peringatkan sekali lagi peraturan yang telah disebutkan diawal permainan. Anak yang dominan biasanya mau pegang kontrol.

Dimensi ini penting untuk anak yang ingin memegang kontrol, terlalu aktif, dan semacamnya. Latihlah untuk mengikuti peraturan melalu permainan. Hal ini juga dapat melatih orangtua yang menghadapi kesulitan dalam memberikan aturan dan batasan pada anak, juga yang kurang tegas. Pesan dari dimensi ini ialah “Kamu aman tumbuh bersamaku. Aku bisa menjaga kamu dengan baik.”

3. Nurture (Kasih Sayang)

Permainan yang penuh diimensi kasih sayang banyak melibatkan sentuhan yang bersifat menenangkan anak. Konsep dari dimensi ini adalah aman, berharga, dan mengurangi stress. Sebagai contoh, ambillah selembar kapas. Gunakan kapas tersebut untuk menghitung noda, titik hitam, bentol, atau jerawat yang terlihat dipermukaan kulit tangan dan wajah anak. Anak akan merasa berharga ketika orangtua memperhatikan dirinya dari hal yang terkecil.

Dimensi ini baik pagi anak yang agresif. Juga dapat melatih orangtua yang jarang atau sulit memberikan sentuhan pada anak, sering berlaku kasar dan menghukum anak. Pesan yang ingin disampaikan dari dimensi ini ialah “Cinta tanpa syarat.”

4. Challenge (Tantangan)

Dimensi tantangan memiliki konsep kompetensi dan keahlian. Permainan yang memiliki nilai tantangan membantu orangtua untuk menumbuhkan kemampuan untuk menyelesaikan suatu hal dan rasa memiliki keahlian. Melalui bermain, anak akan belajar menerima tantangan dan menghadapi pengalaman baru. Tentunya ketika bermain, orangtua memberikan tantangan yang sesuai dengan kemampuan anak. Contoh permainan yang bisa dilakukan ialah dengan menyembunyikan tiga buah bola kapas ke bagian tubuh anak yang aman. Setelah orangtua menyembunyikan, anak diminta untuk mencari bola kapas terebut. Berilah respon positif ketika anak berhasil menemukan ketiga bola kapas tersebut.

Respon positif dari orangtua memberikan pandangan pada anak bahwa ia bisa melakukannya. Permainan dengan dimensi tantangan baik bagi anak yang menarik diri dan banyak keraguan. Permainan ini juga bermanfaat bagi orangtua yang suka memasang target terlalu tinggi dari level kemampuan anak. Pesan yang tersimpan dari dimensi ini ialah “Kamu bisa melakukan tantangan yang diberikan oleh dunia lain. Kamu bisa memberikan kontribusi positif dalam dunia lain.”

Dalam sesi Theraplay, empat dimensi ini bisa dikombinasikan dalam satu permainan atau bisa juga dilakukan secara terpisah, disesuaikan dengan masalah yang dihadapi. Ternyata Theraplay bisa dipraktikkan di rumah menggunakan bahan-bahan sederhana seperti, koran, kapas, balon, ataupun kue. Permainannya pun sederhana saja dengan menambahkan empat dimensi di atas. Permainan yang digunakan untuk menyelesaikan satu masalah yang sama dapat berbeda di tiap negara. Karena masing-masing negara memiliki permainan yang familiar bagi anak (klien).

Demikianlah rangkuman dari seminar Seminar Theraplay Introduction yang diikuti tim psikologi Mungilmu. Perhatikan betapa dahsyatnya dampak bermain bagi perkembangan seorang anak. Bahkan sampai ada terapi psikologi khusus dengan cara bermain yang dipandu oleh para psikolog dan terapis terlatih. Karena itu, jangan ragu lagi untuk meluangkan waktu untuk bermain bersama Ananda di hari-hari yang ada. Kelak, manfaat dari aktivitas sederhana apa pun seperti bermain balon atau gelembung akan amat terasa. Bagi kehidupan anak, orangtua, dan masa depan bahagia.

Sumber: Mungilmu.com (Siti Hanifah Muslikhah, B.HSc)

Tips Mengurus Anak

Assalamu’alaykum…

Bagaimana agar bisa membagi waktu mengurus anak, bisnis, travelling, dan rumah tanpa pake ribet? Ada kendala ga dalam semua itu? Kalau udah siapin mainan untuk anak terus si anak ga mau gimana? Berikut Tips Mengurus Anak ala Lala. Pastinya ini kebiasaan saya ya..ga berarti mutlak. Karena setiap Ibu, Anak, Ayah berbeda-beda kebiasaannya. Kalaupun bermanfaat senang banget deh.

