Dlava Butik Went to Algeria, North Africa

fb_img_1484695451161

Assalamu’alaykum,

Mendapatkan kesempatan mengikuti pameran di Algeria, Aljazair merupakan suatu kesenangan tersendiri buat saya, karena satu-satunya benua yang belum saya kunjungi adalah benua Afrika. Saya memang bercita-cita bisa menginjak benua Afrika. Dan…dream comes true, alhamdulillah.

Kedutaan RI di Aljazair mengundang para pelaku usaha di Indonesia melalui BUMN untuk mendapatkan kesempatan berinvestasi di Aljazair. Ajang investasi ini mendapatkan tempat di Pameran Salon International Des Travaux Publics di Gedung Safex. Pengen sekali bisa mempostung foto-foto Gedung Safex, namun handphone saya sempat hilang di Barcelona (sebelum ke Aljazair; sy, suami, mama, papa, dan anak singgah dulu ke Spanyol dan hp kelupaan di taksi). Jadi foto-foto adanya di hp suami dan hp orangtua dan belum saya pindahkan ke hp saya.

Apa yang saya jual di pameran tersebut? Saya menjual barang dagangan Butik saya (Dlava Butik),  yaitu kain tradisional Indonesia (tenun, songket, dan batik) dan mutiara, produk-produk khas Nusa Tenggara Barat (NTB). Seperti sudah banyak orang ketahui bahwa NTB kaya akan hasil mutiara, tenun, dan songket. Propinsi NTB terdapat 3 suku, yaitu suku Sasak di Lombok, Samawa di Sumbawa dan Mbojo di Bima.

Pasar di Aljazair sangat tertarik dengan Mutiara Lombok. Di Aljazair, selain penduduk asli juga banyak orang Eropa, Arab, dan Cina. Berikut saya posting foto-foto yang ada di Hp saya. Gambar di bawah ini adalah keseruan pembeli membeli produk-produk yang saya tawarkan.

Di dalam pameran ini ada 43 pelaku usaha termasuk BKPM dan BUMN yang membawa para pelaku usaha. Saya bahkan semua peserta pameran sangat mengapresiasi Kedutaan RI di Aljazair khususnya Duta Besarnya yang sangat melayani tamunya. Kami disediakan bis dari mulai sampai Bandara Aljazair, pergi dan pulang pameran, pulang ke Bandara menuju Tanah Air, makan 2x sehari (siang dan malam), menjamu tamunya di Wisma KBRI, menyediakan translator dari Bahasa Perancis dan Arab (bahasa orang Aljazair) ke Bahasa Inggris, menyediakan waktu 1 hari buat para tamu mengelilingi Aljazair, bahkan menyediakan sesi temu investor dengan pasar sehingga investor, para pelaku usaha bisa mempresentasi produknya. Dari sesi ini, senang sekali saya bisa presentasi dan mendapatkan mitra untuk diajak kerjasama.

fb_img_1484692076269

Sesi bertemu Investor dan Pasar

fb_img_1484692287700

Penerimaan Plakat dari Duta Besar

FB_IMG_1484692184336.jpg

Bersama Duta Besar Indonesia di Aljazair

20170117_082654

Plakat dari Duta Besar Aljazair di Indonesia

fb_img_1484695200310

Mitra yang Mau Bekerjasama

Berikut foto-foto saya saat presentasi produk Dlava Butik dan bersama para investor dan para delegator dari negara-negara lain.

20170118_044044

Buku Kenang-Kenangan untuk Para Peserta Pameran

fb_img_1484695271978

Salah satu Pengunjung

Berikut foto pemandangan Aljazair:

fb_img_1484695034307

Display Pameran

Sekian tulisan saya ini, semoga bermanfaat dan menambah motivasi bagi teman-teman pembaca. Setelah ini saya akan menulis tentang aktivitas anak saya selama di pameran.

Wassalamu’alaykum.

Resolusi 2017

Assalamu’alaykum,

Selamat hari minggu teman2. Selamat mengumpulkan kembali semangat untuk hari senin setelah berlibur. Teman2 punya resolusi apa di tahin 2017? Ada cita-cita yang ingin teman2 capai di tahun yang baru ini? Kalau saya pribadi selalu membuat resolusi di pergantian tahunnya. Mengapa? Agar saya bisa selalu semangat menjalani hari2 dengan mencapai cita2 yang saya inginkan dan mengevaluasi diri saya, apakah saya mengalami kemajuan atau kemunduran (naudzubillahimindzalik ya kalau kemunduran). Begitu juga dengan anak saya dan keluarga saya. Kepada anak biasanya saya diskusikan sesuai dengan umur anak saya, 3,5 tahun, seperti Nak, mau bisa naik sepeda roda 2 ga di umur 4 tahun. Resolusi untuk keluarga kecil biasanya saya diskusikan dengan suami sy. Resolusi untuk usaha/toko saya, saya diskusikan dengan suami dan team (karyawan) saya.

Resolusi saya dengan anak di tahun 2017 adalah:

  1. Menemani anak saya ke masjid setiap shalat 5 waktu. Hal ini saya inginkan agar anak saya senang ke masjid agar sudah besarnya kelak anak saya tanpa disuruh setiap panggilan adzan langsung ke masjid. Di tahun 2016 kemarin saya sudah menerapkan hal ini dan saya ingin melanjutkannya karena saat liburan khususnya ke luar negeri susah sekali ke masjid dan pas saya sibuk juga bolong2 ke masjidnya.
  2.  Melanjutkan pengenalan kepada Allah, Islam dan Rasulullah (sirah Nabi) melalui buku2 islami seperti Halo Balita, Muhammad Teladanku, buku2 science, dan tadabbur alam mengenal ciptaan Allah dengan ke gunung, laut, gurun, salju, hutan, serta membacakan terjemahan juz ke-30. Saya sudah melakukan hal ini di tahun 2016. Halo Balita sudah habis kami baca dan akan kami ulang2, buku Muhammad Teladanku kami baru sampai jilid-5, dan mengetahui isi juz-30 kami sudah sampai surat Al-Lail.
  3. Melanjutkan tahfidz, hadist, dan mengaji ummi.
  4. Latihan sepeda roda-2 sampai bisa, latihan berenang sampai bisa, dan latihan memanah sampai bisa. Khusus untuk latihan sepeda roda-2 dan berenang saya dan suami yang melatih, sedangkan memanah saya dan Faiz berlatih bersama guru.
  5. Membiasakan berbicara bahasa inggris dan berkenalan dg bahasa arab.

