Sinergi Membangun Generasi Kreatif dan Berkarakter Islami

Assalamu’alaykum,

Tulisan sy ini adalah hasil yg sy rangkum dari seminar JSIT (Jaringan Sekolah Islam Terpadu) di Mataram, NTB, yg berlangsung pd hari Kamis, 28 Maret 2019 yg berjudul Sinergi Membangun Generasi Kreatif dan Berkarakter Islami.

Sy hanya mencatat apa yg dibicarakan oleh TGH. Satriawan saat membacakan doa membuka acara, Drs. H. Sukro Muhab selaku pembicara parenting. Sy tidak mencatat slide karena sy tidak dapat kursi di daerah depan sehingga tidak bisa melihat slide.

Anak harus diberikan pendidikan. Jika pendidikan saja tidak diberikan, bagaimana doa anak bisa sampai ke orangtua?

Orangtua harus belajar mendidik anak, mengapa?

1. Karena anak bs menjadi penentu surga atau neraka.

2. Tantangan pengasuhan skr jelas berbeda dibandingkan dg zaman dulu. Tantangan zaman sekarang lebih kompleks sehingga orangtua mau atau tidak mau, suka atau tidak suka harus punya ilmu agar dapat menghadapi tantangan tsb.

3. Anak dapat menentuka nasib bangsa 20 th yg akan datang -Abraham Lincoln-

Yang bertanggung jawab terhadap pendidikan anak itu siapa? Sekolah/Orangtua? Jelas Orangtua. Karena pendidik pertama dan utama seorang anak adalah orangtua. Adapaun guru, sekolah hanyalah mitra.

3 pusat pendidikan seseorang:

  1. Keluarga: tugas utama keluarga adalah menjaga fitrah manusia. Dari keluarga bs dididik dg adab, ilmu, kepribadian. Dalam surat At-Tahrim ayat 6 Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6)

2. Sekolah: yg diajarkan di sekolah seperti pengembangan kompetensi, bakat, kebangsaan.

3. Masyarakat: amar ma’ruf nahi mungkar.

Peran dan Tugas Orangtua:

I. Mendidik anak adalah amanah dr Allah, artinya ortu dipercaya Allah untuk menjaga amanah dari-Nya.

  1. Ortu harus punya visi dan misi keluarga terutama mengenai pendidikan. Keluarga, anak-anak mau dibawa kemana. Contoh nabi yg mempunyai visi dan misi yg visioner adalah Nabi Ibrahim AS. Menghasilkan anak-anak dan turunan yg Nabi jg, yaitu Nabi Ismail, Nabi Yaqub, Rasulullah Muhammad SAW. Visi dan Misi Nabi Ibrahim AS ada dalam surat Al-Furqan: 74 dan surat Ibrahim: 40.

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al-Furqan: 74).

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (Ibrahim: 40)

2. Janganlah ortu meninggalkan generasi yg lemah. Bagaimana caranya? Mulailah dg bertakwa kpd Allah, berkata-kata yg benar dan baik kepada anak, tidak boleh berbohong walaupun itu hal kecil, sebagaimana tercantum dalam surat An-Nisa: 9.

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (An-Nisa: 9).

Kemampuan-kemampuan yg Harus Anak-Anak Kuasai di Masa Depan adalah:

  1. Kemampuan memecahkan masalah.
  2. Social skill: berkomunikasi, bersosialisasi, saling menghargai.
  3. Soft skill
  4. Berwawasan luas.

II. Orangtua Harus Sabar

Ada tips sabar dari Allah yg tercantum dalam surat Ali Imran ayat 159: mohonlah rahmat dr Allah, lemah lembut, maafkan, mohon ampun, musyawarah dan bertawakkal. Jangan bersikap keras hati.

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِي

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (Ali Imran: 159)

Selain yg tercantum dalam surat Ali Imran, orangtua jg harus kreatif. Jangan marah/capek kl satu cara belum berhasil. Kreatif menggunakan cara-cara yg menyenangkan dalam mendidik anak.

Bagaimana membuat diri ortu dan anak agar kreatif:

  1. Bermain
  2. Latih imajinasi dg membaca buku
  3. Rangsang dg bertanya
  4. Bebaskan bereksplorasi
  5. Pilih pilihan liburan yg edukatif dan kreatif
  6. Dahulukan pujian dibandingkan sanksi.

Sekian, wassalamu’alaykum.


Advertisements

Peran Ibu Shalihah Dalam Membentuk Generasi Milenial

Generasi Milineal adalah generasi yang lahir di antara tahun 1980 – 2000, atau disebut Gen Y. Generasi yang lahir tahun 2000 – 2020 disebut generasi post milineal/Gen Z. Pembagian generasi sendiri per-20 tahun.