Saya terbiasa untuk membuat jadwal harian, target bulanan (bisa baca di postingan saya di blog ini yg berjudul Resolusi 2017: .https://ladytulipe.wordpress.com/2017/01/15/resolusi-2017/). Biasanya jadwal harian saya tulis pada hari sebelumnya besok mau apa saja. Jadwal harian saya seperti ini:

Pukul o3.3o : Bangun, mandi, tahajud, baca Qur’an (sesuai target 1 hari 1 juz) sampai panggilan adzan subuh.

Panggilan Adzan Subuh: Shalat Qabliyah Subuh, Shalat Subuh, Dzikir setelah shalat dan pagi. Dilanjutkan dengan siapin makan pagi dan bekal anak ke sekolah. Semua ini saya usahakan selesai pukul o6.oo. Di sela-sela kegiatan ini, saya sering pakai untuk setoran hapalan juz-30 anak.

Pukul o6.oo – o7.oo: Beres-beres rumah. Saya sering sekali tidak mempunyai asisten rumah tangga jadi semuanya pekerjaan rumah saya urus. Tapi saya tidak anti asisten rumah tangga. Karena terus terang asisten rumah tangga sangat membantu sekali. Saya tidak capek, saya bisa mempunyai ‘me time’, selagi ke luar kota/luar negeri ada yg membereskan rumah sehingga pas balik pulang rumah bersih (kan enak ya). Tapi semua tidak semudah yg dibayangkan. Ada kalanya ada asisten rumah tangga, ada saatnya tidak mempunyai asisten rumah tangga. Lagipula, apabila sedang tidak ada asisten rumah tangga, anak saya terbiasa membantu saya. Misalnya selagi saya menjemur, anak saya memasukkan baju yang mau dicuci ke dalam mesin cuci; sebelum tidur anak saya terbiasa mengecek kembali apakan semua pintu rumah sudah dikunci; menjelang maghrib anak saya terbiasa untuk menyalakan lampu rumah, makan sendiri, membantu saya menyedot debu menggunakan vaccum cleaner, merapihkan mainan sendiri, dll. Semua kegiatan anak saya, saya dokumentasikan dalam instagram saya di @lala.amalia.1. Jadi di jam-jam ini anak saya jg sedang sibuk membantu saya atau sibuk sendiri seperti bermain dan berolahraga (apabila ayahnya sedang di rumah). Pada akhir tulisan ini, saya akan membagikan beberapa foto aktivitas anak saya dalam membantu saya.

Pukul 07.oo-07.3o: memandikan anak

Pukul o7.30 : anak berangkat sekolah. Saya memasukkan anak ke PAUD Abata di Mataram. Alasan saya memasukkan anak ke PAUD adalah agar saya bisa sambil mengurus usaha saya. Saya baru mempunyai 64 karyawan sehingga saya harus mengurus nasib 64 kepala keluarga juga. Sebelum masuk PAUD, anak saya berkegiatan bersama sy, sy biasa membawa anak saya dg gendongan ergo. Gendongan ergo bermanfaat banget, dari lahiran sampai anak sy umur 2 tahun saya gendong terus untuk beraktivitas. Selepas 18 bulan saat anak saya udah bs jalan, dia udah ga mau digendong lagi dan saya mulai keteteran mengurus anak, rumah, dan usaha sehingga umur 3 tahun 5 bulan saya dan suami putuskan untuk memasukkan anak ke PAUD. PAUD tersebut sudah kami survey sebelumnya. Kami memasukkan anak kami ke PAUD yang sesuai dengan cita-cita pendidikan anak kami, yaitu menjadikan anak kami anak yang shaleh dan berpendidikan sebagai bekal hidup di dunia dan di akhiratnya.

Pukul 08.oo – 11.3o : saya berada di toko untuk mengurus usaha.

Pukul 11.3o: saya menjemput anak pulang sekolah.

Pukul 12.oo – 15.3o: sesampainya di rumah saya, saya menyiapkan makan siang, beribadah, bermain bersama anak, dan menidurkan anak.

Pukul 15.3o: membangunkan anak untuk bersiap tahsin (belajar Al-Qur’an) dan tahfidz (menghapal Al-Qur’an), dan memandikan anak.

Pukul 16.oo: berangkat mengantar anak dan kembali ke toko untuk mengurus usaha.

Pukul 18.oo: menjemput anak.

Pukul 18.3o: sesampainya di rumah lalu menyiapkan makan malam, beribadah, lanjut membaca Al-Qur’an dan setoran hapalan anak sampai menjelang adzan isya.