Alhamdulillah Faiz sangat antusias mengerjakan hal2 yang sehari2 dia sudah lakukan. Tahfidz, mengaji ummi biasanya kami lakukan selepas shalat maghrib sampai isya. Membaca buku biasanya kami lakukan sebelum tidur siang dan tidur malam. Berlatih sepeda kami lakukan setiap pagi sebelum ke sekolah dan sore setelah Faiz tahfidz di lembaga pendidikan. Memanah kami lakukan setiap hari minggu pagi dan berenang setiap sabtu dan minggu sore.

Sedikit sharing mengenai resolusi saya di tahun 2017 adalah seperti gambar di bawah ini.

20170115_180625.jpgMutaba’ah Januari 2017

Dari gambar di atas shalat rawatib, shalat wajib, shalat sunnah, puasa sunnah, shalat dhuha, qiyamul lail, tilawah, dzikir pagi, dzikir petang, olahraga, beauty care pagi dan malam, baca buku, dan menulis blog.

Pada tahun 2016, shalat rawatib saya banyak sekali bolongnya. Padahal hadist Rasulullah SAW mengatakan:

images

Anjuran shalat rawatib sesuai hadist

Baca buku dan menulis blog saya targetkan 1 hari 1 buku dan 1 hari 1 artikel disebabkan agar ilmu saya bertambah setuap harinya.

Beauty care saya lakukan dengan cara sederhana, yaitu mencuci muka, masker dengan masker kefir yang dijual oleh medina (selanjutnya mungkin saya harus review product juga di blog), pagi pakai sunblock aja, malam pakai krim malam saja. Biasanya yang saya suka ga konsisten adalah perawatan pada malam hari, karena kerja sampai malam atau homeschooling anak sampai malam, tidurin anak membuat saya suka langsung tidur. ūüėÜ

Hadist mengenai shalat dhuha dan dzikir pagi ada di bawah ini:

images

Hadist Shalat Dhuha

Mengenail tilawah 1 juz, saya termotivasi dengan teman saya yang di tahun 2016 kemarin bisa khatam 12 kali. Sedangkan saya hanya khatam 5x. Tentunya di tahun 2017 ini saya ingin bisa lebih dari 5x (kan harus lebih baik dari tahun sebelumnya).

Mengenai keutamaan qiyamulail, salah satunya adalah:

images

Keutamaan Shalat Malam

Olahraga saya sangat tidak konsisten. Di tahun 2016 saya konsisten senam 4x seminggu, lalu saya ada proyek di Aljazair, Afrika Utara. Sepulang dari Afrika jadi tidak konsisten lagi. Saya tekadkan konsisten di tahun ini. Selain untuk menjaga kesehatan, olahraga juga membuat badan saya tidak cepat capek. Saya paling suka olahraga di pagi hari dikarenakan agar saya bugar seharian beraktivitas dan tidak mudah lelah sehingga target harian saya tercapai.

Sekian semoga tahun ini saya bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Doain yah. Semangaaat.

Wassalamu’alaykum.

Wonderful Wife

Assalamu’alaykum,

Tulisan ini saya rangkum dari buku Wonderful Wife karangan¬†Cahyadi Takariawan untuk Teh Dini yang pernah saya janjikan. Gimana menjadi istri yang wonderful dikupas habis dalam buku ini. Buku ini juga sangat mudah dipahami, tidak berbelit-belit, di dalamnya juga banyak contoh yang sangat banyak dialami oleh setiap pasangan dalam berumah tangga. Ga nyesel deh beli buku ini. Buku ini sangat mudah dipraktekkan. Niatkan mempraktekkan buku ini karena Allah, bukan karena suami, karena kalau karena suami; suami bertingkah yang bikin ga enak di hati…bubar deh niatnya, apalagi ditambah suami yang ga mau belajar bagaimana menjadi suami yang baik di jalan Allah, capek deh.. Apabila diniatkan karena Allah, in syaa Allah lebih mudah meskipun hati berliku-liku ^.^

Untuk menjadi wonderful, hal pertama yang harus dipahami adalah mengetahui seperti apa kriteria wonderful tersebut. Dalam islam wonderful ini bisa disebut shalihah. Berikut adalah kriteria istri yang wonderful:

  1. Pandai Menyenangkan Suami
  2. Menaati Suami dengan Penuh Cinta di Hati
  3. Menjaga Kehormatan dan Harta Suami
  4. Melayani Suami Sepenuh Hati
  5. Memberi Inspirasi dan Motivasi bagi Suami
  6. Fokus Melihat Kebaikan Suami
  7. Menjadi Sahabat Suami
  8. Menguatkan Kebaikan Suami
  9. Menghormati dan Memuliakan Suami
  10. Melahirkan dan Mendidik Anak Sepenuh Hati

Continue reading

Kekuatan Marketing

 

Assalamu’alaykum teman-teman,

TGIF (katanya Katy Perry), namun teman-teman pelaku usaha tentunya tidak ada istilah weekend yaa. Yang ada teman-teman yang mengatur waktunya sendiri kapan libur kapan kerja ^.^. Kali ini saya akan berbagi tentang Marketing, tepatnya sembilan aturan Closing dan Spin . Materi ini saya dapat dari mentor saya, Pak Nasrin. Beliau adalah pemilik dari Jamu Sasambo, jamu yang sangat terkenal di Propinsi Nusa Tenggara Barat. Juga saya sesuaikan dengan pengalaman saya.