Ciri-ciri generasi milineal adalah

  1. Sangat tergantung pada internet/gadget karen ketersediaan internet dan kecanggihan teknologi.
  2. Perbedaan cara komunikasi dengan generasi sebelumnya, interaksi lebih sulit dilakukan, karena sudah sibuk dengan interest masing-masing. Namun, hal ini membuat kolaborasi bisa lebih mudah terjadi di antara orang-orang yang memiliki interest yang sama.

Yang perlu dilakukan adalah: membuat atmosfir dimana anak-anak mau melakukan segala sesuatunya karena keinginan mereka sendiri dengan cara meng-install WHY-nya terlebih dahulu; tidak bisa lagi memakai cara ‘nyuruh-nyuruh’.

Kebanyakan orangtua sekarang, supaya mengetahui permasalahan yang dihadapi anak, cari lewat social media anak, karena biasanya anak-anak ‘curhat’ disana. Jadi ortu juga perlu punya social media, tapii dengan tujuan untuk mengetahui keadaan anak (bukan agar bisa menjadi sosialita di social media).

Perlu di cek juga siapa teman-teman anak di social media, karena status/caption teman bisa menjadi pemasok informasi ke pemikiran anak-anak kita.

Untuk mengatasi tantangan seperti ini, yang bisa ortu lakukan adalah tanamkan keimanan pada anak-anak.

Tentang keimanan anak:

  1. Nabi Yaqub AS sebelum meninggal berwasiat kepada bani Israil anak-(anaknya-anaknya 12 orang); siapa yang kalian sembah setelah saya meninggal? Nabi Yaqub saja, yang merupakan cucu Nabi Ibrahim dan anak Nabi Ishaq mengkhawatirkan keimanan anak-anaknya sebelum meninggal.
  2. Kisah Rasulullah SAW kepada Abu Thalib meninggal dalam keadaan belum islam. Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-Qashas ayat ke-56.

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al-Qashash [28]: 56).

Maka, jangan sia-siakan hidayah yang Allah Ta’ala berikan pada kita.

Upaya apa yang bisa ortu lakukan untuk menjaga hidayah anak?

I. Menjaga referensi berupa informasi yang masuk ke otak anak-anak.

Kenapa referensi perlu dijaga? karena referensi menentukan pemikiran dan membentuk cara berpikir mereka. Pemikiran mempengaruhi keyakinan, kemudian menentukan tindakan dan habits kemudian membentuk kepribadian.

Gadget sekarang ini dapat menentukan referensi pada anak. Dampak gadget salah satunya adalah:

  • Gadget dapat menurunkan konsentrasi anak dalam menyerap informasi.
  • Adiksi pada gadget (game/pornografi) lebih berbahaya 4x lipat daripada adiksi pada khamr.
  • Di beberapa negara (Jepang dan Korea) adiksi pada gadget masuk kategori musibah sosial.

Maka solusinya adalah anak jangan dikasih gadget (milik sendiri) dan beri aturan penggunaaan gadget.

Konten pada gadget:

  1. Kisah penuh khayalan dibuat seolah-olah menjadi kenyataan.
  2. Membuat kita memiliki keinginan untuk sebra isntan.
  3. Konten akan masuk ke otak dengan mudah tanpa filter, maka perlu juga ada konten baik untuk ‘memerangi’ konten yang mengerikan.

Selain itu, dongeng/cerita yang mengajarkan moral yang keliru seperti kancil, jaka tarub, dll (si kancil anak nakal, suka mencuri ketimun. Ayo lekas dikurung, jangan diberi ampun. Jaka Tarub yang mengintip orang yang sedang mandi, malah bisa menikahi bidadari, dll.)

Lalu bagaimana solusinya? Anak perlu idola, maka arahkan anak untuk mengidolakan Rasulullah SAW dan para sahabat, supaya anak kita mengetahui bahwa Islam itu keren dan hebat. Caranya, yaitu dengan menceritakan kisah Rasulullah SAW dan para sahabat melalui Sirah Nabawiyah.

II. Menyeleksi tayangan TV

Ortu pasti tidak akan memberikan makanan yang basi, berulat dan busuk kepada anak-anak (yang efeknya mengenai masalah pencernaan), maka pastikan juga untuk memberikan makanan yang baik untuk pemikiran anak-anak.

Pendidikan itu mendidik karakter & karakter hanya bisa ditransfer oleh para alim/ulama, sesuai sabda Rasulullah SAW .

Dengan wafatnya ulama, berarti Allah telah mulai mengangkat ilmu dari manusia. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺍﻧْﺘِﺰَﺍﻋَﺎً ﻳَﻨْﺘَﺰِﻋُﻪُ ﻣﻦ ﺍﻟﻌِﺒﺎﺩِ ﻭﻟَﻜِﻦْ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺑِﻘَﺒْﺾِ ﺍﻟﻌُﻠَﻤَﺎﺀِ ﺣﺘَّﻰ ﺇﺫﺍ ﻟَﻢْ ﻳُﺒْﻖِ ﻋَﺎﻟِﻢٌ ﺍﺗَّﺨَﺬَ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺭﺅﺳَﺎً ﺟُﻬَّﺎﻻً ، ﻓَﺴُﺌِﻠﻮﺍ ﻓَﺄَﻓْﺘَﻮْﺍ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﻋِﻠْﻢٍ ﻓَﻀَﻠُّﻮﺍ ﻭَﺃَﺿَﻠُّﻮﺍ

Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menggangkat ilmu dengan sekali cabutan dari para hamba-Nya, akan tetapi Allah menanggkat ilmu dengan mewafatkan para ulama. Ketika tidak tersisa lagi seorang ulama pun, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. mereka sesat dan menyesatkan.