Saat panggilan adzan isya: beribadah lalu bermain montessori. Sumber dari stimulasi anak rujukan saya adalah dari http://www.indonesiamontessori.com dan http://www.raisingmontessorian.com. Saya memakai rujukan ini karena metode ini ketika saya terapin ke anak, anak saya suka dan perkembangannya sangat positif banget. Yang belum tau gimana webnya mereka. Langsung aja ke webnya ya. Oia saya juga gabung di Indonesia Montessori Club bersama seluruh Ibu2 dari seluruh Indonesia. Disana setiap bulannya ada challenge dimana setiap bulan tersebut ada tema kegiatan yang bisa ikutin sehingga tiap hari saya dan anak bisa belajar bersama. Selain mempererat bonding sy, anak dan suami. Setiap hari anak terstimulasi untuk belajar. Saya kira inti dari stimulasi pada usi dini adalah bagaiman anak ada rasa selalu ingin belajar.

Pukul 21.oo: saya dan anak menuju tempat tidur. Saya kondisikan anak untuk tidur dengan membacakan cerita, selesai cerita lampu tidur dinyalakan, dan memutar murottal.

Sekian Tips Mengurus Anak ala Lala 😊.

Oia di waktu hari Sabtu, si anak juga mengurus toko loh. Misalnya membersihkan dan menyiapkan toko buka, melayani tamu yg datang, dll. Kegiatan hampir sama dengan hari kerja namun di weekend, sekolah anak saya libur.

Di hari minggu, saya benar2 libur mengurus usaha. Saya fokuskan untuk menemani anak berolahraga, berenang dan memanah; serta menyiapkan makanan untuk hari2 berikutnya. Biasanya saya siapkan makanan yg nantinya tinggal digoreng, direbus, atau dikukus seperti nugget, siomay, bakso, ayam diungkep, ingan dibumbuin, dll.

Tips mengajak travelling anak adalah:

1. Anak diberitahu terlebih dahulu kalau akan pergi kemana. Disana bagaimana kondisinya. Misalnya sedang salju, maka sy beritahukan terlebih dahulu kalau disana harus memakai baju tebal, jaket, kaos kaki, topi, sarung tangan agar badan hangat tidak kedinginan sehingga bisa selalu sehat.

2. Mencari info sumber makanan cocok ga dengan anak. Apabila tidak cocok, usahakan bawa sumber makanan yang praktis.

3. Memberitahukan tujuan pergi untuk apa: liburan, bisnis, dll.

4. Bawa mainan yg paling disukai aja, cukup 1 saja. karena biasanya di pesawat anak diberikan mainan oleh maskapai

5. Jaga selalu anak (kalau bisa apabila di tempat ramai gendong saja) dan tuliskan nama orangtua dan nomor telephone yang bisa dihubungi dan simpan di saku baju, celana, dan tas anak.

Kendala yang saya hadapi banyak banget ya terutama di awal-awal punya anak, kan semua menyesuaikan diri. Dari keadaan jomblo bisa ngapain aja terserah sendiri tapi sekarang ada suami dan anak tentunya ada pembelajaran disitu. Yang penting bagaimana solusinya dan cepat bangkit kembali. Solusi harus didiskusikan juga dengan suami.

Sebelum tidur biasanya saya menanyakan ke anak besok mau ngapain aja dan main apa saja, sehingga saya bisa menyiapkan mainannya. Kenapa harus dipersiapkan terlebih dahulu? Agar besok pas main tidak menghabiskan waktu banyak apabila ada udah siap main (apalagi sekarang waktu terasa cepat banget), dan ga bingung mainnya gimana ya. Pernah ga pas udah disiapin anak ga mau main mainnanya? Pernah banget. Kalau udah ada temannya manggil2 (anak tetangga), dia mau main jg sama temannya. Gpp sih karena kan main dengan teman palingan cuma weekend di waktu sore (mengganti waktu tahsin dan tahfidznya di hari kerja) sampai menjelang maghrib sudah harus selesai.

Semoga bermanfaat..wassalamu’alaykum.

20170211_200237.jpg

Membuat Juz Sendiri

20170118_161236.jpg

Membersihkan Peralatan Makan Sendiri

The Dances of Indonesia

Hi! Assalamu’alaykum…

Did you know Indonesia has hundreds of traditional dances? Every culture has its own dances and every dance has a story. I will explore some of the country’s popular traditional dances and their origins.

Saman

A dance from Gayo tribe of the province of Aceh. Saman is performed by about 10 people who sit on the floor in a straight line. The dance, a UNESCO Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity, represents education, religiosity, respect, heroism, solidarity and togetherness.