Dalam permainan sepak bola, menggiring bola ke gawang adalah proses selling, namun tidak semua akan menghasilkan goal. Begitu juga apabila ada prospek yang ingin membeli lalu saya melakukan presentasi, belum tentu prospek tersebut mau (goal). Dari sekian prospek yang sudah dipresentasikan, ada yang beli ada juga yang menolak. Apabila dilihat dari alasan si prospek tidak membeli, meski awalnya tertarik dan sudah mendengar penjelasan dari penjual, ada lima hal penyebab mereka tidak jadi membeli. Lima penyebab tersebut adalah:

  1. No money: uangnya tidak cukup, merasa kemahalan atau ingin produk yang lebih murah.
  2. No time: saat prospek butuh cepat, namun kita tidak bisa memenuhi permintaannya.
  3. No need: prospek merasa tidak memerlukan produk/jasa yang pelaku usaha tawarkan.
  4. No urgency: prospek perlu/tertarik dengan produk/jasa yang pelaku usaha tawarkan, namun tidak dalam waktu dekat.
  5. No trust: prospek tidak percaya kepada perusahaannya, tidak percaya kepada produknya, tidak percaya kepada salesnya, atau kombinasi ketiga hal tersebut.

Tugas pelaku usaha sebagai penjual atau sales team adalah membuat ke-5 hal tersebut di atas diatasi sampai akhir closing. Bagaimana cara closingnya? Berikut adalah 9 aturan closing:

  1. Selalu duduk saat negosiasi dan closing
  2. Penawaran dipresentasikan secara tertulis
  3. Penawaran dikomunikasikan dengan jelas
  4. Kontak mata
  5. Selalu membawa alat tulis dan daftar kunjungan
  6. Perlakukan prospek sebagai pembeli
  7. Percaya diri dan rileks
  8. Tetap berpikiran positif dan senyum
  9. Ajukan pertanyaan yang tepat

1. Selalu Duduk saat Negosiasi dan Closing

  1. Posisi Korner

 332-table_corner

Posisi duduk seperti ini sangat baik untuk mempersuasi teman bicara Anda, melakukan wawancara dengan keterbukaan dan melakukan presentasi suatu produk. Anda bisa mempresentasikan produk Anda dengan memberikan kekeluasaan pada teman bicara Anda untuk mempelajari produk Anda bebas tanpa halangan.

  1. Posisi Kooperatif

333-table_side

Posisi duduk seperti ini akan membantu Anda dan teman bicara Anda bisa tetap bekerja di daerah masing-masing dan bisa saling berinteraksi melihat pekerjaan masing-masing serta membahas bila ada suatu hal yang harus didiskusikan bersama. Tidak ada halangan antara Anda dan teman kerja Anda.

3. Kompetitif / Posisi Defensive

8024705731_dab0f97c91_m

Posisi seperti ini sangat memungkinkan terjadinya sifat defensif dan kompetitif dari Anda ataupun dari teman bicara Anda karena adanya meja yang menjadi penghalang.

Lebih lanjut, posisi duduk seperti ini biasanya juga menimbulkan sifat dominan, tidak bisa dikritik dan kurang fair terutama dilakukan oleh orang yang menguasai meja.

Anda tentu akan bersikap menjaga jarak saat bertemu dengan boss Anda di ruangannya dalam posisi duduk seperti ini. Jarang sekali Anda akan meletakkan seluruh tangan Anda di meja boss Anda kecuali bila sudah sangat dekatnya Anda dengan boss Anda karena merasa meja tersebut adalah bagian dari teritori boss Anda. Muncul sifat atasan bawahan dengan posisi duduk seperti ini, tetapi tetap ada manfaatnya.

4. Posisi indipendent

jens-group-around-table-72dpi

Posisi duduk seperti ini biasa dilakukan bila seseorang ingin mengurangi interaksi dengan orang lain. Biasa terjadi di tempat-tempat umum seperti angkot yang sepi penumpang, bangku taman, restoran, perpustakaan dan lain sebagainya.

Posisi duduk seperti ini adalah posisi santai atau malah posisi yang tidak peduli sama sekali. Dan, bukan rahasia lagi kalau Anda akan memilih bangku paling ujung agar tidak begitu terlibat dalam suatu diskusi pastinya.

Kegunaan

Dari posisi-posisi duduk tersebut, tentunya Anda bisa mulai mengindetifikasi dimana Anda harus duduk disesuaikan dengan tujuan dan interaksi yang Anda inginkan baik dalam konteks bisnis atau konteks sosial lainnya.

Bila pertemuan diadakan di meja persegi empat dengan empat bangku, pastinya ini menciptakan corner position dan competitive/defensive position:

untitled

Kerjasama aktif akan diberikan oleh orang yang duduk di sebelah kanan Anda dan resistensi akan datang dari orang yang duduk berhadapan langsung dengan Anda. Oleh karena itu, bila Anda punya teman kepercayaan maka ajak dia untuk duduk di sebelah kanan Anda.

Hal ini berlaku juga bila meja tempat Anda duduk diatur seperti gambar berikut:

untitled-1

Bila Anda bermaksud untuk membuat orang lebih terbuka dan proaktif Anda bisa tempatkan orang tersebut di posisi A dan Anda duduk di posisi B1 atau B2 (corner position).

Bila Anda menginginkan untuk berkerja lebih baik dengan orang lain maka aturlah duduk Anda untuk bisa duduk bersebelahan dengan teman bicara Anda (co-operative position). Anda bisa di duduk B1 teman Anda di C1 atau sebaliknya yang penting bersebelahan.

Bila maksud Anda untuk mempersuasi orang lain dengan menghadirkan narasumber atau seorang ahli agar bisa dimintai pendapatnya maka Anda duduk di A, teman bicara Anda di B1 dan narasumber di B2. Jangan Anda yang duduk berhadapan langsung dengan teman bicara Anda. Anda harus tetap di corner position atau co-operative position.

Bila Anda tidak punya pilihan dan harus duduk dalam posisi berhadapan dengan teman bicara Anda sebaiknya geser sedikit kursi Anda sehingga membentuk sudut dengan teman bicara Anda biar interaksi menjadi lebih baik.

Demikian pula bila Anda duduk di meja bundar ada baiknya Anda geser sedikit tempat duduk Anda agar Anda tidak berhadapan langsung dengan teman bicara Anda.