Pendidikan bukan hanya transfer of knowledge, tapi juga transfer of character. Maka: carilah guru yang memiliki akhlak yang baik.

Mudah bagi ortu jika hanya menginginkan anak yang pintar, namun tujuan pendidikan bukan hanya menjadikan anak pintar, tetapi juga menjadikan anak memiliki adab sebelum menuntut ilmu.

Allah Ta’ala yang memberi hidayah, ulama yang mendidik karakter umat. Dahulu, orang-orang belajar dengan cara: mencari guru dan ortu concern pada : apakah gurunya berakhlak?

Kisah Imam Ahmad Ibn Hambal yang didatangi oleh murid-muridnya. Kebanyakan muridnya datang dan belajar untuk mempelajari adab beliau, bagaimana beliau menyelesaikan masalah, berbicara, dll (intinya memodel akhlak beliau).

Kisah Muhammad Al-Fatih, yang memiliki 2 orang guru dimana salah satu gurunya, Syeikh Ahmad Al-Qur’ani yang diberi wewenang oleh Ayah MUhammad Al Fatih untuk memukulnya jika tidak taat pada gurunya (tentu saja pukulan yang diberikan adalah pukulan yang sesuai syariat, bukan pelampiasan amarah/rasa frustasi kepada Muhammad Al Fatih). Dalam bimbingan kedua gurunya tersebut (satu lagi Syeikh Aaq Syamsudin), Muhammad Al-Fatih hafal Al-Qur’an dalam waktu 2 tahun. Maka kenalkanlah anak-anak kepada Asatidz dan ulama yang ikhlas dan Lillahita’ala.

Al-Qur’an adalah cara/media komunikasi, yang tujuab komunikasinya adalah mengubah.

Tidak ada satu hal pun, yang berasosiasi dengan Al-Qur’an yang tidak hebat. Dekatkan dan asosiasikan anak-anak dengan Al-Qur’an dengan cara memperhatikan Al-Qur’an sebagai cara/media komunikasi dengan Allah.

Tips bagi anak yang sudah baligh adalah sering-seringlah diajak ngobrol, kenapa?

Islam adalah agama yang mukjizatnya melalui telinga/pendengaran, berbeda dengan sebelumnya yang mukjizat para nabinya dapat dilihat secara visual oleh umatnya pada saat itu. Al-Qur’an adalah mukjizat yang diturunkan kepada umatnya melalui telinga/pendengaran (pada zaman Rasulullah SAW, Al-Qur’an diperdengarkan kepada para sahabat, sebelum kemudian dibubukan sehingga bisa dibaca seperti sekarang).

Firman Allah Ta’ala dalam surat Al-Mulk ayat 10.

وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ

Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”.

Empat tahapan mendidik anak:

Dalam surat Al-Jumuah ayat 2, Allah berfirman:

وَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ Terjemah Arti: Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

  1. Bacakan kepada mereka ayat-ayat Allah. Hal ini untuk menunjukkan tanda-tanda kekuasaan Allah, memuji Allah, mengajarkan bahwa semua terjadi atas kehendak Allah dan bahwa Allah menjaga kita. Moment  utilization semua dikaitkan dengan Allah, tujuannya siap menjadi hamba dan menyembah Allah (Tauhid).
  2. Sucikan hati mereka. Saat sudah siap menjadi hamba dan menyembah (karena merasa lemah dibandingkan dengan kebesaran Allah), maka anak bisa mulai dilatih beribadah melalui teladan ortu, diajak ke masjid oleh ayahnya, diajak ke pengajian, dan mensucikan hati dengan menghilangkan sombong, hasad, riya, bakhil, ujub, dll.)
  3. Mengajarkan mereka kitab. Setelah melalui 2 tahap di atas, barulah diajarkan tentang halal dan haram, fiqh, dan syariat islam lainnya.
  4. dan hikmah. Hikmah merupakan karunia dari Allah Ta’ala. Salah satunya diberikan kepada Luqman. Hikmah artinya adalah sebuah syarat yang dimiliki oleh pemimpin, karena pemimpin mengerjakan hukum Allah. Hikmah sendiri adalah pemberian Allah, maka unntuk mendapatkannya kita harus mendekatkan diri kepada Allah dan meminta hikmah ; dimana hikmah ini berkaitan dengan syariat dan ketaatan kepada Allah.