Piring

Born in the Minangkabau tribe in West Sumatera, Tari Piring, or the ‘plate dance’ used to be performed as part of a thanksgiving ritual following a successful harvest.

Ramayana

One  of the must-see attraction of Yogyakarta and Central Java, the origib of the Ramayana ballet on Hindu-influenced Java is unknown. The dance is inspired by the eponymous Hindu epic which tells the struggle of Prince Rama in rescuing his wife Sita from the demon king Ravana.

Kancet Papatai

Also known as Tari Perang or ‘war dance’, this dance from East Kalimantab tells the story of the Dayak tribe warriors during war. Vibrant and dynamic, the war dance is usually performed by 10 to 20 men who carry the tribe’s traditional weapon, the mandau.

Kecak

Kecak known as the ‘fire dance’, Kecak involves a huge group of men in checked sarongs sitting on the ground around a bonfire with hands in the air chanting cak cak cak repeatedly. A sacred dance in the past, it was turned into a performing art in the village of Bona, Gianyar, in the 1930s.

Sajojo

Sajojo is performed at important events and cultural festivals to welcome guests. Originating from Papua, the dance is basically a much older version of the modern-day flashmob, as it is often performed by more than 30 people in conruent movements.

That’s some of the dances of Indonesia. You can see the dance in youtube. See you. Wassalamu’alaykum.

Top Of Mind

Top Of Mind

Selama ini kita diajarkan bagaimana caranya produk atau jasa kita menjadi TOP of MIND dalam benak konsumen, bagaimana aplikasi dalam kehidupan nyata?
Mungkin cerita suami saya ini bisa menjadi masukan.

SPG : Pak, kalau boleh tahu mandinya pakai sabun apa ya?
Suami : Saya biasanya pakai sabun Dion. (Saya kaget dong ya. Terus memperhatikan suami saya tanpa bergeser sedikitpun ke SPG)
SPG : Wah..rambut Bapak bisa hitam mengkilat, pakai shampo apa ya Pak?
Suami : Shampo Dion.
SPG : Kalau pasta giginya apa? Kok giginya bisa putih bersih kaya gitu?
Suami : Sama, pasta giginya Dion juga.
SPG : Wahh, Bapak ini konsumen sejati produk Dion yah! Kalau boleh tahu Dion itu produk mana ya Pak? Kok saya baru dengar? Boleh tunjukkin ke saya ga Pak. Di supermarket ini semua merk ada.
Suami : Dion itu teman sekamar saya mbak.
SPG : Hah???

Note:
TOP OF MIND adalah merk yang pertama kali muncul dalam benak Anda ketika ada pertanyaan seperti cerita di atas.

Mungkin cerita suami saya bisa dijadikan masukan, walau saya kaget mendengarnya.

Holiday Inn Senggigi Lombok

Assalamu’alaykum…

Teman-teman yang ingin liburan ke Lombok bersama anak dan bingung mencari hotel mana yang ramah anak ya? Saya rekomendasikan ke Holiday Inn Senggigi. Hotel ini termasuk hotel bintang lima dengan fasilitas lengkap dan pelayanan yang ramah. Kenapa saya bilang lengkap, karena di hotel ini ada  fasilitas untuk anak seperti playground yang letaknya outdoor. Lantai playgroundnya juga beralaskan pasir jadi jika anak jatuh, anak tidak merasa sakit.

Ada juga arena bermain catur raksasa. Di video di bawah ini, terlihat arena bermain catur. Dan yang tidak kalah seru, ada kids club. Jadi disini anak bisa bermain bersama teman-teman dengan bimbingan pengajar.

17-01-31-10-17-58-058_deco

Kids Club Holiday Inn Resort Senggigi

Kolam renangnya pun sangat-sangat luas dan ada bantal-bantal untuk anak sehingga anak bebas mengeksplor kegiatan olahraga di air.

17-01-31-10-22-30-759_deco

Kolam Renang Holiday Inn Resort Senggigi tampak dari atas

Selain kolam renang, Holiday Inn juga mempunya jacuzzi yang letaknya di samping pool bar dan dari gambar di atas tampak kolam kecil bulat. Berikut foto-foto dan video keseruan kami sekeluarga (suami, anak, mama dan adik) di Holiday Inn. Saya sudah 4x menginap disini dan tidak bosan. Dari sebelum berkeluarga sampai sudah berkeluarga. Besok akan saya tulis tempat penginapan yang harganya terjangkau namun ramah anak.

Berikut video keseruan anak saya di kolam renangnya:

 

Sekian review mengenai Holiday Inn Resort di Senggigi. Ayo ke Lombok!

Wassalamu’alaykum.