Dalam suatu perundingan, dimana dua team yang berbeda saling berhadapan. Posisi yang baik untuk ketua team agar bisa mengatur jalannya diskusi dengan baik adalah di posisi C1 atau C2 karena pandangan bisa luas ke depan dan andaikan butuh data dan informasi dia bisa meminta data tersebut pada orang yang duduk  di sebelah kanan dan kirinya.

Lakukan closing dalam posisi duduk. Dalam posisi duduk, prospek sudah dalam posisi ‘closing kecil’ sebelum akhirnya ‘closing betulan’. Jangan melakukan closing sambil berdiri apalagi berjalan. Contohnya adalah dalam pameran mobil atau properti, sales selalu menyediakan meja dan kursi. Setiap calon pembeli selalu diajak untuk duduk sehingga sales leluasa untuk mempromosikan produknya.

2. Penawaran Dipresentasikan secara Tertulis

Sebisa mungkin presentasi di kertas dihadapan prospek dan kertas tersebut diberikan kepada mereka. Contohnya adalah sales asuransi dalam menjual polisnya.

3. Penawaran Dikomunikasikan secara Jelas

Penting untuk menguasai bahasa formal dan santun dan menyampaikan secara jelas kepada prospek. Brosur juga dapat dipresentasika sebagai alat bantu tambahan sehingga prospek semakin jelas dengan penawaran yang ditawarkan. Isi brosurnya harus dijelaskan bukan hanya diberikan kepada prospek. Yang dijelaskan terutama adalah fitur dan benefitnya, bukan hanya fiturnya saja. Alat bantu lain selain brosur juga dapat digunakan.

4. Kontak Mata

Kontak mata diperlukan untuk menimbulkan keyakinan kepada prospek sehingga prospek merasa dihargai dan menilai sales mengerti dengan produk yang sedang ia tawarkan. Selama presentasi tetap jaga kontak mata dan fokus kepada pelanggan. Jangan menunduk atau mengarahkan mata kemana-mana karena ada kesan ‘kita menyembunyikan sesuatu’ kepada pelanggan.

5. Selalu Membawa Alat Tulis dan Daftar Kunjungan

Hal ini dimaksudkan agar penjual mengetahui keseriusan prospek. Buktinya closing adalah menuliskan nama pembeli, alamat tinggal, alamat email, dan nomor yang bisa dihubungi, bukan sekedar ucapan prospek.

6. Perlakukan Prospek sebagai Pembeli

Perlakukan semua prospek seolah-olah mereka sudah membeli produk atau jasa yang kita tawarkan, meskipun pada akhirnya belum tentu jadi beli. Pembeli akan sangat respect dengan tim sales yang presentasi.

7. Percaya Diri dan Rileks

Apabila bertemu dengan prospek, usahakan untuk tidak ‘minder’. Tetap tersenyum dan percaya diri. Pada saat ini sama-sama ‘nothing’.

8. Berpikiran Positif dan Senyum

Pada saat melakukan presentasi, sebaiknya emosi harus dijaga, kelola emosi dengan baik. Tetap menjaga perasaan dan hati agar tetap prima, tinggalkan dulu perasaan apabila ada masalah dalam kerjaan, rumah tangga, dll.

9. Ajukan Pertanyaan yang Tepat

Ajukanlah pertanyaan yang tepat bukan pertanyaan yang tidak penting.

SPIN SELLING

Dalam menjual produk/jasa, ada 4 tahap yang harus dilalui:

  1. Pendahuluan
  2. Investigasi terhadap calon pembeli
  3. Demo
  4. Closing

1. Pendahuluan

Membuka penjualan dengan menanyakan situasi dengan pertanyaan terbuka. Apa kebutuhan pembeli dan tawarkan solusi sesuai dengan kemampuan kita.

2. Investigasi

Kunci sukses keberhasilan adalah ada pada tahap investigasi terhadap prospek. Apabila tahap ini sukses, artinya 80% akan mencapai closing. Sebaliknya, apabila informasi tentang prospek ini minim, maka lebih banyak gagal dalam menjual. Untuk mengetahui informasi tentang prospek, penjuala dapat mencari tahu dulu informasi mengenai si prospek dan bertanya. Ada 3 jenis jualan dengan cara bertanya:

  • Penjualan kecil: degan menanyakan situasi dengan pertanyaan terbuka, pertanyaan tentang masalah yang dihadapi, apa kebutuhan prospek, dan tawarkan solusi sesuai dengan kemampuan kita.
  • Penjualan besar: pertanyaan harus lebih mendalam terutama mengenai Hukum Timbangan Membeli. Apa yang menjadi keunggulan produk dijelaskan lebih rinci sehingga produk/jasa kita lebih murah dibandingkan manfaat dan keunggulannya.
  • Rumus Spin secara umum: S (situation), P (problem), I (implication), N (need).

Kunci dari keberhasilan jualan cara ini adalah mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang kita berikan sehingga prospek membutuhkan solusi dari penjual.

Terima kasih telah membaca artikel Kekuatan Marketing. Nantikan tulisan selanjutnya. ^_^

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tenun Tradisional Nusa Tenggara Barat (NTB)

A. Fungsi Tenunan

Fungsi utama tenunan pada awalnya adalah sebagai bahan pakaian, kemudian berkembang menjadi perhiasan. Pemanfaatan tenunan tradisional terus mengalami perkembangan, sehingga tenunan tidak saja berfungsi sebagai bahan sandang saja, tetapi telah berkembang menjadi sprei, sarung bantal, kain gorden, alas meja, dan berbagai macam keperluan lainnya.

B. Proses dari Kapas Menjadi Kain

Sebelum pekerjaan menenun dimulai yang harus disiapkan terlebih dahulu adalah benang yang akan ditenun. Alat-alat yang dipakai adalah:

  1. Golong (bahasa sasak), lili (bahasa bima): digunakan untuk membuang biji kapas
  2. Betuk (bahasa sasak), mbenti (bahasa bima): digunakan untuk menghaluskan kapas
  3. Pelusut bojol (bahasa sasak), kandiwolo (bahasa bima): digunakan untuk pelusut kapas
  4. Arah (bahasa sasak), janta (bahasa bima): digunakan untuk memintal benang
  5. Ajon (bahasa sasak), ale (bahasa bima): digunakan untuk membuat benang stukal
  6. Gelontong (bahasa sasak): digunakan sebagai tempat menaruh benang yang disikat dengan sikat ijuk
  7. Andir (bahasa sasak), langgiri (bahasa bima): digunakan untuk menggulung benang yang akan ditenun.