Yang terakhir adalah bertawakallah kepada Allah, karena Allah-lah Yang Maha Menjaga anak-anak kita.

Materi diambil dari oleh-oleh teman bernama Eka Mardila dari kajian/ceramah Ustadz Felixsiau di Jakarta.

Tips Agar Anak Semangat Mengaji

F: Ma, kl F sudah halaman 34 boleh main hp y.
M: Mama mau tau dong Nak, mau lihat apa di hp?
F: mau lihat jenis lego … (mamanya ga hapal seri lego yg F bilang)
M: ok. 1x aja y nontonnya.
F: ok Ma.
Pulang dr ngaji…
F: yah ma, belum.naik k hal 34. Padahal mama tadi udah dengerin F kn lancar. Tapi kenapa Bunda Ari belum naikkin F ya Ma?
M: kenapa kira-kira ya Nak? Ada bagian yg tersendat ga tadi Nak?
F: perasaan F sih udah lancar seperti kalau ngaji sm mama.
M: jadi gimana Nak?
F: ga bs main hp ya Ma?
M: perjanjianny gimana Nak?
F: kalau naik hal 34 Ma.
M: udah naik belum Nak?
F: belum Ma
M: kita latihan lg y Nak d rumah.
F: iy deh ma.
Keesokan harinya ngaji lagi.
F: ma, alhamdulillah sudah naik hal 34.
M: alhamdulillah.
F: boleh main hp y Ma?
M: Boleh. 1x aja y.
F: ok ma.
Setiap ngaji alhamdulillah selalu brsemangat karena tempat ngajinya tempat brmain juga, teman-temannya seusia F jg. Ada tips bagus dr Mba Elfira alumni EP kl stp bagian yg betul di apresiasi, setiap yg salah didiamkan saja (nanti anak yg mengoreksi sendiri). Alhamdulillah jadinya lebih cepat ngajiny krn d rumah pakai yg disarankan spt yg Mba Elfira bilang. Mudah-mudahan bnyk ortu dan bunda-bunda guru tau mngenai seni-seni pengasuhan EP jd ortu ttp waras, anak bahagia.

Ini video ktk lomba hafalan Qur’an juz ke-30. Ada bagian menarik dr info bunda-bunda guru di lomba ini bahwa anak-anak saling menyemangati teman-temannya yang tiba-tiba mogok ga mau maju. Kenapa ga mau maju? Takut. Kenapa takut? Berani aja. Pas udah maju, teman-teman yg lagi ga maju, meneriakki semangat ayo…ayooo. fitrah anak-anak memang baik. Semoga fitrah baik yg Allah Ta’ala berikan bs dijaga oleh ortu.

Menetapkan Tujuan Bersama Anak

20181109_073243

Menetapkan Tujuan Bersama Anak

Kami sering merencanakan tujuan bareng, baik unt hal besar maupun hal2 kecil seperti gambar di foto, yaitu menetapkan tujuan minum lebih terukur. Dulu kuliah sy prnh hmpr dinyatakan dehidrasi dan trnyt kebawa sampai skr. Minum sy sedikit. Jd anak keikutan minum sedikit. Akhirnya kami menetapkan tujuan bareng soal jumlah air mineral yg diminum.

GROW (diambil dr training #transformingbehaviourskills bersama Mba Okina)
Goals (apa yg ingin dicapai): kami ingin mencapai agar F minum 3 L per hari& sy n suami 8 L/hr.

Reality (gmn kondisi saat ini): kami kurang minum bahkan 2 L/hr engga.

Options (apa langkah2nya): kami akan ukur jumlah yg kami minum per harinya.

Will (apa yg akan dilakukan dg segera): mencoret2 botol 1 L & mengukur jumlah air yg diminum tiap jam.

Bagaimana agar tujuan tetap Hidup?
1. Menyusun improvement steps
2 Mengevaluasi setiap langkah yg dilakukan.

Alhamdulillah berhasil dan masih konsisten.

Menghilangkan Phobia Pada Anak

Assalamu’alaykum…

Anak sy yg laki-laki takut dengan capung dan kenteret (sebenarnya sy yg membuat dia takut adalah karena sy takut). Sy pikir, anak sy laki-laki, harusnya sy tidak menunjukkan ketakutan sy terhadap serangga. Hal pertama yg sy lakukan adalah mengobati diri sy terlebih dahulu. Sy yakinkan diri sy kl serangga itu asal tidak berada di dekatnya, maka dia tidak mengganggu. Kalaupun ada di dekat sy, sy tinggal kibas saja. Ternyata sugesti diri seperti yg sy terapkan pada diri sy tidak bisa saya terapkan kepada anak sy. Akhirnya sy memakai cara lain.