Untuk proses pembuatannya dapat dilihat di artikel Kain Songket Lombok: Kain Songket Lombok

alat-pembuat-benang

Alat Pembuat Benang

Sesudah proses pembuatan benang, maka proses selanjutnya menggunakan peralatan tenun yang disebut ranggon. Ranggon adalah seperangkat alat tenun yang terdiri dari benda-benda yang disebut di bawah ini:

  1. Ane: alat perentang benang
  2. Batang jajak: landasan jajak
  3. Jajak: tempat untuk benang lungsi
  4. Tutuk: tempat jajak gulungan benang yang akan ditenun
  5. Wede: pembatas benang lungsi atas dengan bawah
  6. Penggolong: pembatas benang lungsi atas dengan bawah
  7. Penggun: untuk menaikkan dan menurunkan benang lungsi
  8. Suri: sisiran benang lungsi dan juga sebagai penekan benang pakan
  9. Belida/berira: untuk menekan suri pada waktu merapatkan benang pakan
  10. Tekah: untuk mengencangkan bidang tenunan
  11. Apit: untuk menggulung tenun
  12. Alit: tali penghubung apit dengan telekot
  13. Telekot: sandaran untuk menyangga pinggang penenun
  14. Terudak: tempat peniring benang pakan
  15. Peniring: tempat gulungan benang pakan
  16. Lilin: digunakan untuk melicinkan belida

C. Teknik Menenun

Dilihat dari corak dan bentuk kain tenun yang dihasilkan, kain tenun digolongkan menjadi tenun pelekat dan tenun songket.

D. Tenun Pelekat

Dasar dari teknik tenun pelekat, yaitu mencelup benang lungsi dan benang-benang pakan ke dalam bahan warna dan membuat suatu corak ragam hias dari jalinan benang lungsi dan benang pakan yang beraneka warna. jalinan itu akan membentuk kolom besar dan kecil atau kotak-kotak besar dan kecil. Kain sarung dengan corak kotak-kotak besar menurut istilah Bima disebut tembe lomba, sedangkan kain sarung dengan corak kotak-kotak kecil disebut bali mpida. Salah satu ciri khas kain tenun Sumbawa, yaitu bentuk kotak-kotak kecil.

E. Tenun Songket 

Selain kain tenun biasa, terdapat kain tenun yang disebut kain songket. Songket adalah suatu teknik/cara memberikan hiasan pada suatu kain tenun. Songket sendiri berasal dari kata “sungkit” yang artinya mengangkat beberapa helai benang lungsi dengan lidi sehingga terjadi lubang-lubang. Ke dalam lubang-lubang tadi kemudian di sulamkan benag pakan emas atau perak. Proses penyisipan benang pakan emas atau perak dilakukan bersamaan dengan memasukkan beang pakan yang dijepit oleh silangan benag lungsi dari alat-alat tenun. Biasanya pola membuat songket dilakukan dengan cara menghitung banyaknya benang lungsi yang akan diangkat.

Pada umumnya songketan merupakan hiasan tambahan, sebagai pengisi bidang, baik tengah maupun sebagai hiasan pinggur dari kain. Ragam hiasnya dapat berupa ceplok bunga atau unsur flora, fauna, bahkan motif hias manusia juga digunakan. Sebagai hiasan pinggir sering dipakai motif hias tumpal, meander, pola kertas tempel, kait, dan sebagainya. Dalam songket digunakan juga ragam hias garis-garis geometris yang dipadukan dengan motif hias flora dan fauna, yang dalam pembuatannya pada kain tenun selalu dalam pola garis-garis sudut-menyudut. Sebagai contoh, misalnya dalam sebuah kain tenun terdapat songketan berbentuk garis geometris meander. Bentuk ini dalam bentuk sudut menyudut akan diarahkan dalam bentuk yang hampir sama yang menggambarkan seekor burung terbang. Garis sudut menyudut meander ini juga dengan teknik songket akan dapat berubah bentuknya ke dalam bentuk yang menggambarkan sebuah pohon hayat.

F. Tenun dengan teknik ikat

pada teknik ikat, pola yang dibuat diikat. Dimulai dengan beberapa helai benang diikat dengan tali-tali dari serat tumbuh-tumbuhan kemudian benang imasukkan ke dalam bahan warna. Proses ini di ulang menurut keperluan. Bagian-bagian yang diikat disesuaikan dengan pola hias yang dikehendaki. setelah pencelupan, warna asli kapas yang putih akan tetap putih pada bagian yang tadi diikat. Sedangkan bagian yang tidak diikat berubah warna sesuia dengan warna yang dikehendaki. proses pencelupan ke dalam bahan warna ini dapat dilakukan sekali atau beberapa kali, menurut keperluan.

Jenis tanaman tang hanya benag pakan atau benag lungsinya saja yang diikat, disebut ikat tunggal. Sedangkan jika benang pakan dan benag lungsinya keda-duanya diikat, disebut ikat berganda. Teknik ikat di Lombok masih terus berkembang hongga saat ini. Sesuai dengan perkembangannya, di samping dijadikan sebagai kain sarung, juga digunakan sebagai seprei, sarung bantal, gorden dan lain-lain. sesiau dengan kebutuhan masyarakat pemakainya.

Untuk model kain tenun dan songket Nusa Tenggara Barat bisa dilihat di koleksi Dlava Butik di http://www.dlavabutik.com atau blog Dlava Butik http://dlavabutik.blogspot.co.id

Terima kasih telah membaca artikel Kain Tenun Nusa Tenggara Barat. Nantikan tulisan selanjutnya ^_^

 

Kain Songket Lombok

Kain songket sebagai salah satu wujud kebudayaan berupa benda fisik seringkali melahirkan rasa kagum dan bangga akan prestasi para penenunnya. Hal ini akan terjadi apabila kita mencoba memahami teknis pengerjaannya, yaitu dengan keterampilan tangan dipadukan dengan kreativitas mengolah imajinasi untuk menciptakan pola dan motif-motif yang menghiasi bidang kain. Proses kretaif dan pengalaman kultural semakin memperkaya motif-motif itu menjadi karya yang sarat dengan nilai simbolis.

Bangsa Indonesia kaya akan warisan budaya berwujud fisik. Pemanfaatan benda-benda budaya masa lalu tersebut adakalanya yidak berlanjut, namun ada juga yang masih berlanjut sampai sekarang. Penggunaan alat-alat batu seperti kapak lonjong, kapak perimbas, dll sudah banyak ditinggalkan sejak ribuan abad yang lalu. Berbeda dengan pemakaian alat tenun yang menghasilkan kain tenun untuk keperluan upacara, pakaian pengantin, dll masih terus belanjut sampai sekarang di seluruh wilayah Indonesia. Kain songket masing-masing daerah di Indonesia menunjukkan ciri dan kekhasan tersendiri. Pengerjaannya cukup rumit namun kain yng dihasilkan bermutu dan bernilai seni. Hal tersebut terlihat pada kain songket dengan ragam hias flora, fauna, makhluk hidup dan benda-benda tertentu. Dilihat dari ragam hias dan warna warni benang, dapat dikatakan selain membuat kain, para penenun pada saat menciptakan karya seni, alam dan segala isinya membantu melahirkan pengalaman estetik baginya. Pengalaman estetik tersebut diabadikan dalam karya kreatifnya berupa kain songket.

A. Kain Songket dan Manfaatnya Bagi Masyarakat

Dalam kehidupan masyarakat Sasak, kain songket digunakan sebagai pakaian pria maupun wanita pada saat berlangsung upacara adat atau sebagai pakaian pengantin. Dari segi kegunaan tersebut, maka kain songket Lombok secara umum dapat dibedakan atas beberapa jenis, yaitu

  1. Bendang, dipakai sebagai kain panjang oleh kaum wanita
  2. Selewoq, dipakai sebagai kain panjang oleh kaum pria
  3. Dodot/Leang, dipakai sebagai saput oleh kaum pria
  4. Sabuk Bendang/Sabuk Anteng, dipakai sebagai selendang atau ikat pinggang oleh kaum wanita
  5. Bebet, dipakai sebagai ikat pinggang oleh kaum pria.

Orang Sasak yang melakukan aktivitas menenun kain songket tersebar di beberapa wilayah kabupaten, seperti di Kabupaten Lombok Barat: Desa Getap-Kecamatan Cakranegara, Desa Sukadana-Kecamatan Bayan. Di Kabupaten Lombok Tengah: di Desa Sukarara-Kecamatan Praya Barat dan Desa Sengkol serta Desa Rembitan di Kecamatan Pujut. Di Kabupaten Lombok Timur: di Desa Kembang Kerang dan Desa Sembalun, Kecamatan Sukamulia.

Peralatan yang dipakai untuk membuat kain songket adalah alat tenun tradisional, yaitu Ranggon dan Cagcag. Menenun pada umumnya dilakukan oleh kaum wanita terutama gadis remaja.

Kain songket merupakan jarya budaya manusia. Setidaknya terdapat tiga wujud kebudayaan, yaitu: (1) wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dsb; (2) wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat; (3) wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. Ketiga wujud ini berkaitan satu dengan yang lainnya. Kebudayaan mengatur dan memberi arahan kepada perbuatan dan hasil karya manusia.

Dari segi fisik, yang nampak pada kain songket Lombok adalah dasar tenunan memakai bahan benang katun. Di samping itu juga tampak ragam hias berupa motif flora, fauna, manusia, dan benda-benda alam yang memakai benang katun warna-warni sehingga terlihat kontras antara motif yang satu dengan yang lain. Dibalik wujud fisik dari kain songket, tersirat hal-hal yang bersifat non-fisik yang mempengaruhi proses kelahiran kain Songket Lombok antara lain:  sejarah, adat-istiadat, bahan, proses pembuatan, dan seni hias.

B. Budaya Menenun

Kebudayaan menenun masuk ke Nusantara diperirakan pada masa neolothikum (2000 SM) yang dibawa lewat Asia Tenggara. Kemudian menetap di Sumatera, Jawa, dan pulau-pulau lain di Indonesia bagian barat, sampai Kalimantan Barat, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan belanjut ke Filipina. Bukti yang menunjukkan bahwa mereka telah mahir menenun, yaitu adanya temuan periuk belanga yang memakai hiasan tenunan.

Pada masa perundagian, datang manusia gelombang kedua yang membawa kebudayaan perunggu, diperkirakan mereka dari Dongson Vietnam Utara, masuk ke Nusantara melalui Malaysia Barat. Masuknya kebudayaan perunggu ini mempengaruhi perkembangan menenun terutama ragam hias dalam tenunan Nusantara. Motif kedok, tumpal, geometris, pilin berganda, meander adalah motif-motif yang terdapat pada nekara perunggu dari masa perundagian, kemudian diterapkan pada tenunan.

Sejak zaman prasejarah, Indonesia telah mengenal tenunan dengan corak disain yang dibuat dengan cara ikat lungsi. Mereka mempunyai kemampuan mebuat alat-alat tenun, menciptakan disain denganmengikat bagian-bagian tertentu dari benang, dan mereka mengenal pencelupan warna. Tenunan dengan cara ikat lungsi dengan corak, disain, dan warna-warna yang tua yaitu merah hitam putih yang diperoleh dari tanaman atau jenis batu-batuan yang terdapat di daerah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur. Kepandaian seperti ini dimiliki oleh masyarakat yang hidup pada zaman perunggu (abad ke – 8 sampai 2 SM).