Sy pernah mengikuti training Transformation Behaviour Skills oleh Mba Okina Fitriani pada tanggal 7-9 September 2018. Kebetulan dalam training tersebut, ada salah satu peserta (Mba Rani) yang ingin dihilangkan rasa takut (phobia) terhadap kucing. Melihat gambar kucing pun dia takut.  Mba Okina menginstruksikan untuk mengingat kejadian menyenangkan sebelum kejadian dan sesudah kejadian. Lalu, Mba Okina memberikan gambar kucing pd peserta tersebut, lalu gambarnya diinstruksikan untuk dikecilkan sekecil lingkaran tangannya. Kemudian, Mba Okina mengarahkan untuk mengingat kejadian sebelum sampai sesudah kejadian sembari diputarkan lagu. Lalu mata Mba Rani diinstruksikan untuk melihat gambar kucing yg sudah sekecil lingkaran tangan Mba Okina, lalu peserta tersebut diinstruksikan untuk mengkedap-kedip mata sampai gambar tersebut pudar dan hilang. Setelah selesai, Mba Rani diminta untuk melihat kembali gambar kucing, dan dicium gambarnya. Lalu Mba Rani sudah tidak takut lagi. Hal itu bukan hipnosis ya, tp sugesti diri yg sangat besar untuk berubah menjadi lebih baik.

Sebelumnya sy sudah pernah melatih trauma healing untuk anak sy pada saat kejadian gempa (baca: https://wordpress.com/post/ladytulipe.wordpress.com/3128) Sekarang sy latih anak sy untuk tidak takut serangga. Caranya adalah:

1. Sy ambil gambar capung, karena capung yg paling sering muncul di rumah dan tidak berbahaya.

2. Sy instruksikan anak sy untuk mengecilkan gambar capung tersebut tersebut sampai sebesar lingkaran kecil tangan sy. Lalu sy instruksikan untuk mengkedap-kedip matanya hingga gambarnya buram.

3. Setelah itu sy lihatkan capung ke anak sy dan dia sekarang semakin percaya diri dengan gambar capung.

4. Sy contohkan bagaiman memegang capung. Lalu sy persuasi anak sy, (sebenarnya yg dia takutkan adalah geli-nya memegang serangga). Maka sy instruksikan unt memegang sayapnya…dan sy ajak anak untuk memegang capung daaannn taraaam dia berhasil memegang capung.

Berikut adalah foto keberaniannya memegang kenteret. Krn memgang capung ga sempat difoto.

20181023_160333

Wassalamu’alaykum.

Fitrah Iman

IMG_20181019_055710_225

Fitrah Iman

Kebetulan jadwal tahsin sy dirubah dr sore ke siang. Dan qadarullah anak sy sakit hr rabu (ga masuk sekolah krn muntah2, namun dia ga mau tidur, maunya ikut sy tahsin ke rumah guru sy. Unt tahsin sy sgt usahakan sy tdk izin kelas krn sy rindu suasana dg guru dan teman2 sy disini. Walau cuma 4 org tp in syaa Allah banyak kebaikan dan motivasi d kls ini. Spt d kls #enlighteningparenting dan #tranformingbehaviourskills). Di tmp tahsin, dia mendengar sambil bermain lego dan sesekali minta izin ke guru sy untuk melihat-lihat rumahnya ke dalam. Setelah pulang, anak sy bilang. Ma, masuk surga itu ga gampang ya Ma. Td F dengar Mama ngaji 1 ayat saja berkali-kali diulang-ulang, haduh capek deh. Kl F shalat dhuha, kn kl 12 rakaat dibangun rumah sm Allah di surga, 12 rakaat ga gampang loh Ma. Br 2 rakaat, F udah mau main. (Senyum bareng)

Masuk surga memang ga mudah Nak, tp kita sudah dikasih petunjuk sm Allah lewat Al-Qur’an. Itu knp Mama jg bljr Al-Qur’an. Bljr ngaji Mama harus beda dong Nak dg bljr ngaji F, krn umur Mama lebih tua artinya Mama jg hrs lebih, bertambah belajarnya. F msh inget ga yg Mama prnh bil kita hrs Taat, Syukur, Bermanfaat, Meningkat? Meningkat, termasuk menambah ilmu itu Nak. Krn unt beriman kpd Allah perlu ilmu, unt masuk surga perlu ilmu. Ilmu kita hrs meningkat agar tidak lepas hubungan kita dg Allah.
F mau kan trs menjaga hub dg Allah? Iya mau ma, spy Allah sll lindungin F. Alhamdulillah, pelan2 kita belajar trs, kita jaga trs hubungan kita dg Allah. In syaa Allah jalan k surga mnjadi lebih mudah Nak. Iya Ma, bismillah.

Sorenya anak sy ada jadwal ngaji. Kami minta dia istirahat dl, dia ga mau. Maunya ngaji. Dan dia berikan solusi ke kami. Gini aja Yah, Ma…nnt F mnt izin ke Bunda dan teman2 spy F dpt urutan pertama ngajinya jd bs pulang cepat. Baik Nak. Tp Mama jg izin ke Bunda y Ma spy F dpt urutan pertama. Ok.
Sy dan ayahnya jemput lbh awal, namun dia ga mau pulang dl meskipun sudah selesai krn belum berdoa, doa penutup majlis ktny. (Kami tertawa bareng. Antara mau berdoa dg main. Semoga Allah Ta’ala menjaga fitrah iman di hatinya).