Abad kedua masehi, Indonesia telah menjadi bagian dari perdagangan internasional khususnya dunia perdagangan dengan India. Ahli sejarah menyebutkan barang-barang dagangan dari India adalah barang-barang yang bernilai tinggi, misalnya logam mulia, berbagai jenis tenunan, barang pecah belah, di samping bahan baku yang diperlukan untuk kerajinan. Pada abad ketiga masehi mulai terjadi hubungan dagang dengan Cina. Dalam catatan sejarah Cina tahun 518, raja bagian Utara umatera memakai pakaian dari sutera. Diperkirakan kain sutera itu adalah kain impor, sebab sutera belum ditenun di Sumatera maupun Jawa sampai munculnya kerajaan Sriwijaya. Dalam hubungan dagang dengan Sumatera, Jawa, dan Bali, mereka membawa hadiah berupa kain tenun kapas ke negri asalnya. Peristiwa tukar-menukar barang itu terjadi sekitar abad ke-7 sampai dengan abad ke-15.

Pada saat ini benang yang  dipakai oleh para penenun kain songket di Lombok adalah benang katun, benang sutra, benang emas dan benang perak. Benang katun ada yang dipintai sendiri dari kapas ada juga yang dibeli di pasar. Benang sutera, benang perak, benang emas sejak dulu diperoleh dengan cara membel kawasan Pasar Suweta-Mataram. Secara gampang mereka menyebutnya benang toko. Perdagangan benang mungki sy=udah berlangsung pada masa Majapahit. Ketika itu kawasan Indonesia terbagi atas dua zona perdagangan. Pusat-pusat perdagangan si Sumatera tergolong zona perdagangan selat Malaka yang berada dalam pengawasan Kerajaan Malaka. Wilayah lainnya berada dalam zona perdagangan laut Jawa yang berada dalam hegemoni Kerjaaan Majapahit. Pada jalur pelayaran Laut Jawa, pedagang dari kawasan barat ke kawasan timur Indonesia begitu pula sebaliknya, menelusuri pesisir pantai tu]imur Sumatera, pesisir utara Jawa, memasuki Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, termasuk ke Pulau Rempah-rempah (Maluku) atau Nusa Cendana (Timur dan Sumba).

Sekitar abad ke-14 dan ke-15 berdatangan para pedagang Islam India dan Arab ke Nusantara membawa kain-kain impor, salah satunya kain patola. Merka jug membawa benang perak dan benang emas sekaligus menyebarkan Islam melalui Selat Malaka ke pelabuhan-pelabuhan Sumatera dan pantai utara Jawa. Sangat mungkin pedagang-pedagang Islam tersebut juga ke Lombok. Pada abad ke-16 di Maluku sedang berkembang dengan pesat perdagangan rempah-rempah, di Bali dan Lombok sudah ada perdagangan sarung yanf diangkut oleh kapal-kapal Gresik di sepanjag pantai Utara Jawa. Masuknya kain-kain impor, benang emas,perak dan sutera diduga mendorong lahirnya ide menenun kain dengan menerapkan bahan-bahan tersebut sehingga terciptalah kain yang dikenal dengan nama kain Songket.

Sebelum mengenal menenun kain songket, masyarakat Lombok telah mengenal kepandaian menenun kain memakai bahan benang berut (benang kapas yang  dipintal sendiri). Kain teny=un yang dihasilkan adalah kain tembasak (kain polos berwarna putih). Di samping itu juga dikenal kepandaian menenun pelekat dengan cara mewarnai benang lungsi dan benang pakan yang kemudian ditenun sehingga menghasilkan kain tebub bercorak garis-garis vertikal seperti kain tapo kemalo, sabuk bendang, dan kain corak catut seperti kain kembang komaq, kain selulut, dan kain ragi genep.

C. Pengertian Kain Songket

Kain Songket adalah kain tenun yang dibuat dengan cara mengyungkit benang lungsi kemudian dimasukkan benang pakan tambahan (benang emas, benang perak dan atau benang katun berwarna) untuk membentuk pola hias timbul pada dasar tenunan dari benang katun atau benang sutera.

D. Masuknya Kain Songket di Lombok

Aktivitas perdagangan menyebabkan masyarakat Sasak (masyarakat Lombok) berkenalan dengan benang impor dan kain impor.  Jenis-jenis benang impor yang masuk melalui dunia perdagangan antara lain benang sutera, benang logam (perak dan emas), dan benang katun. Jenis-jenis kain impor yang masuk ke Lombok, antara lain adalah kain batik, kain rembang, kain sripe, dan kain tenun berupa sarung dari daerah Jawa.

Kain kapal adalah kain tenun songket memakai benang katun berasal dari Kalimantan yang ditemukan di Lombok Utara, dipakai sebagai pembungkus kitab suci Al-Qur’an.

Banyak corak motif hias songket Lombok yang menunjukkan kemiripan dengan corak motif hias kain songket Bali Utara. Salah satu contoh, motif-motif yang mirip dengan kain Subahnale, di Bali Utara disebut kain songket Kekurungan. Hal ini dimungkinkan karena letak Pulau Bali dengan Pulau Lombok yang berdekatan serta Pelabuhan Buleleng pernah menjadi pelabuhan yang menghubungkan wilayah Indonesia bagian barat dengan wilayah Indonesia bagian timur.

Dalam budaya pertenunan, masuknya benang impor dan kain impor memungkinkan para penenun di Lombok terlatih kreativitasnya. Kemudian menerapkan bahan-bahan impor tersebut pada tenunannya, termasuk juga dalam hal motif hias seperti motif hias pucuk rebong, swastika, barong, garuda, singa, naga, dll.

Masuknya islam yang kemudian merubah sebagian besar keimanan masyarakat Sasak dari pra-islam menjadi islam, juga berpengaruh pada kehidupa sosial dan kebudayaan masyarakat Sasak. Dalam hal seni hias, ajaran Islam melarang membuat motif hias yang memvisualisasikan bentuk-bentuk maskhluk bernyawa seperti binatang dan manusia, sehingga lahirlah kain songket Subahnale. Dasar tenunan kain songket Subahnale berwarna hitam atau merah, pada bagian tepi kain terdapat motif geometris dan pada bidang kain terdapat hiasan segi enam sambung menyambung yang di dalamnya terdapat motif hias kembang remawa, bunga tunjung dan panah. Ragam hias tersebut memenuhi bidang kain.