Berkata yang Baik

Pulang sekolah, anak sy yg sedang duduk di bangku TK membawa kata-kata yg sy dan ayahnya tidak memgerti. Sy cari tau ternyata artinya tidak baik untuk dikatakan. Di rumah hanya ada sy, suami, dan adiknya yg masih bayi belum bs bicara. Bibi yg bantu di rumah ada, namun sy yakin bibi tidak pernah bicara itu dan jg interaksi anak sy dan bibi bs sy awasi krn selesai kerja bibi pulang ke rumahnya. Lalu sy ajak dia ngobrol.

Nak, apa artinya itu? Ga tau ma, yah…td si itu yg bilang. Mama tanya sm bibi dan teman mama dan ayah ternyata kata tersebut tidak baik Nak. Artinya perempuan nakal. Kl nakal baik ga Nak? Engga Ma. F inget hadits barang siapa beriman kpd Allah dan hr akhir hendaklah berkata baik atau diamlah? Kalau F ga tau artinya lebih baik diam atau gimana Nak? Diam Ma. Kl udah tau artinya ga baik, lebih baik gimana Nak? Diam Ma. Berarti udah tau ya Nak lebih baik diam dan jangan berkata kata itu lg ya Nak.

F mau ga kl dibilang kata2 yg ga baik sm teman? Ga Ma. Kr2 gmn perasaan F/teman dikatain hal yg ga baik? Sedih Ma. Kr2 ngatain teman perbuatan baik/buruk Nak? Buruk Ma. Kl buruk sebaiknya dilakukan apa engga Nak? Engga Ma. Jd Mas Faiz bs berhenti ya berhenti berkata kata2 itu? Iya Ma. Kl kr2 Mas Faiz bilang hal itu lg, konsekuensinya apa Mas? Dikurung d kamar aja Ma. Bener ya Nak? Bener Ma.

Alhamdulillah kata2 tersebut tidak pernah keluar lg dr mulut F. Semoga Allah sll menjaga kami.

Lelah Diajak Suami?

Hi Mamah Muda,

Banyak yg tanya ke sy gimana caranya tetap jalan ngurus anak, suami, rumah, dan juga usaha? Jawabannya adalah manajemen diri. Manajemen diri artinya sy mengatur diri sy sendiri, mulai dr hati, waktu, kesehatan, dan keuangan. Tentukan prioritas-prioritas, tau keadaan. Seperti apabila sedang bekerja, urus pekerjaan sampai waktu yg sudah ditentukan, sedang bersama keluarga, total bersama keluarga, sy mensilent hp sy.

Sy mengatur hati sy dg yg mempunyai hati sy, yaitu Allah Ta’ala. Maka, sy berusaha untuk menjaga ketakwaan kepada yg Maha Mempunyai hati. Usaha yg sy jaga adalah dg melaksanakan perintah Allah Ta’ala dan tidak melaksanakan apa yg dilarang-Nya. Sebelum subuh sy berusaha bangun untuk curhat kepada Allah Ta’ala, melaksanakan shalat wajib dan sunnah, baca A-Qur’an dan mentadabburinnya, belajar dg guru yg paham, berbagi, tidak membicarakan hal yg tidak perlu, tidak melakukan hal yg tidak perlu, dzikir pagi dan petang. Hal tersebut selalu sy usahain rutin, agar hati sy menjadi tenang. Dengan berbagi hati menjadi senang. Dengan tidak mendengarkan, melakukan dan membicarakan hal-hal yg tidak perlu hati menjadi tenang dan…”dengan mengingat Allah Ta’ala hati menjadi tenang” (QS Ar-Ra’du: 28).

Perlu tidaknya melakukan suatu sy biasanya membuat jadwal harian dan bulanan. Dengan membuat jadwal, sy jadi tahu kegiatan mana yg prioritas dan kapan kegiatan tersebut sy lakukan. Disini masuk ke manajemen waktu. Manajemen waktu sy buat secara rinci termasuk jam berapa, berapa lama serta apabila waktunya habis, beralih ke kegiatan lainnya.

Lalu, ada pertanyaan lainnya ke sy: kalau sedang capek, gimana “layanin” suami. Krn biasanya suami kan ga bisa ditunda keinginan yg satu itu.

Jawaban mengenai hal di atas adalah iya, sy melayani. Pernah sedang capek ga? Pernah. Terus gimana? Ya, tetap sy layani. Kok bisa? Suami sy termasuk pekerja tambang yg rooster kerjanya pernah 4-4, 5-2, terakhir 4-2 (4 minggu kerja, 2 minggu off). Sewaktu 4-4 (4 hari kerja, 4 hari off) itu yg harus sy latih diri sy terus dan terus. Apanya yg dilatih? Sugesti diri sy. Terkadang suami sy bisa mengerti kl sy sedang halangan atau sakit. Tp kl cuma lelah biasa, dia ajak sy diskusi.