Konon, seorang penenun saat itu merasa senang dan puas karena mampu menyelesaikan tenunan songketnya, lalu secara serta merta ia mengucapkan Subhanallah, yang artinya Maha Suci Allah. Lama kelamaan, akibat dipengaruhi ucapan tersebut jdilah Subahnale. Kain songket itu lalu dikenal secara luas dengan kain songket Subahnale.

Bagi masyarakat Sasak, mengenakan busana kain songket di samping untuk memenuhi rasa untuk tampil menawan juga merupakan prestise bagi si pemakai dan keluarganya. kalau pada masa lalu mereka meukarkan hasil-hasil pertaniannya dengan kain songket, dewasa ini dilakukan dengan cara membeli atau membayar dengan uang.

Pemakaian kain songket sebagai busana paling menonjol pada pakaian pengantin pria dan wanita saat upacara perkawinan. Bisana pengantin pria terdiri dari ikat kepala (sapuq) dari kain songket. Pada bagian dada ke bawah sampai lutut menggunakan dodot songket dan pada bagian perut ke bawah sampai betis menggunakan selewoq songket. Pengantin wanita menggunakan bendang songket sebagai kain panjang dan sabuk bendang songket sebagai ikat pinggang.

E. Pengolahan Bahan

Benang katun yang dipakai sebagai dasar tenunan maupun untuk membuat motif hias pada kain songket Lombok sekarang diperoleh dengan cara membeli di toko. Sebelum itu, benang katun dipintal sendiri dari kapas lalu dicelup dengan warna-warna yang bahan pewarnanya diperoleh dari tumbuh-tumbuhan dan benda padat. Warna merah dari kelupas kulit kayu sepang. Warna biru dan hitam dari buah tarum. Warna coklat dari lumpur. Warna ungu dari buah pace. Warna kuning dari kunyit. Warna hijau dari daun pandan atau kayu manis.

Cara-cara mengolah kapas menjadi benang dapat dilihat di video berikut:

 

Selain itu teknik menenun songket dapat dilihat pada video berikut:

 

F. Ragam Hias

Kain songket Lombok dihiasi dengan aneka ragam motif hias. Secara umum, ragam hias kain songket Lombok dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok, yaitu:

  1. Ragam hias geometris
  2. Ragam hias tumbuh-tumbuhan
  3. Ragam hias binatang
  4. Ragam hias manusia
  5. Ragam hias wayang, dll

Ragam hias geometris berupa motif garis lurusm garis melengkung, garis susdut menyudut, garis silang menyilang, garis membentuk tanda tambah, segitiga, segiempat, segienam, segidelapan, dan lingkaran-lingkaran. Ragam hias tumbuhan berupa motif pohon, daun, bunga, sulur. Ragam hias binatang berupa motif kupu-kupu, kepiting, kuda, burung. Ragam hias manusia berupa motif manusia dalam posisi naik kuda. Ragam hias wayang meniru bentuk dan rupa wayang sasak pada cerita Menak Amir Hamzah sedangkan ragam hias lain-lain adalah motif payung dan kala.

Hal spesifik dari ragam hias songket Lombok adalah pemberian nama pada asing-masing ragam hias seperti: bintang empat, payung agung, subahnale, remawa, dll.

Demikianlah tulisan mengenai Kain Songket Lombok. Nantikan tulisan lainnya kembali ^_^

Untuk model-model songket Lombok bisa didapat pada http://www.dlavabutik.com atau pada blog Dlava Butik: http://dlavabutik.blogspot.co.id

Daftar Pustaka: Departemen Pendidikan Nasional Kantor Wilayah NTB. 2000. Kain Songket Lombok.

 

 

23 Bulan Senang Menghitung

Watch “23 months baby counting 0-9” on YouTube
23 months baby counting 0-9: http://youtu.be/ebVuPQ7UY80

Assalamualaikum wr.wb. Banyak yg bilang kl gadget ga baik buat anak. Kl menurut sy tergantung intensitas pemakaian dan gadgetnya dipakai buat apa. Anak sy termasuk yg biasa aja dalam menggunakan gadget. Gadget digunakan olehnya untuk berhitung, menggambar di aplikasi line, dan melihat video dirinya yg sy rekam. Kebijakan pemakaian gadget sebaiknya dirundingkan dulu dg anak dan anggota keluarga lain dan diadakan perjanjian sesuai kesepakan bersama. Apabila melanggar sebaiknya ada konsekuensinya dan apabila diterapkan harus ada apresiasi.

Wassalamualaikum wr.wb.

23 Bulan Senang Menghitung

Watch “23 months baby counting 0-9” on YouTube
23 months baby counting 0-9: http://youtu.be/ebVuPQ7UY80

Assalamualaikum wr.wb. Banyak yg bilang kl gadget ga baik buat anak. Kl menurut sy tergantung intensitas pemakaian dan gadgetnya dipakai buat apa. Anak sy termasuk yg biasa aja dalam menggunakan gadget. Gadget digunakan olehnya untuk berhitung, menggambar di aplikasi line, dan melihat video dirinya yg sy rekam. Kebijakan pemakaian gadget sebaiknya dirundingkan dulu dg anak dan anggota keluarga lain dan diadakan perjanjian sesuai kesepakan bersama. Apabila melanggar sebaiknya ada konsekuensinya dan apabila diterapkan harus ada apresiasi.

Wassalamualaikum wr.wb.

Baby’s Day Out at Disneyland Tokyo Japan

Assalamu’alaikum…

Hai, ini adalah kali ke-2 saya ke Jepang. Sebelumnya saya ke Jepang belum menikah. Saat kedua kalinya saya ke Jepang saya sudah menikah dan punya anak serta membawa anak saya ke Jepang. Detil gimana cerita keseruan saya bawa bayi ke Jepang akan saya tulis di postingan selanjutnya karena sekarang saya lagi menemani anak saya nonton show me show me, tapi berikut slideshow kurang 1 menit yg saya buat mengenai keseruan anak sy di Disneyland Tokyo Japan. Cekidot:

“Baby’s day out at disneyland japan” on YouTube
Baby’s day out at disneyland japan: http://youtu.be/DuLlTWfHbkU