Bagaimana sy melatih sugesti positif terhadap diri sy? Kira-kira seperti ini. Kejadian ini sewaktu sy sedang menghadapi rasa lelah dan sakit kepala namun sy harus tetap hadir di suatu acara. Mamah-mamah muda bisa mengganti kondisi ini dg menukar kejadiannya sesuai dg mamah-mamah inginkan ya. Pada kondisi ini, sy mencoba menegosiasi dg tubuh sy sendiri dan mencari penyebab kenapa sy suka lelah dan sakit kepala. Saya pejamkan mata, saya fokuskan pikiran saya ke bagian kepala yg sakit, sebelah atas. Saya berdoa minta dimudahkan dan diberikan kesembuhan oleh Allah Ta’ala. Kemudian saya ajak tubuh saya berdialog.
“Halo tubuh, terimakasih sudah memberi tahu sy bahwa sy butuh istirahat. Bahwa rasa sakit ini adalah peringatan bagi sy untuk beristirahat. Namun saat ini sy belum bisa melakukannya, jadi sy minta bantuannya untuk menghentikan rasa sakit ini.” Kemudian sy tarik nafas dalam-dalam, sy visualisasikan mengirimkan oksigen segar ke kepala bagian atas yg terasa sakit. Sy bayangkan oksigen itu mengendurkan syaraf-syaraf yg tegang saat itu. Sy lakukan terus beberapa kali. Dan alhamdulillaah, rasa sakit berkurang perlahan lahan, dan kemudian hilang sama sekali.

Lalu, sy cari penyebab sy kelelahan dan sering sakit kepala ternyata sy sering telat makan, dan apabila makan jumlahnya tidak mencukupi tubuh karena kl anak sedang minta ASI, sy berhenti makan lanjut memberikan anak ASI dsb. Maka saya antisipasi dg makan biskuit, makan buah, dan makan lagi kl anak tidur (kl mamah ikut tertidur jugan pas bangun makan lg ya 😁)

Teringat kata ustadz dan ustadzah tempat sy berguru:

إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ أَنْ تَجِيْءَ لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ.

“Jika seorang suami mengajak istrinya ke atas ranjangnya, tetapi ia tidak mematuhinya, maka para Malaikat akan melaknatnya sampai pagi.”
Nah, takut kan kl seperti itu. Maka selain berdiskusi dg suami, sugesti diri yg positif, mamah muda bisa mencari penyebab kenapa mamah cepat lelah dan cari solusinya.

Semoga bermanfaat.

 

Travelling Bersama Balita dan Bayi

Hi Mamah Muda,

Mamah…kalau mamah mau jalan-jalan tapi kepikiran repotnya bawa anak, bawaan lain-lainnya untuk anak-anak, untuk diri sendiri dll. Saran saya buang jauh-jauh pikiran tersebut. Mari pikirkan saja cara praktis dan efektif agar jalan-jalan menjadi menyenangkan. Kata orang kalau jalan-jalan itu bagi mamah hanya pindah mengurus anak. Mamah juga bisa loh menikmati jalan-jalan. Caranya siapin peralatan, hati, rencana bersama suami dan anak-anak, anak-anak apabila sudah berumur di atas 2 tahun bisa di briefing dan role playing. Mari saya telaah satu-satu kegiatan saya agar liburan sekaligus kerjaan saya di luar megeri menyenangkan:

1. Berdoa. Saya niatkan dan minta sm Allah Ta’ala agar sy bisa mempersiapkan semua kebutuhan saya dan tidak ada yg tertinggal.

2. Saya siapin hati, pikiran apa yang akan saya lakukan pertama kali.

3. Saya list barang-barang kebutuhan saya. Apabila saya travelling untuk kerjaan, maka yang saya persiapkan adalah semua kebutuhan kerjaan, lalu saya, anak-anak, dan suami. Suami biasanya ga sy urus lg. Saya hanya mengecek apakah yg suami siapkan sudah lengkap.

4. Saya siapkan barang-barang serta masukkin ke tas dan koper. Biasanya sy bedain tas/koper untuk kerjaan. Saya, suami, dan anak-anak saya usahakan berada dalam 1 tas/koper. Jd saya tidak perlu bawa banyak barang (untuk meminimalkan potensi kehilangan karena lupa/riweuh dsb). Kalau ke luar negeri yg 4 musim, musim salju sebenarnya lebih enak bawaan baju lebih sedikit. Karena udara dingin tidak menyebabkan keringat di badan jd baju bisa dipakai berkali-kali.

5. Diskusikan dengan suami dan anak-anak apa yang akan dilakukan dari mulai berangkat dari rumah sampai kembali ke rumah. Diskusikan list yg sy tulis apakah sesuai atau tidak. Diskusikan mengenai tempat-tempat seru yang bisa dinikmati oleh seluruh keluarga. Sy bilang seluruh ya, karena kalau anak-anak masih balita pergi ke Universal Studio dan Disneyland juga agak ga seru karena mereka belum bisa menikmati. Legoland mereka bisa menikmati karena semua permainan sesuai dengan umurnya. Orangtua juga bisa menikmati banget keseruan bermain di Legoland.

6. Briefing dan role playing anak-anak dari jauh-jauh hari berangkat, biasanya 1 bulan sebelumnya dari situasi keluar rumah sampai kembali lagi ke rumah. Briefing dan role playing juga untuk keadaan-keadaan darurat apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk barang-barang yang biasa sy bawa wajib untuk anak-anak adalah gendongan. Gendongan ergo seperti postingan sy mengenai umroh (https://ladytulipe.wordpress.com/2018/09/25/) sangat membantu mamah. Dari anak pertama umur 11 bulan sewaktu saya pergi ke Jepang di tahun 2014 sampai sekarang, gendongan masih sangat nyaman dipakai dan sekarang dipakai untuk anak kedua yang ke Jepang juga umur 7 bulan April-Mei 2018 kemarin. Selain gendongan, makanan bayi yang halal, mudah dibuat dan praktis juga saya bawa. Sepertislow cooker merk takachi sy bawa. Namun, perlu diperhatikan kepada mamah kalau pergi ke Jepang. Di Jepang voltase listriknya 110 V sedangkan di Indonesia 220 V. Jadi kalau mamah bawa peralatan listrik dari Indonesia ga akan bisa dipakai. Saran saya mamah apabila mamah mau pergi karena liburan, mamah cari tempat nginap yang menyediakan peralatan dapur dan mamah bisa beli bahan-bahannya di swalayan di negara Jepang atau bawa dari Indonesia. Perlu mamah ketahui bahwa di Jepang, mencari produk halal tidak selangka zaman dahulu. Meskipun ga sebanyak di Indonesia, mamah bisa memilih bahan-bahan yang sudah ada label halal, atau memilih bahan-bahan seperti ikan, cumi, udang, sayur, buah, umbi-umbian, tofu dan masih banyak lagi. Mengenai stoller, mamah bisa browsing-browsing, negara yg mamah tuju ramah tidak dengan stoller. Dari negara-negara yang pernah anak-anak saya kunjungi (Singapura, Malaysia-Johor, Jepang-Nagoya,Tokyo, Osaka, Kyoto, Okinawa, Australia-Perth, UAE-Dubai, Spanyol-Madrid, Barcelona, Aljazair-Alger, Inggris-Birmingham, London, Menchester, Liverpool. Arab Saudi-Mekkah, Madinah, Jeddah)Negara-negara yg sy tidak sarankan untuk membawa stoller adalah Arab Saudi (apalagi untuk umroh, takut mengganggu orang lain yg tawaf dan sa’i) dan Aljazair (ga mungkin kesini juga kali y mamah. Sy kesini karena ada urusan kerjaan).

Ayo intip keseruan saya travelling sekaligus bekerja bersama anak-anak.

Semoga bermanfaat.

Fitrah Tanggung Jawab

Setiap anak yang lahir ke dunia dalam keadaan fitrah, yaitu suci dan membawa potensi-potensi baik yang diberikan Allah Ta’ala. Sebelumnya, saya sudah menuliskan tentang fitrah interaksi, yaitu interaksi kakak dengan adiknya. Kali ini, saya akan menuliskan sedikit tentang fitrah tanggung jawab yang dialami oleh anak pertama saya.

IMG_20181003_083444_870

Pagi ini ada kejadian di luar dugaan yg terjadi sehingga kami pergi ke TK terlambat 10 menit. Kejadian itu adalah pecah gelas. Pecah gelas dalam minggu ini udah terjadi 2x.
Praangg!
F: yah pecah lagi.
M: (kaget, otak reptil sudah mau beraksi. Ambil napas. Diam tanpa ekspresi).
F: kena tangan F tadi, ga sengaja. Maaf ya Ma.
M: selanjutnya diapain ya Nak gelas pecahnya? (Nada tanya biasa)
F: F sapu ya Ma.
M: makasih ya Nak (senyum). Lain kali lebih hati-hati ya.

Inget di #enligtheningparenting bahwa salah satu fitrah anak yang diberikan Allah Ta’ala adalah fitrah tanggung jawab. Maka, saya berusaha untuk tidak merusaknya dengan diam. Diam adalah pertolongan pertama yang efektif untuk tidak merusak fitrah baik anak dibandingkan ngomel. Setelah diam, lanjut dg self talk (apa yang harus dilakukan). Kalau saya ngomel/marah, takutnya yang terjadi anak memilih berbohong dan menggangap jujur adalah tindakan berbahaya serta tanggung jawabnya tidak dihargai.

Terima kasih sudah mendidik mama untuk bisa lebih sabar. Mudah-mudahan bisa lebih hati-hati.